Three (3)

543 67 19
                                    

Yn P.O.V

Sesekali aku menengok ke arah tempat Zayn dan temannya berdiri. Dan kusadari aku diperhatikan oleh teman Zayn yang tadi pagi menumpang di mobil Zayn. Deg. Aku pura - pura tidak mengetahuinya agar tidak ketauan, aku pun berbicara banyak hal dengan Keisha.

Hari sudah sore, aku dan Keisha memutuskan untuk balik ke universitas. Sesampainya di universitas aku memilih untuk pergi ke taman bersama Keisha. Bruk. Aku mendengar suara tabrakan. Ternyata itu Keisha. Dia terjatuh.

"Kau tak apa - apa kan, Kei?" tanyaku memastikan keadaannya.

"Iya gapapa kok cuma lecet sedikit." katanya sambil menunjuk kakinya yang lecet. "Maaf ya?" kata laki - laki itu. Kepalaku mendongak melihat ke atas melihat dia. Ternyata dia termasuk salah satu teman Zayn yang di starbucks tadi.

"Iya, gakpapa kok." kata Keisha sambil tersenyum.

"Gakpapa gimana hah maksudmu?! Kaki lecet kaya gini masih bilang gakpapa? Udah ayo sekarang ke ruang UKS! Aku bantu mengobati kakimu yang lecet." kataku dengan nada yang hampir membentak Keisha.

"Iyadeh, terserah. Makasih btw." kata Keisha.

Laki - laki itu masih berdiri didepan kami dengan wajah yang bersalah. Saat aku menuntun Keisha ke ruang UKS. Laki - laki itu tiba - tiba merangkul sebelah kanan tangannya. Karena aku ada disebelah kiri Keisha.

-skip-

Sesampainya di UKS. Aku mencari betadine dan perban.

"Biarkan aku saja yang mengobati kakinya." kata laki - laki itu dengan tiba - tiba.

"Umm, iya.." kata Keisha yang blushing. Aku langsung menunjuk pipiku untuk mengisyaratkan bahwa Keisha sedang blushing. Keisha pun tertawa kecil.

"Aku beli minum dulu ya?" kataku agar bisa memberi ruang untuk mereka berduaan bersama.

"Ebuset gila, habis dari starbucks minum lagi." kata Keisha yang berusaha menahanku agar aku tidak keluar dari ruang UKS. Aku menoleh ke belakang dan melihat mereka berdua tertawa kecil. Lihat saja nanti Kei! kataku dalam hati.

"Bzzrrr." hpku bergetar. Aku lalu membuka notif itu yang ternyata line dari Zayn.

Zayn J : "Hey!"

Yn : "Juga. :)"

Zayn J : "Kamu lihat panggung yang ada di halaman belakang gak?"

Yn: "Lihat, emang kenapa, Zayn?

Zayn J : "Ya udah, pergi ke belakang panggung itu ada ruangan."

Yn : "Otw."
-Read-

Yn : "Aku sudah di depan ruangan itu."
-Read-

"Klek" suara pintu itu terbuka.

"Silahkan, masuk." katanya sambil tersenyum. Deg. Bukannya itu ah sudahlah aku tidak mengetahui namanya. Aku memasuki ruangan itu dan melihat ada lima kaca yang bertuliskan masing - masing Louis T, Liam P, Zayn M, Harry S, N. Horan. Oo itu nama teman - temannya kak Zayn, pikirku.

Zayn P.O.V

Untuk memastikan keadaanku aku menghubungi yn, menggunakan line.

Zayn J : "Hey!"

Yn : "Juga. :)"

Zayn J : "Kamu lihat panggung yang ada di halaman belakang gak?"

Yn: "Lihat, emang kenapa, Zayn?

Zayn J : "Ya udah, pergi ke belakang panggung itu ada ruangan."

Yn : "Otw."

Yn : "Aku sudah di depan ruangan itu."

"Niall bisakah kau membukakan pintu, untuk adikku?" kataku kepada Nial yang sedang menata rambutnya.

"Dengan senang hati, Zayn." kata Niall tesenyum ramah.

Yn P.O.V

"Duduklah sini." kata Zayn sambil menepukkan tempat di sebelahnya. Aku langsung duduk di sebelah Zayn. Aku menaruh kepalaku di dadanya. Aku melamun. Mungkin lamunanku itu tidak penting sehingga meneteskan air mataku.

"Eh kenapa, yn? Oh ya kenalin namaku Niall James Horan panggil aja Niall" Niall memberikan tangannya. Aku langsung cepat - cepat mengelap air mataku. Lalu memegang tangan Niall layaknya orang berkenalan.

"Eh, gakpapa kok. Namaku yn." kataku sambil tersenyum yang aku paksa karena lamunanku tadi.

"Kenapa sih, Yn? Btw yang lain pada kemana sih Ni?" kata Zayn sambil mengelus kepalaku.

"Louis lagi sama Allya, Liam sama Sophia, Harry tadi em..." kata Niall tidak tau.

"Harry yang rambutnya keriting bukan?"

"Iya. Kamu lihat?"

"Lihat. Tadi dia menolong temanku yang tertabrak olehnya." kataku polos.

"Hmm, pasti dia lagi berduaan." kata Zayn yang mengubah posisi kepalaku ke atas pinggiran sofa. Posisiku jadi seperti tidur di sofa. Untungnya aku memakai jeans tadi. Umm, ya aku memang sering terlihat memakai jeans berbeda dengan perempuan yang berada di universitas itu, rata - rata pada memakai rok yang selutut yang mungkin dibuat untuk pamer (?)

"Aku mau gosok gigi dulu ya?" kata Zayn.

"Aku biasanya sebelum perform selalu menggosok gigiku." belum sempat aku bertanya, sudah dijawab seperti itu. Kakak yang aneh. Zayn menuju kamar mandi lalu mengunci pintunya.

"Kak Niall?"

"What? Panggil saja aku Niall, okay? Aku tidak suka dipanggil seperti itu."

"I'am sorry, kak eh maksudku Niall."

"Mau aku nyanyikan satu lagu enggak? Soalnya aku mau latihan lagi."

"Um, okay"

Okefix segini dulu saja ceritanya, dinext secepatnya! Don't forget to vomments, vote and comments.
Vote? Cuma pencet ikon bintang di wattpad aja yaa;)

Salam Meii,

Monday, 29 June 2015

Fall In Love N.H [repost]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang