Happy reading
Masih di rumah sakit
Didalam Ruangan Zein,bukan hanya Arsa,Vano,Aldo,Reza,Satria,dan Kenzo dkk tapi juga Ada Daren, Rianti,Ryan,dan Sahabat-sahabat nya Zein
"Hiks pa anak kita pak hiks"tangis Rianti saat Melihat sang bungsu terbaring lemah di tempat tidur
"Sudah mah jangan nangis nanti Zein sedih saat melihat mama nya kayak gini"ucap Daren lalu memeluk sang Istri, sebenarnya Daren juga khawatir sekaligus sedih saat melihat kondisi sang putra tercinta
"Hiks.... Zein kenapa lo bisa kayak gini hiks"tangis Arif
Sementara Sahabat Zein yg lain hanya diam dengan Air mata yg mengalir di wajah mereka, Rayyan yg paling bersikap dewasa pun memberikan pengertian kepada sahabat nya,ya walaupun hati nya juga sedih
Kalau Ryan dia hanya diam memikirkan Sifa,dia sudah Melihat Video Leon, dia terkejut saat Mengetahui sifa adalah seorang Jalang. Dia terus menatap sendu Zein
'Dek maafin abang dek....abang mohon tolong bangun lah'batin Ryan sedih
Sementara Reza dia menatap semua abang Zein
'Seperti yg bilang Zein benar adanya, sebentar lagi kejadian tersebut akan terjadi kembali' Batin Reza
Clek
Pintu ruangan Zein terbuka menampilkan seorang pria Paruh baya dengan Pakaian Formal nya yg membuat dia terkesan Gagah
Semua orang menatap nya bingung kecuali Arsa,Vano,Aldo, dan Reza mereka menatap pria paruh baya itu tidak percaya
"Dimana Arsa Yoga Harsatya?"tanya Pria parubaya tersebut
"Papih"lirih Arsa
"Arsa"panggil sang ayah
Lalu Arsa mendekati sang ayah dan memeluk nya dengan erat
"Hiks.... ternyata papi masih hidup Arsa kira papih udah tiada 4 tahun yg lalu"tangis Arsa
"Enggak boy papih masih hidup....maaf papih lama menemui mu"ucap Pria parubaya tersebut
EDWARD DEIGO HARSATYA ,atau biasa dipanggil Edward dia adalah Papi kandung Arsa,dan Ayah angkat Vano dan Zain
"Mana Vano?"tanya Edward saat sang putra melepaskan pelukan nya
"Papih"panggil Vano lalu memeluk sang papih dan melepaskan nya
"Ternyata kamu nambah ganteng ya"ucap Edward Sambil mengusap rambut Vano dengan Kasih sayang
"Iya iya lah Vano gitu loh"ucap Vano yg membuat Edward terkekeh
"Om"panggil Reza dan Aldo lalu bertos ria ala-ala pria dengan Edward
"Eh..Reza, Aldo... ternyata kalian sudah besar ya"ucap Edward
"Iya om"ucap mereka serempak
"Oh ya kenapa kalian di rumah sakit?"bingung Edward, karena saat dia ke Mansion Arsa tapi dia tidak ada lalu dia menyuruh Bodyguard nya untuk mencari sang putra karena takut terjadi apa-apa dan dia mendapat kan kabar bahwa Arsa di rumah sakit,lalu dia bergegas ke rumah sakit karena dia khawatir kalau sang putra terluka
"Biar Arsa jelasin di luar pih...ayok"ucap Arsa lalu mengajak Edward keluar
Sementara di dalam Ruangan , suasana hening
"Ehem.... tuan Vano tadi siapa nya Tuan Arsa?"tanya Daren sopan
"Oh dia adalah ayah kandung bang Arsa dan ayah angkat saya juga adik kecil saya,tapi tiba-tiba dia menghilang empat tahun yg lalu"ucap Vano
Sementara Daren hanya mangut-mangut,lain hal nya dengan Reza sedari tadi menatap tajam Keempat abang Zein
Clek
Lalu Arsa dan Juga Edward masuk,Arsa sudah menjelaskan bahwa Zain bertransmigrasi ke tubuh Zein
Edward menatap sendu dan juga menatap rindu Zein,tapi dia menahan nya karena tidak mau semua nya terbongkar
"Hem....apa kah kalian menyesal?"tanya Reza datar membuat semua orang menatap kepada nya
"Apa maksud mu Reza?"tanya Aldo dingin
"Aku bertanya kepada keempat abang kandung Zein,apakah mereka menyesal telah mencampakan Zein yg merupakan harta yg sangat berharga di dunia atau Mereka masih peduli kepada Sifa yg merupakan Sampah di dunia ini"ucap Reza dingin
Sementara keempat abang kandung Zein hanya menundukan kepalanya sungguh mereka menyesal Karena telah mencampakan Zein
"Iya kami menyesal"ucap mereka serempak
"Oke kalau gitu kalian peluk Zein bareng-bareng,dan bilang kalau kalian menyesal"ucap Reza yg membuat orang bingung
"Apa yg kau maksud Reza?"tanya Vano dingin,jujur Vano tidak suka jika adik nya di sentuh apa lagi dipeluk oleh kuman seperti mereka
"Tenang lah bang ikuti saja"ucap Reza santai
Keempat abang Zein pun memeluk Zein dan mereka pun mengeluarkan unek-unek mereka
"Hiks Zein bangun jangan bikin abang khawatir, abang sadar bahwa abang sayang sama kamu, abang mohon bangun"tangis Ryan
"Hiks Zein bangun nanti abang janji beliin boneka Doraemon buat kamu, tolong bangun lah Zein, abang sayang sama kamu"tangis Satria
"Abang salah Zein seharusnya abang Lebih percaya sama adik abang sendiri daripada dengan wanita sialan itu, bangun Zein abang rindu ocehan kamu, senyum mu,wajah cemberut mu, pokok nya abang rindu kamu abang mohon bangun lah"ucap Raka sambil menangis
"Zein abang tahu, abang salah karena selalu cuek sama kamu, abang tahu bahwa abang ini memang nggak pantes dapat maaf dari kamu,tapi abang mohon kamu bangun lah Abang janji kalau kamu udah sadar,abang bakal Zein bawa kamu jalan-jalan bangun lah Zein"Ucap Raja sambil menangis
Keempat abang Zein itu menangis sambil memeluk tubuh Zein dan mencium pipi, kening,hidung,dan mata Zein,yang membuat semua orang sedih Melihat keempat orang yg sering disebut orang terkejam setelah AVLR (Arsa, Vano, Aldo, Reza), sementara AVLR memandang khawatir Zein karena mereka tahu bahwa jika misi Zein sudah selesai maka kejadian 4 Tahun yg lalu bakal terulang kembali
Tiba-tiba Tangan Zein bergerak dan mata nya terbuka
"Abang"lirih Zein,mereka terkejut sekaligus bahagia saat Melihat Zein sadar
"Zein juga sayang abang dan sudah memaafkan abang"lirih Zein ternyata itu adalah jiwa Zein yg Asli dia senang karena abang nya sudah sayang lagi terhadap nya,maka dengan itu dia sudah bisa pergi dengan tenang
Lalu keempat abang Zein memeluk Zein dengan erat dan Mengucapkan kata Maaf
"Hust....sudah abang kalau abang nangis abang tambah jelek"lirih Zein sambil terkekeh
Mereka semua senang saat Melihat Zein sadar,lalu semua orang pun menyapa Zein satu persatu
.
.
Bersambung.....
Typo tandain......
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi pemuda polos
FantasyZain Vavileo adalah seorang pemuda polos yang bertransmigrasi menjadi Zein Fadel Wijaya. Seorang pemuda yang gay.....
