Bab 1

105 1 0
                                    

"Apa kamu ga bisa mencontoh kakak kamu yg bisa bangga kan mama dan papa" ucap papa emosi

"Maaf pah  ucap april sambil terisak

"Dasar anak ga berguna, untuk apa saya menyekolahkan kamu tinggi tinggi tapi tak ada yg saya dapatkan dari kamu "ucap papa sambil mengambil ikat pinggang dan memulai memukul dan  menampar april

"Pap udh sakit "ucap april sambil menangis memeluk tubuhnya yg sudah merah tapi seakan papa yg tidak mendengar teriakkan putrinya yg sudah menangis dan kesakitan

CATS

CATS

CATS

PLAK

PLAK

PLAK


Setelah papa April puas dengan apa yg ia lakukan langsung keluar dari kamar april dan membanting pintu dengan keras tanpa melihat april dengan segala luka ditubuhnya

BRAK

"Kapan aku disayang papa"ucap april kemudian ia tertidur karena lelah menaggis

Cambukan yang diterima , tamparan keras tendangan yang kuat sudah biasa ia terima kalau nilai yang turun, namun mengapa tetap sakit padahal sudah hampir terbiasa, banyak ketakutan  membuat April takut, bagaimana tidak takut hanya nilai 98 April mendapatkan pukulan keras dari papanya


" Tuhan kapan badai ini selesai"

"Luka Anak Terakhir "Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang