Semoga suka sama karya seni tulisan aku
Happy reading....
.
.
.
.
.
.
..
.
..
.
..
.
.April pulang bersama jevan yang dimana saat menuju rumah April mereka kecelakaan, yang dimana jevan terlempar dari mobil sehingga mereka berpisah ditempat itu .
Kecelakaan yang dialami jevan dan April menyebabkan jevan tidak selamat akibat benturan keras dibagian jantung.
" Aku gak percaya kamu ninggalin aku secepat itu van , " aprili menatap foto jevan dan memeluknya erat
" Benar yang kamu bilang bawa aku menjadi cinta terakhir kamu , tapi apa mungkin aku menjadikan kamu sebagai cinta terakhirku" bibir bergetar, isakan dari mata April terus membasahi wajannya tanpa peduli dengan luka jahitan diperutnya.
Pintu kamar april diketok oleh kedua kakaknya
Tok
Tok
Tok
" Buka pintunya April kita mau masuk ke kamar loh " ucapan salah satu dari kakaknya membuat April gemeter dengan rasa takut dan khawatir
" Iya kak sabar " April menatap figuran foto tersebut lalu meletakkan di meja belajarnya.
" Loh kok buka pintu lama banget capek nih kali gue nungguin loh " ucap siska sambil menatap April dengan tatapan malas
" Gak boleh gitu sis hargai April". ucap Alona kakak April yang pertama sambil tersenyum
" Maafin aku kak udah lama buka pintunya" April berbicara dengan senyuman manis namun dibalik senyuman manis itu ada luka didalamnya
" Yaaa , loh dipanggil papa keruangan kerjanya " ucap siska
" Mau ngapain? Tanya April dengan serius dia takut jika dirinya dipukulin oleh papanya, Karena satu kesalahan saja
" Mana gue tau ". Perkataan Siska membuat April gemeter, dia bingung bagaimana jika papanya menyakiti dirinya
" Jangan bengong Pril nanti kesambet loh " perkataan alona menyadarkan April dan langsung bergegas ke ruang kerja papanya
" Pah April izin masuknya " tidak ada suara ataupun gerak gerik papanya
Hampir semenit April menunggu kedatangan papanya namun tidak ada tanda-tanda papanya membuat dirinya ingin keluar namun dirinya berhenti saat mendengar suara yang sangat besar dan tegas
"Mau kemana kamu Pril ada hal yang ingin papa bahas dengan kamu ? Perkataan papanya membuat April penasaran dengan yang ingin dibahas papanya
" Mau bicara apa emangnya pah " ketakutan yang dialami Apri membuat dirinya menunduk
" Kamu sudah saya jual dengan orang lain" perkataan itu membuat April menatap papanya
" Kamu harus melayani mereka dengan tubuhmu mengerti! April syok berat mendengar itu semua yang sekarang dalam pikiran April
" Kapan badainya selesai Tuhan "

KAMU SEDANG MEMBACA
"Luka Anak Terakhir "
Teen Fiction"berisik yg hujan gak seberisik manusia " Aprilia " Dimana rumah untuk aku pulang " " Segala luka sudah aku rasakan tapi kapan segala kebahagiaan datang " " Jangan lupa untuk menjadi rumah untuk diri sendiri "