Tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk di gerakkan, Nata tidak sanggup lagi membawa tubuhnya sampai ke finish, tangannya melambai ke udara memberi gesture butuh pertolongan. Semuanya berteriak panik namun seseorang dengan sigap terjun bebas ke kolam renang dan menggapai tubuh Nata yang sudah lemas.
_____
Beberapa waktu kemudian, Nata membuka matanya dan mendapati dirinya terbaring di brankar UKS. Sekelilingnya penuh dengan aroma antiseptik dan kotak obat. Pintu berderit pelan, menampilkan sosok Chiko yang masuk sambil menenteng plastik putih.
"Gimana keadaan kamu, ada keluhan?" Tanya Chiko menyodorkan sebungkus roti yang telah di buka. Nata menggeleng pelan,dia menerimanya kebetulan roti coklat memang kesukaannya. "Terimakasih" Ujar Nata.
Disisi lain Bara sedang di hadang oleh seorang perempuan berambut blonde. Dia sedari tadi mengikuti bara hingga keparkiran. Merasa risih dan mood bara hari ini sedang jelek, dia pun menghempaskan tangan wanita itu yang bergelanyut di lengannya. "Lepasin bel, gua lagi gak mau di ganggu"
"Kok kamu gitu sih bar, kamu udah bosen sama aku" bela berusaha agar dilirik lagi oleh bara. Namun tanpa mempedulikan nya, bara langsung masuk ke mobilnya dan melaju keluar dari pelataran sekolah.
Kejadian hari ini membuat mood Bara jelek, menurutnya Chiko berlagak seperti pahlawan kesiangan.
Flashback ---
Nata berenang dengan sangat baik, bahkan gerakan kaki nya yang sangat lincah mendapat pujian dari pelatih. Namun saat akan mencapai finish pergerakan Nata menjadi lambat dan seperti akan tenggelam. Sedetik kemudian Nata mengangkat tangannya di udara. Mengetahui hal itu semuanya jadi memekik kaget begitu pun dengan Bara, dirinya sudah bangkit dan berlari ke tepi kolam, Namun dia kalah cepat dengan Chiko.
Chiko yang berada dekat dengan tepi kolam dengan sigap langsung melompat dan menggapai tubuh Nata yang sudah lemas. Bara pun hanya bias diam mematung menyaksikan tubuh Nata yang sudah di baringkan di tepi kolam. Chiko berusaha menyadarkan Nata dengan menekan dada nya agar air yang masuk dalam tubuhnya bias keluar, namun hal tersebut belum berhasil.
Pelatih memberi instruksi agar Nata di beri nafas buatan yang membuat Bara melotot tak percaya. Dirinya berusaha menyangkal bahwa cara itu hanya mitos dan juga modus yang dilakukan para pasangan di sinetron-sinetron indosiwar.
"Terus siapa pak" Tanya Chiko kepada pelatihnya. "Ya kamu lah masa saya" ujar pak reno bersedekap dada.
"Halahh pak itu Cuma modus kali, cih napas buatan ceunah bilang aja mau cium-cium" ujar Bara yang mendapat tatapan dari beberapa pasang mata yang mendenganya. "Hushh cangkem lu" Fourthin mengapit bibir Bara menggunakan tangannya.
___
Malam ini Nata dengan hoodie hitamnya berjalan di sekitar taman kota, dirinya ingin menjernihkan pikirannya setelah beberapa hari waktunya di sita hanya untuk belajar. Kehilangan sosok ayah membuat dirinya harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya.
Cuaca malam ini cukup dingin, angin berhembus cukup kuat menerpa tubuh nata. Dia menikmatinya seakan membiarkan beban di tubuhnya terbawa oleh angin. Tungkainya melangkah dimana terdapat tempat duduk di bawah pohon besar. Hanya ada dia dan beberapa orang di sudut sana membuat suasana yang sunyi, sangat cocok untuk sekadar menghayal.
Nata mengeluarkan sebatang rokok dan pemantiknya. Dia menyulut ujung nya dan menghembuskan asap nya ke udara. Sisi nata yang ini jarang ada yang mengetahui karena di sekolah dia dikenal sebagai anak baik-baik yang jarang bersosialisasi, bahkan tak banyak yang mengenalnya.
Ditengah menikmati suasana yang menenangkan bagi nya, seseorang dari belakang merebut rokoknya dan mengapitnya tepat di tengah dua belah bibirnya, Dia ikut duduk disamping Nata. Orang itu adalah Bara, entah darimana asalnya dia datang tanpa permisi dan asal nyomot. Benar-benar tidak tau diri bukan?
Dengan bergaya dia mengeluarkan asap rokok nya dari hidung. Nata bingung harus menanggapi bagaimana, dia hanya diam dan sesekali melirik kearah Bara yang asik nyebat. Bara menjatuhkan putung rokoknya dan menginjaknya ke tanah. Dia menatap Nata yang juga menatapnya.
Sejurus kemudian dirinya mendekat kearah Nata, menghirup aroma parfum Nata yang terbawa angin. 'Sangat menenangkan' batinnya. Nata kaget bukan kepalang saat bibirnya tiba-tiba menyatu dengan bibir plum Bara. Hanya menempel saja, tidak ada pergerakan apapun.
Keduanya sama-sama mematung, Bara sedang memproses apa yang tengah dia lakukan pada sosok didepan nya. Rupanya kesadaran telah menguasai kembali dirinya, Bara menarik diri sedikit mundur kebelakang. Dia berdiri dan berlari menjauh dari sana meninggalkan sosok Nata yang cuma bisa mematung sambil memegangi bibir nya.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
HOPELESS || TaBarcode🔞
Teen Fiction"Bahkan atmosfer kita saja berbeda, bagaimana kita bisa bersatu" __ Nata "Jika ingin penyatuan, datanglah ke apartemenku malam ini" __ Bara
