Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat malam
Apa kabar? Yang udah kenal pasti udah ga asing ya
Disini aku kembali bawa cerita baru. Jika ada positifnya bisa diambil dan negatifnya buang jauh-jauh.
Cerita ini hanya sekedar fiksi, jika ada kesamaan tokoh/karakter/alur/tempat itu bukan sebuah kesengajaan. Jadilah pembaca yang bijak.
Jangan lupa kewajiban sebagai seorang muslim!
Selamat membaca
01. Awal Baru
Sejak selesai sholat subuh seorang gadis sibuk bersiap-siap, kini hanya tinggal menggunakan khimar berwarna senada. Merasa puas dengan penampilannya gadis itu segera meraih tas dan jas almamater yang sudah dia siapkan sejak semalam.
Gadis itu adalah Nazima Adira Alifa Al-Ghifari, putri sulung dari keluarga Ghifari yang baru saja berulang tahun ke 19. Dengan perlahan Adira menuruni anak tangga dan berjalan ke ruang makan. Di sana sudah ada Umma Aira dan Baba Zaidan, orang tua Adira.
"Assalamualaikum! Selamat pagi Umma-Baba," sapa Adira mencium pipi ummanya.
"Wa'alaikumussalam," jawab Umma Aira dan Baba Zaidan bersamaan.
Adira segera meletakkan tas dan jas almamaternya di kursi. Lalu kembali menghampiri Umma Aira yang kerepotan membawa sarapan pagi ini. "Kakak aja yang bawa," ucap Adira.
Setelah semuanya tertata di meja makan, Adira baru sadar jika adik laki-lakinya belum bergabung untuk sarapan bersama mereka. "Aldo mana, Ma?"
"Tadi Baba panggil masih siap-siap, coba Kakak cek," pinta Baba Zaidan.
Tanpa menolak, Adira segera naik ke lantai dua, kamar adiknya. Letak kamarnya dan Aldo hanya bersebelahan, yang membedakan adalah hiasan pintu.
Tok tok tok. Adira terus mengetuk pintu sampai akhirnya pintu dibuka oleh si empu.
"Lama banget! Lagi ngapain?"
"Kamar mandi," jawab Aldo. Remaja itu kembali masuk ke kamar tanpa menutup pintu, dia mengambil tas dan jaket. Lalu kembali keluar mengajak kakaknya untuk kembali turun.
Adira mengikuti adiknya dengan patuh, di saat seperti ini Adira sering merasa jika dialah yang seharusnya menjadi adik. "Ini Kakak yang kurang gizi atau Aldo yang over gizi?" tanya Adira dengan wajah polos.
"Namanya cowok Kak," jawab Baba Zaidan. "Kakak cepat sarapan. Hari ini Baba yang antar."
"Umma?" tanya Adira meminta penjelasan. Dia masih ingat, semalam dia sudah mendapat izin untuk menggunakan motor.
"Motornya mau gue pake. Motor gue masuk bengkel. Khusus hari ini aja," ucap Aldo.
"Kan bisa dianter Baba, Do!"
Aldo menghadap pada kakaknya, tersenyum dengan manis. "Kak Dira, kakak gue yang paling cantik, hari ini aja ngalah sama adek."
Mata Adira membulat karena terkejut, sejak kapak adiknya bisa berkata manis seperti ini. "Baba-Umma," panggil Adira membuat keduanya menoleh. "Aldo punya pacar ya?"
Pertanyaan polos kakaknya membuat Aldo yang sedang minum tersedak. "Uhuk uhuk, kalo ngomong lemes bener," heran Aldo.
"Siapa tau kan?" ujar Adira santai.
Muhammad Aldo Alif Al-Ghifari, remaja SMA ini dikenal nakal dalam keluarga tapi beda jika sudah ada diluar. Dia akan berubah menjadi laki-laki dingin bagaikan es kutub.
"Tanya temen-temen gue kalo gak percaya," tantang Aldo.
****
Setelah perdebatan sebelum berangkat tadi, Adira berakhir dengan di antar oleh Baba Zaidan. Sedangkan Aldo menggunakan motor milik Adira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terima Kasih Dylan✓
SpiritualNazima Adira Alifa Al-Ghifari, gadis berusia 18 tahun yang baru masuk ke dunia perkuliahan. Di usia yang baru beranjak dewasa ini merupakan masa pencarian jati diri. Di masa ini pula, dia jatuh cinta. Jatuh cinta adalah fitrahnya manusia, setiap man...
