Happy reading
Sekarang mobil Aldo sudah sampai di Halaman Mansion Arsa dan Vano
Ding ding dong (suara bel)
Gdor gdor gdor
"BANG ARSA...BANG VANO ZEIN YANG GANTENG INI DATANG TOLONG BUKA PINTU NYA!!"teriak Zein yg menggelegar di dalam maupun di luar rumah yg membuat semua orang menutup telinga nya dan dia menggedor pintu Mansion Arsa dan Vano yg besar tersebut
Reza dan Aldo hanya menghela nafas saat Melihat Zein seperti itu. Zein tidak pernah Berubah itu lah pikiran mereka
Clek
"Astaga Zein bisa nggak sih lo kalau datang ke rumah orang jangan teriak kayak tadi....ini Rumah bukan hutan Zein"omel Vano
"Iya kan kalau nggak gitu mana Ada yg mau bukain pintu....dan iya ini memang rumah bukan hutan kata siapa ini Hutan"ucap Zein yg membuat Vano harus sabar menghadapi sifat adek kecil nya ini
"Bang gak disuruh masuk nih"ucap Reza
"Ya udah yuk masuk"ucap Vano
Reza dan Aldo pun masuk sementara Zein dia sudah dari tadi masuk dan Langsung duduk diruang tamu sambil menonton Film kesukaan nya
Doraemon
Sementara ketiga pria tersebut hanya geleng-geleng dengan sifat Zein tersebut
"Ya udah kalian duduk dulu abang mau manggil Bang Arsa dulu"ucap Vano sambil berjalan keatas menuju kamar Arsa
"Iya bang"ucap Reza dan Aldo
Mereka berdua pun duduk disamping Zein. Lalu datang Bik Asih Pembantu di Mansion Arsa dan Vano
"Silahkan diminum den"ucap Bik Asih
"Terima kasih bik"ucap Zein sambil tersenyum manis sementara Reza dan Aldo hanya berdehem
"Iya den kalau gitu bibik kedapur lagi... permisi"ucap bik Asih diangguki oleh Zein
Lalu turun lah Arsa dan Vano,mereka pun Langsung duduk di Ruang tamu
"Lah bang mana Kak Ayu dan Kak Naomi?"tanya Zein saat tidak Melihat kedua kakak cantik nya tersebut
"Naomi dan Ayu mereka sedang berada di Jepang karena Naomi punya urusan disana sementara Ayu dia ikut Naomi karena dia juga punya urusan dan mungkin besok mereka pulang"ucap Arsa dan diangguki Zein
"Kenapa kalian datang kesini"ucap Vano yg dibalas tatapan sinis oleh Zein
"Kenapa nggak seneng...kami kesini"sinis Zein
"Nggak loh maksud abang itu tumben banget"ucap Vano santai
"Kan Zein mau jelasin kenapa Zein bisa bertransmigrasi ke tubuh nih cowok sama mau ngambil Dofan"ucap Zein
"Ooo ya udah jelasin kenapa kamu bisa bertransmigrasi ke tubuh tuh cowok"ucap Arsa
Lalu Zein pun menjelaskan cerita nya dari Awal (maaf ya author nggak jelasin karena author males)
"Dan nih cowok minta Zein untuk membuat keempat abang nya sayang lagi sama dia"ucap Zein
"Hmmm....jadi gitu tapi ingat kamu harus Hati-hati"ucap Arsa
"Kenapa harus Hati-hati?"tanya Zein
"Karena sifa itu orang yg nekad tidak perduli jika kau Mempunyai kami berempat....dia akan melenyapkan orang yg menghalangi tujuan nya"ucap Reza karena dia sudah menyuruh orang untuk menyelidiki tentang Sifa
"Iya kami tidak ingin kehilangan kau lagi untuk Kedua kali nya"ucap Vano
"Baiklah nanti Zein bakalan lebih hati-hati"ucap Zein yakin
"Dan kami akan terus mengawasi mu Zein"ucap Aldo
"Ahhh..... Zein beruntung deh punya kalian berempat"ucap Zein dan memeluk keempat lelaki tersebut lalu melepaskan pelukan nya
"Oh ya bang Zein mau ke atas dulu mau ambil Dofan"ucap Zein
"Iya sayang"ucap Arsa
Lalu Zein keatas ke kamar lama nya yg penuh dengan kenangan
Lalu Raut wajah keempat lelaki yg tadinya santai Sekarang berubah menjadi serius
"Aldo, Reza aku ingin kalian terus menjaga Zein disekolah.. karena yg aku tahu menurut informasi yg ku dapat kan Sifa memiliki sedikit gangguan jiwa yg dimana dia bisa saja berbuat nekad,tidak perduli siapa orang nya"ucap Vano. Kenapa Vano bisa tau yah kan dia seorang King Mafia jadi mencari informasi seperti itu kecil bagi nya
"Siap bang"ucap Aldo dan Reza
"Dan kalian harus ingat kalau Zein sudah sampai kesabarannya Zein habis, dia akan di kuasai oleh Amarah maka itu sangat Berbahaya"ucap Arsa
"Yah....kami tahu itu...kami tidak ingin kejadian 4 tahun yg lalu terulang kembali"ucap Aldo
"Dan karena hal itu yg membuat Zein atau Zain hampir kehilangan nyawa nya"ucap Reza sendu saat mengingat dia hampir saja kehilangan sesuatu yg berharga dihidup nya
"Iya....maka nya aku dan bang Arsa meminta kalian mengawasi Zein karena kami tidak dapat selalu di sisi Zein"ucap Vano
"Baiklah bang"ucap Reza dan Aldo
"Bang Vano Mana coklat Zein yg Zein simpen di Kamar Zein!!"teriak Zein sambil turun dari tangga dengan memegang Dofan (Boneka Doraemon)
Lalu Zein Langsung berdiri menghadap Vano dengan wajah cemberut
"Hehe....Maaf dek Abang makan soal nya kan kamu nggak datang-datang jadi abang makan dari pada Basi"ucap Vano santai
"Is abang mana ada basi kalau abang simpan dalam kulkas lagian coklat itu baru beberapa hari bukan beberapa Bulan jadi nggak mungkin basi"ucap Zein kesal
"Sudah-sudah nanti abang beliin coklat yg lebih banyak buat prince"ucap Arsa
"Ah.... makasih abang"ucap Zein sambil memeluk Arsa dan dibalas oleh Arsa
"Sekarang kamu pulang pasti orang tua kamu khawatir sama kamu"ucap Arsa lalu Zein melepaskan pelukan nya
"Oke bang kalau gitu Zein pergi dulu dan jangan lupa coklat nya"ucap Zein lalu pergi keluar dengan wajah Gembira sementara Semua orang hanya geleng-geleng Melihat tingkah laku Zein
"Kami juga bang pamit dulu"
"Hati-hati kalian"
Lalu mobil Aldo pun melesat menjauh dari Mansion Arsa dan Vano.
TBC.......
Typo tandain......
Kira-kira apa yang terjadi 4 Tahun yg lalu? Baca terus cerita ini sampai tamat oke.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi pemuda polos
FantasyZain Vavileo adalah seorang pemuda polos yang bertransmigrasi menjadi Zein Fadel Wijaya. Seorang pemuda yang gay.....
