Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

05

445 20 2
                                        

Pagi harinya bara sengaja berangkat lebih awal kesekolah, saat ini dia sudah bersandar di dekat pintu kelas 12 - A. benar kata nata, tingkah bara yang ini sangat mirip dengan preman pasar yang sedang menunggu mangsa untuk dipalaki. Padahal bara sendiri masih kelas 11 tapi dia seakan tidak ada takut-takutnya.

Ngapain takut, sama-sama manusia juga, -bara

Diujung sana, bara melihat pujaan hatinya- ralat kakel incarannya sedang berjalan kearahnya, bara lantas mengukir senyum untuk menyambutnya

"selamat pagi kak"

DEG

Senyum nya ... duh rasanya nata ingin menjentikkan jarinya agar waktu berhenti sejenak, dia tidak rela jika senyum itu memudar dan lenyap.

Ehh tunggu, ini beneran bara kan? Bara adek kelas nya yang sangean gak jelas itu tengah tersenyum kepadanya

Dan apa tadi? 'selamat pagi kak' katanya, sungguh ini gak pernah terbayangkan oleh nata

"kak, kok malah bengong sih"

Nata tersadar dari lamunannya dan menjawab sapaan bara meski sedikit gelagapan, "ehh iya_ pagi juga bara"

Sebenarnya bara pengen ngakak aja dengar jawaban nata yang kedengaran aneh banget untuknya, namun sebisa mungkin bara menormalkan ekspresinya, bisa gagal rencananya kalo dia ngakak sekarang.

"kak, nanti pulang sekolah gue ikut ya, lagi musuhan sama bang mio" - bara

Nata agak kaget dengan penuturan bara, adek kelasnya ini sangat tiba-tiba dan membuat jantungnya tidak aman saja.

"kak nata, boleh kan?" Tanya nya sekali lagi

Nata mengangguk setuju, "iya boleh kok kalo kamu mau".

Setelahnya anak-anak sudah pada datang dan keadaan pun mulai ramai, bara berlalu setelah melambaikan tangan kepada nata yang hanya tersenyum membalas.

__-


Dan sore hari nya benar kata bara, nata melihat adek kelas nya itu telah berdiri menunggu di depan kelasnya.

"kak jadi pulang bareng kan" -bara

"emm iya, ayo" keduanya berjalan menuju parkiran, namun sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang memandang aneh keduanya, nata yang dikenal tidak mudah bergaul dan bara yang masuk circle badboy sekolah tengah berjalan beriringan, tentu saja itu terlihat aneh.
Sesampainya diparkiran bara cukup kaget dengan penampakan motor nata.

dia berpikir jika kakak kelasnya itu datang ke sekolah dengan motor butut, ternyata doi bawa ducati men.

Bara sedikit tersentak saat nata menyodorkan helm nya, bara refleks menggeleng, "nggak, kakak aja yang pake kan kakak yang nyetir" -bara

Namun tetap saja nata memasangkan helm nya ke kepala bara, berada dekat dengan kakak kelasnya ini membuat detak jantung bara tak beraturan, dia berharap semoga saja kakak kelasnya ini tidak mendengar detak jantungnya yang menggila.

Melihat bara yang tetap berdiri mematung, nata tersenyum, "ayo naik"

Bara sedikit gugup sekarang, entah kenapa rasanya berbeda saat bara mencoba mendekati nata dulu, sekarang nata terlihat lebih dominan. Akhirnya bara berpegangan ke pundak nata untuk bisa duduk di jok belakang motor itu.

Rasanya sangat aneh karena bara yang posisinya di bonceng malah dia yang memakai helm. Anak-anak sekitar yang juga diparkiran melihat keduanya dengan tertawa, ada yang terkikik geli.

Begitupun dengan teman-teman bara yang juga baru pulang, bara merasa sangat malu sekarang, disana terlihat fourth dan juga fariz tengah menertawakan dirinya. Untung saja dia memakai helm, jadi wajahnya yang semerah kepiting rebus itu tak terlihat.






BERSAMBUNG

HOPELESS || TaBarcode🔞Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang