"Apa kamu ga bisa mencontoh kakak kamu yg bisa bangga kan mama dan papa" ucap papa emosi
"Maaf pah ucap april sambil terisak
"Dasar anak ga berguna, untuk apa saya menyekolahkan kamu tinggi tinggi tapi tak ada yg saya dapatkan dari kamu "ucap papa sambil mengambil ikat pinggang dan memulai memukul dan menampar april
"Pap udh sakit "ucap april sambil menangis memeluk tubuhnya yg sudah merah tapi seakan papa yg tidak mendengar teriakkan putrinya yg sudah menangis dan kesakitan
CATS
CATS
CATS
PLAK
PLAK
PLAK
Setelah papa April puas dengan apa yg ia lakukan langsung keluar dari kamar april dan membanting pintu dengan keras tanpa melihat april dengan segala luka ditubuhnya
BRAK
"Kapan aku disayang papa"ucap april kemudian ia tertidur karena lelah menaggis
Cambukan yang diterima , tamparan keras tendangan yang kuat sudah biasa ia terima kalau nilai yang turun, namun mengapa tetap sakit padahal sudah hampir terbiasa, banyak ketakutan membuat April takut, bagaimana tidak takut hanya nilai 98 April mendapatkan pukulan keras dari papanya
" Tuhan kapan badai ini selesai"

KAMU SEDANG MEMBACA
"Luka Anak Terakhir "
Teen Fiction"berisik yg hujan gak seberisik manusia " Aprilia " Dimana rumah untuk aku pulang " " Segala luka sudah aku rasakan tapi kapan segala kebahagiaan datang " " Jangan lupa untuk menjadi rumah untuk diri sendiri "