Ekstra Chapter - Three

201 15 2
                                        

Yerim mengerjapkan matanya menatap tangan kekar melingkar dengan sempurna di pinggangnya.

Yerim memejamkan matanya, 'apa yang sudah kita lakukan' gumam yerim

- Semalam-

Yerim masuk ke dalam kamar jaehyun, yerim menatap kamar dengan jendela besar tak berbeda seperti ruang tengah hanya saja pemandangan dari kamar sangat indah.

'cklek'

Yerim menoleh melihat jaehyun yang masuk ke dalam kamarnya sembari membawakan handuk dan beberapa alat mandi yang masih baru

"Mungkin kau membutuhkannya" ucap jaehyun

Yerim mengangguk, "terima kasih" ucap yerim mengambil handuk dan peralatan mandi dari jaehyun dan masuk ke dalam kamar mandi

Dikamar mandi yerim memejamkan matanya sambil memegang dadanya yang berdegup kencang

'kim yerim tenanglah' gumam yerim

Yerim menggelengkan kepalanya dan dengan segera membersihkan dirinya.

Yerim keluar dari kamar mandi sambil mengenakan baju yang dibawakan oleh sekretaris jaehyun

Dilihatnya jaehyun yang baru juga masuk sembari membawa beberapa makanan dan cemilan serta minuman hangat

"Sudah selesai? Ini untukmu" ucap jaehyun

Yerim mengangguk, "gomawo kau tak perlu repot repot" ucap yerim

"Tidak sama sekali, aku mau mandi dulu" ucap jaehyun melewati yerim sembari mengelus pelan rambut yerim

Wajah yerim memerah dan dengan cepat yerim duduk di ranjang milik jaehyun yang mengarah ke arah jendela.

Yerim meminum coklat hangat dan beberapa cemilan. Yerim beranjak dari kasur dan berdiri di depan jendela sembari mengambil beberapa foto pemandangan L.A

'cklek''

Yerim menoleh sekilas sebelum akhirnya kembali menghadap ke arah jendela. Namun pantulan dari jendela masih memperlihatkan jaehyun yang hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada.

"Bisakah kau menggunakan baju?" Ucap yerim

"Eum sorry" ucap jaehyun dan dengan cepat mengambil kaos di lemarinya dan memakainya

Jaehyun duduk di depan kasur menatap yerim yang berdiri di hadapannya sembari menatap pemandangan kota

"Mau kufoto?" Tanya jaehyun

Yerim menggelengkan kepalanya

"Kau pintar memilih tempat" ucap yerim tersenyum sekilas ke arah jaehyun

Jaehyun beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah yerim

"Tidak juga seseorang mengingatku akan hal ini, jadi aku memilih tempat ini karenanya" ucap jaehyun tepat berdiri di belakang yerim

Yerim tersenyum miris, "kau hidup penuh dengan kenangannya sepertinya" ucap yerim

Jaehyun tersenyum miring, "ya aku hidup dengan kenangannya, menurutmu apa dia hidup dengan kenangan yang aku berikan juga?" Tanya jaehyun

Yerim menggigit bibirnya tak menjawab ucapan jaehyun

"Kuharap dia masih memiliki perasaan itu, walaupun dia mungkin berhasil melupakanku" ucap jaehyun berhasil membuat air mata yerim menetes

"Eoh astaga sepertinya aku mulai mengantuk" ucap yerim berbalik dan terhenti melihat jaehyun berada tepat di belakangnya

"Kau menangis?"

Please [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang