Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

07

58 6 0
                                        

Jam pelajaran ketiga. Suasana kelas terasa lengang, sebagian siswa sibuk mencatat, sisanya pura-pura hanya fokus. Bagaimana dengan Bara? Kepala tertunduk di atas meja, napasnya teratur, dan tangan kirinya masih megang bolpoin yang udah nggak gerak dari lima belas menit lalu.

Baraaa!”

Sebuah suara keras memotong heningnya kelas. Semua mata langsung langsung menoleh kearahnya. Bara kebangun, refleks ngucek matanya.

“Apa-apaan kamu tidur di kelas saya?!”

Bara masih ngedumel dalam hati. “Ngapain sih ribut banget…” Gumamnya setengah sadar.

Kamu pikir ini tempat tidur?”

Bara menegakkan tubuhnya, badannya menggeliat khas orang bangun tidur, sebelah alisnya terangkat. “Kalau penjelasannya ngebosenin, ya maaf aja, Bu. Saya gampang ngantuk soalnya.” ucapnya yang kemudian diiringi sorak - sorai penghuni kelas.

Ibu Erika mematung sebentar, lalu berkacak pinggang. “Keluar dari kelas saya sekarang. Hari ini kamu bersihkan perpustakaan. Dan saya mau laporan hasilnya sebelum kamu pulang.”

Bara berdecak malas. “Terserah.”

Langkahnya berat, membawanya keluar dari kelas yang sangat membosankan itu. 

Derit pintu kayu perpustakaan yang jarang dibuka bikin debu berhamburan. Bara masuk sambil ngelirik tumpukan kardus, rak-rak kosong, dan buku-buku berdebu.

Ngelawak banget sih ini,” gerutunya. Dia nyibak lengan seragam dan mulai ngerapihin kardus satu-satu.

Bara melihat sudut perpus yang cukup bersih, dia mengambil beberapa kardus, melipatnya, dan dijadikan alas untuk tidur. Gapapa kali tidur sebentar.

Beberapa menit berlalu, saat dia mulai terlelap, seseorang kemudian masuk.

Langkahnya pelan, namun cukup membuat Bara terkejut, dia bangkit dari tidurnya melihat siapa yang datang melalui celah rak buku yang ada di depannya.  

Nata?” Alisnya tertaut, kemudian Bara tersenyum tipis. “Gue kerjain ah .."

Disisi lain, Nata tidak menyadari keberadaan sosok lain disana, dia dengan santai mengembalikan beberapa buku yang dia pinjam kemaren. 

"Psstt .." 

Nata cukup kaget, menyadari ada sosok lain disekitarnya. Dia menoleh dan mencari asal suara tersebut. Matanya membelalak saat dirinya menemukan Bara yang tengah berpose sexy, menggigit jari telunjuknya. Bara sengaja menonjolkan dada nya dibalik rak buku yang ada di balik pojok.

Nata tak lepas memandangi bagaimana adek kelasnya itu yang seperti wanita malam yang tengah merayu om om mesum.

Nata bergidik geli.

___

Suasana kelas mendadak hening setelah Bara berulah, namun tak lama kemudian bel istirahat berbunyi. Beberapa siswa udah mulai ribut, tapi Fourth tetap di mejanya, sibuk dengan sesuatu di bukunya.

“Fourth, ada yang nyari,” kata salah satu temennya sambil nyeletuk.
“Cowok, tapi kayaknya kakak kelas.”

Fourth mendongak.

Siapa?”

Nggak kenal. Tapi dia berdiri di depan kelas, katanya nyari elu.”

Fariz disampingnya juga ikut mengintip sesorang yang sedang berdiri di depan kelasnya. "Lu ada kawan lagi selain kita." tanya nya yang hanya dijawab dengan gelengan kepala.

HOPELESS || TaBarcode🔞Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang