1B[06]

11 4 0
                                    

Zellia berjuang sekuat tenaga untuk melepaskan diri, sedangkan dua orang yang ada di depannya mulai membuka kancing seragam nya satu persatu.

Air mata begitu deras menuruni pipinya. Zellia bahkan sudah memohon untuk di lepaskan namun tidak ada niat baik dari gadis berkacamata di depannya.

Dia terjebak dan di lecehkan oleh kaumnya sendiri.

"Lepas! Kalian benar-benar sangat jahat. Lepasin gue!" Pinta Zellia. Tubuhnya masih memberontak sedangkan kancing seragamnya sudah habis terbuka menampilkan kaus dalamnya.

Zellia bergerak gelisah. Dia harus bisa kabur, harus. Bagaimana pun juga ini akan sangat memalukan, mungkin Zellia akan bunuh diri jika video itu sampai tersebar.

"Sekarang Lo baru tau kalau ada batasan yang gak boleh di lewati" ujar gadis berkacamata itu pada Zellia yang meronta-ronta dengan tangisannya.

Yang lainnya tertawa walau kewalahan menahan Zellia yang tenaganya tidak bisa di bilang lemah. Gadis itu sedikit banyaknya mirip seperti orang kesurupan.

Tepat ketika kedua gadis itu akan menyingkap kaus dalam Zellia, gadis itu berhasil lepas.

Dia berlari kencang menuju pintu utama gedung, keluar dari berlari sekuat tenaga. Air mata membasahi pipinya, hidungnya memerah dan nafasnya memburu. Tangannya sibuk menarik sisi kanan dan kiri seragamnya untuk menutup dirinya.

Goku!

Tujuannya hanya Goku!

Zellia berlari menuju taman belakang, berhenti sebentar untuk memperhatikan sekitar. Disana! Di sudut sana, dia bisa melihat Goku yang masih fokus dengan bukunya.

Secara otomatis, Zellia berlari ke arah Goku dan berdiri tepat di depan lelaki itu.

Tangisnya pecah kala Goku menaikkan pandangnya untuk menatap Zellia.

Tidak ada kata yang terucap. Goku hanya menatap tajam tanpa suara, memperhatikan penampilan Zellia dari atas hingga ke bawah.

Buku yang sejak tadi Goku baca, kini di tutup. Dia hanya fokus pada Zellia.
Pada tangan Zellia yang bergetar menahan seragam yang terbuka.

"Gue....gue__"

"Kamu mau jadi pacar saya?"
Potong Goku. Dia hanya ingin bertanya sebelum Zellia menyelesaikan kalimatnya.

Zellia kembali menangis. Ada rasa kesal namun juga malu. Seharusnya dia menerima ajakan itu sejak pertama Goku menawarkannya.

Sekarang saat kata itu terucap dari Goku, entah kenapa rasanya seperti terlepas dari beban berat.

Goku berdiri setelah meletakkan buku kesebelahnya. "Kamu mau?" Tanyanya lagi.

Zellia menaikkan pandangannya, membuat netranya bertatapan dengan netra Goku. Di detik selanjutnya dia mengangguk. Mengangguk untuk menerima Goku sebagai kekasih pura-pura nya.

Mengangguk untuk mempersatukan mereka sebagai kekasih pura-pura. Itu cukup adil namun terlalu terlambat.

Di depannya, Goku menghela nafas. Lelaki itu pergi dari sana sebentar lalu kembali dengan sebuah hoddie berwarna abu-abu. Goku membantu Zellia untuk memakai hoddienya.

"Sekarang beritahu pada saya, siapa yang melakukan ini?"
Kini wajah Goku berubah serius. Ini masalah serius. Sangat serius saat Zellia sudah berubah menjadi kekasihnya, walau hanya pura-pura.

"Gue gak tau namanya, tapi gue tau mukanya." Jawab Zellia.

Goku lalu menarik tangan Zellia pergi dari sana. Membawa gadis itu pada siapapun yang membullynya.

Love Gamble [1 Bulan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang