Di ruang tamu yang hangat, Sean dan keluarganya sedang menikmati sarapan yang telah Mamah siapkan sejak pagi. Aroma nasi hangat dan telur dadar masih terasa di udara, bercampur dengan wangi teh manis yang baru dituangkan ke dalam gelas.
Suasana pagi itu terasa santai. Papah, Mamah, dan Sean mengobrol ringan sambil menikmati makanan di meja makan. Sesekali terdengar suara sendok beradu dengan piring, diselingi tawa kecil yang datang tanpa beban.
Namun, di tengah percakapan yang mengalir biasa itu, Papah tiba-tiba meletakkan sendoknya dan berbicara dengan nada lebih serius dari biasanya.
"Mah, Dek. Papah ada kerjaan di luar kota, dan proyeknya bakal berlangsung cukup lama. Jadi, kita harus pindah ke sana."
Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa peringatan yang cukup lembut untuk ditangkap Sean.
Ia yang sedang mengunyah langsung menoleh.
"Terus sekolahku gimaana, Pah?" tanyanya cepat, hampir refleks.
Papah tidak terlihat ragu. "Papah udah daftarin kamu ke sekolah unggulan di sana."
Hening sejenak.
Sendok di tangan Sean berhenti bergerak. Ia menatap meja makan, lalu ke arah jendela, seolah mencari sesuatu untuk dijadikan alasan menunda kenyataan itu. Raut wajahnya berubah pelan—bukan marah yang meledak, tapi kesal yang tertahan, seperti sesuatu yang baru saja diputuskan tanpa sempat ia ikut bicara.
Rumah, teman-teman, rutinitas, bahkan sudut-sudut kecil yang sudah ia hafal—semuanya seperti tiba-tiba dipindahkan tanpa persetujuan.
"Nanti kita bahas lagi. Sekarang sarapannya dihabisin dulu," sela Mamah, berusaha menurunkan tensi yang mulai terasa di meja makan itu. Suaranya lembut, tapi cukup tegas untuk menghentikan percakapan sebelum berubah menjadi perdebatan.
Sean tidak menjawab. Ia kembali menatap makanannya, tapi nafsu makannya perlahan hilang.
Hari kepindahan itu akhirnya tiba.
Sejak pagi, rumah yang biasanya tenang berubah menjadi lebih sibuk dari biasanya. Kardus-kardus besar sudah tersusun di beberapa sudut ruangan. Sean sibuk mengemas barang-barang miliknya—buku, pakaian, dan beberapa barang kecil yang menurut orang lain mungkin tidak penting, tapi baginya punya cerita masing-masing.
Sesekali ia membantu Papah mengangkat barang, atau Mamah yang mengatur peralatan dapur agar lebih mudah dipindahkan. Gerakannya memang membantu, tapi pikirannya tidak sepenuhnya di sana.
Meski masih berat meninggalkan tempat lamanya, Sean memilih diam dan menyelesaikan semuanya tanpa banyak protes. Ada bagian dari dirinya yang merasa, tidak peduli seberapa lama ia menolak, pada akhirnya rumah ini tetap akan kosong juga.
Ketika semua sudah siap, mereka berangkat.
Perjalanan menuju kota baru memakan waktu cukup lama. Mobil melaju menyusuri jalan tol yang padat, melewati deretan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis yang semakin rapat seiring perjalanan. Kendaraan berlalu-lalang tanpa henti, lampu lalu lintas berganti warna, sementara papan reklame berukuran besar memenuhi sisi jalan. Pemandangan yang dilihat Sean terasa begitu berbeda dari kota tempat ia tumbuh.
Sean menyandarkan kepalanya ke jendela mobil. Sejak mengetahui kabar kepindahan itu, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Ia bukan takut pada kotanya, melainkan pada kehidupan baru yang menunggunya. Sekolah baru, lingkungan baru, teman-teman yang belum dikenalnya—semuanya terasa asing. Di benaknya, kota sebesar ini justru membuatnya merasa akan lebih mudah menjadi orang yang tidak dikenal di tengah keramaian.
Beberapa saat kemudian, mobil berbelok memasuki sebuah kawasan perumahan yang tertata rapi. Di gerbang depan, seorang petugas keamanan menyapa sambil mengangkat palang. Jalan di dalam kompleks tampak lebar dengan deretan pohon peneduh yang berjajar di sepanjang trotoar. Rumah-rumah bergaya modern berdiri berjejer dengan halaman yang terawat, sementara beberapa anak terlihat bersepeda dan bermain di taman kecil di tengah kompleks.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman Rahasiaku [BxB] (SEGERA TERBIT)
Fiksi UmumAda orang yang kita kenal lewat tatapan. Ada orang yang kita kenal lewat percakapan. Dan ada orang yang tanpa sadar sudah menjadi bagian dari hidup kita, bahkan sebelum kita mengetahui siapa mereka sebenarnya.
![Teman Rahasiaku [BxB] (SEGERA TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/367594146-64-k388941.jpg)