Terjebak Dengannya?

64.8K 1.3K 31
                                        

Pagi hari yang cerah, Sean terbangun tepat pukul 05.35. Cahaya matahari yang masuk melalui sela tirai membuat kamarnya terlihat lebih terang dibanding biasanya. Dengan mata yang masih sedikit berat, ia meraih ponselnya di atas meja samping ranjang untuk mematikan alarm yang baru saja berbunyi.

Sean duduk beberapa detik di tepi kasur sambil mengusap wajahnya pelan. Kepalanya masih terasa mengantuk, tetapi hari itu ia tidak ingin terlambat lagi seperti kemarin.

Namun, sebelum benar-benar bangun, pikirannya justru melayang ke kejadian semalam. Kejadian memalukan yang masih membuatnya ingin mengubur diri hidup-hidup kalau mengingatnya.

Sean langsung menggeleng cepat.

Ia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi sebelum pikirannya semakin ke mana-mana.

Setelah mandi dan mengenakan seragam, Sean merapikan perlengkapan sekolahnya. Beruntung, semua buku sudah ia susun sejak malam sebelumnya sehingga tidak perlu terburu-buru mencari apa pun.

Saat keluar kamar, aroma sarapan langsung menyambutnya.

Mamah keluarr dari dapur sambil membawa semangkuk sup hangat, "Mau bawa bekal nggak, Dek?"

Sean menggelengkan kepala sambil menyendok nasi ke piringnya. Setelah sarapan dan memastikan semua perlengkapannya lengkap, Sean berpamitan kepada Mamah.

Seperti biasa, Sean memesan ojol untuk pergi ke sekolah dan berangkat sekitar pukul 06.20.

Udara pagi terasa segar selama perjalanan. Angin berembus pelan menerpa wajahnya. Jalanan belum terlalu ramai sehingga perjalanan terasa lebih nyaman dibanding kemarin. Lalu sebuah notifikasi chat muncul di layar.

Pesan tersebut dari teman onlinenya.

Tak lama kemudian, Sean tiba di depan sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak lama kemudian, Sean tiba di depan sekolah. Ia langsung menutup ponselnya lalu berjalan menuju kelasnya. Saat baru masuk, seseorang langsung menyapanya dari bangku belakang

"Oi, anak baru!"

Sean menoleh. Kai sudah melambaikan tangannya seolah mereka sudah berteman sejak lama.

"Pagi. gimana? Masih betah sekolah di sini?" Tanyanya.

"Baru dua hari."

"Ya siapa tahu aja nyesel."

Sean terkekeh kecil lalu duduk di sampingnya.

Mereka berbincang ringan sambil menunggu bel masuk berbunyi. Sebagian besar murid masih mengobrol atau sibuk dengan ponsel masing-masing.

Sampai akhirnya—

Kriinngggg...

Seluruh murid segera duduk di tempat masing-masing. Guru mata pelajaran masuk ke kelas dan pembelajaran dimulai seperti biasa. Namun, Sean dan Kai yang duduk di pojok kanan belakang justru lebih sering bercanda dibanding memperhatikan pelajaran.

Teman Rahasiaku [BxB] (SEGERA TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang