4.Apartemen Zico

5 2 0
                                    

HAPPY  READING


Gevan baru sampai ke rumah nya, setelah mengantar Ana, ia langsung tancap gas menuju apartemen Zico.

Ana masuk ke dalam rumah mewah nya tidak lupa mengucap salam. "ASSALAMU'ALAIKUM ANA PULANG!" teriak nya membuat ayah dan bundanya yang sedang menonton TV kaget.

"Ya ampun Na, gak usah teriak juga kali, untung jantung mama gak ke geser"" ucap Diandra mengusap dadanya.

Teo menggeleng pelan dengan kelakuan anaknya ini"gimana sekolah kamu? "tanya Teo

Ana cengengesan mendengar penuturan bundanya, lalu dia beralih menatap ayah nya yang bertanya. " baik kok yah, cuman kurang seru gak ada Gea"ucap nya lesu.

Teo mengangguk mengerti " ya udah ganti baju sana habis itu makan" ucap Teo perhatian.

"Iya, kamu ganti baju sana, udah bau tau" timpal Diandra pura pura menutup hidungnya.

Ana mendengus kesal "wangi gini di bilang bau, bunda mah". Diandra terkekeh pelan " bunda bercanda, udah sana naik, sekalian liatin Gea udah membaik apa belum" jelas nya.

Ana mengangguk lalu berjalan menaiki tangga, Ana menuju ke kamar Gea, dia membuka pintunya pelan takut Gea sedang tidur.

Ana melihat Gea yang ternyata sedang tertidur, dia mendekati nya lalu mengecek suhu badannya di kening. "udah gak terlalu panas" gumamnya, Ana menghela napas pelan menatap Gea.

"Cepat sembuh Gea"

߷TWINS߷

Zico dan kedua temannya itu sedang bersantai di ruang tamu, Dion dan Farel yang menonton bola dengan cemilan di tangan mereka, Zico yang sibuk dengan ponselnya.

Suara bel berbunyi membuat Zico berdiri untuk membukakan pintu, itu pasti Gevan, pikirnya.

ceklek

Tanpa mengucap salam atau sepatah kata pun, Gevan langsung masuk begitu saja membuat Zico mengumpat.

"Calon pacar gue udah lo anter Van? " ucap Farel kala melihat Gevan datang dan ikut duduk bersama mereka.

Gevan menatap tajam Farel "ngimpi"

Dion menahan tawa nya mendengar perkataan Gevan, "gak di restuin lo Rel, kasian" ucap nya tertawa puas.

Farel mendengus kesal " ya elah Van, gak ada dukung dukungnya lo jadi temen"

"mana mungkin Gevan mau punya adik ipar kaya lo" ledek nya.

"masa lo gak mau sih punya adek ipar yang ganteng nya masyaAllah ini " ucap nya menaikkan sebelah alisnya.

"dih, muka naudzubillah gitu di bilang masyaAllah" ucap Dion

"sialan lo! "

Dion tertawa terbahak bahak karena sudah berhasil membuat Farel kesal. Gevan di buat geleng geleng karenanya.

Gevan melirik Zico yang sedari tadi bermain ponsel, dia jadi kepikiran untuk bertanya tentang Gea dan Ana.

"Zic"

TWINS  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang