Chapter 9 : End ?

145 16 0
                                        

Jack's POV.

Aku terbangun akibat guncangan seseorang. Aku menatap geram orang itu.

"Apa yang kau lakukan?!"ujarku marah.

"Temani aku jalan jalan"ucapnya

"Aku sedang malas sekarang,Barbara!"ucapku dingin lalu berbalik arah berlawanan darinya.

Ia mengguncangkan aku kembali,apakah gadis ini tidak bisa meninggalkan aku sendiri.

"MATTHEWWWW!"teriakku kencang.

Matthew datang kekamarku dengan nafas yang terengah engah,mungkin karna ia berlari kesini.

"Ada apa?"ucapnya masih terengah engah.

"Kenapa kau membiarkan gadis ini masuk kerumah dan kekamarku?!"ucapku dengan menekankan tiap kata.

"Ia tidak mendengarkan omonganku dan langsung pergi kekamarmu"ucapnya.

Aku mendengus kesal dan menatap Barbara dengan tatapan membunuh sedangkan Barbara hanya tersenyum polos,tapi yang fake.

Annoying Girl!

Matthew keluar dari kamar,Barbara masih berdiri ditempat semula,aku bangun dan duduk ditepi ranjang.

"Kau ingin kemana memang?"tanyaku dingin.

Barbara menjadi sumringah mendengar pertanyaanku.

"Kemana saja,yang penting kau ada di sampingku"ujarnya dengan senyum polos but fake again.

Well,ia adalah mantan cinta pertamaku.Walaupun ia menghianatiku tapi aku masih tidak tega dengannya,entahlah.
Aku hanya merasa kasihan padanya.Ya,terkadang ia memang menyebalkan.

Aku pergi bergegas kekamar mandi.

▪✖▪✖▪✖▪✖▪✖▪✖▪

"Matt aku pergi dulu"ucapku padanya yang masih menatap layar ponselnya.

Ia hanya mengangguk untuk merespon ucapanku. Aku pergi keluar rumah diikuti dengan Barbara disampingku.

Aku memasuki mobil diikuti juga oleh Barbara.

Selama di mobil aku memilih untuk diam dan Barbara menatap keluar jendela.

"Naik apa kau tadi kerumahku?"tanyaku memecah keheningan.

Ia menatapku sebentar lalu membuka mulutnya.

"Naik taksi"ujarnya.

Aku kembali fokus menyetir.

"Johnson?!"panggilnya

Aku menoleh kearahnya sebentar lalu kembali fokus ke jalanan.

"Kita ingin kemana?"tanyanya.

Aku diam tidak menjawab pertanyaannya,ia diam dan menatap keluar jendela kembali.

Aku berhenti di suatu tempat yang cukup ramai.

"Aku lapar,kau tidak lapar?"ucapku dingin sambil membuka seatbelt.

Ia membuka seatbeltnya lalu ikut turun dan memasuki cafe.

Aku dan ia duduk di dekat jendela cafe,aku yang memilih tempat duduk ini karna aku lebih suka duduk didekat jendela.

"Ingin pesan apa?"tanya seorang pelayan dengan ramah

Aku melihat lihat menu begitu juga Barbara.

"Salad 1 dan orange juice 1"ucap Barbara

"Beef black pepper 1 dan coke 1"ucapku

The one and only you.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang