HAPPY READING
***
"Hihihiii... Anak Ibu sudah cantik! apakah putri Ibu ini mau berlibur bersama Ayah? baiklah setelah ini kita akan berlibur bersama dengan Ayah dan juga kakak Tristan!"
Noah yang duduk diam dikursinya dengan memperhatikan istrinya yang sudah kehilangan akal sehatnya sedang bermain dengan boneka yang ia anggap adalah putrinya.
Noah mengunci istrinya sendiri didalam kamar yang lumayan luas.
"Huh..."
Noah menginjak putung rokoknya dan berdiri berjalan kearah istrinya dan mengambil boneka yang sedang dibawa olehnya.
"Apa yang kau lakukan! kembalikan anakku! aku tidak akan membiarkan siapapun melukainya, jika kau mau membunuh seseorang maka bunuh saja aku! kembalikan putriku!!!"
"Kau ingin aku mengembalikan putrimu ini? ambil saja kalau kau bisa, istriku yang manis..."
Sara berlompat untuk mengambil boneka yang sengaja Noah angkat agar Sara tidak bisa mengambilnya.
"KEMBALIKAN!"
"Ambil saja kalau bisa."
"Pembunuh!"
"Iya?"
"Pembunuh! kau pembunuh!"
"Ya..."
"Pria bajingan—"
Mendengar itu Noah menampar pipi kana istrinya sehingga membuatnya oleh dan jatuh kelantai.
Noah meniup telapak tangannya karena merasa kotor setelah menyentuh pipi istri tidak waras.
"Aku akan membawa anakmu ini."
"TIDAK! JANGAN, KEMBALIKAN PUTRIKU!!"
Noah benar-benar senang melihat wajah itu, wajah yang memohon kepadanya namun Noah tidak mau memberikan bonekannya.
Sara memegang kaki Noah dan memeluknya sambil meminta untuk dikembalikan putrinya namun Noah hanya meliriknya saja.
Noah pun melempar bonekanya kelantai dan segera Sara mengambilnya dan memeluk boneka itu seperti Ibu yang khawatir anaknya terluka.
Noah melihat jam ditangannya, dan sudah saatnya ia kembali kepekerjaannya dan kembali mengunci pintu kamar yang hanya ia tahu dan juga Jake.
FLASHBACK ON
Salah satu dokter menggendong bayi perempuan yang sangat kecil dan juga masih ada bekas darah ditubuhnya.
Noah yang melihat itu hanya diam saja tanpa expresi.
Noah melihat dokter yang lainnya sedang sibuk menyelamatkan nyawa istrinya karena pendarahan yang ia alami sangatlah banyak sehingga rahim istrinya terpaksa diangkat namun itu tidak membuat Noah sedih sama sekali.
"Maaf tuan... kami tidak bisa berbuat apa lagi pada nyonya... Kami mohon maaf."
Semua dokter dan juga perawat pergi keluar dari kamar namun hanya tersisa satu dokter yang tidak lain dia adalah dokter setia milik Noah yang selalu bekerja sama dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dangerous Fire
ActionTentang Noah William yang tekenal akan bisnis ilegalnya serta rumor yang mengatakan kalau Noah tidak membutuhkan keturunan yang membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mengambil apa yang Noah miliki saat ini.
