Yerim memegang erat tangan jaehyun, kini mereka tiba di mansion
"Nona gwenchana?" Tanya bibi sambil menatap curiga jaehyun
"Gwenchana bi, bibi tolong bawakan kotak p3k eum" ucap yerim di gendongan jaehyun
"Baik nona" ucap bibi
"Dimana kamarmu?" Tanya jaehyun
Yerim menunjuk kamar yang berada di lantai 2
"Apa tak ada lift?" Tanya jaehyun
Yerim menggelengkan kepalanya dan tibalah mereka di kamar yerim
Jaehyun meletakkan yerim duduk di pinggir kasur
Yerim menatap jaehyun yang masih terluka dibagian wajahnya
"Oppa biar ku obati" ucap yerim memegang wajah jaehyun
Jaehyun mengambil kursi dan duduk di depan yerim
"Apa sekarang kau baru nurut padaku setelah aku bertindak sejauh ini kim yerim?" Tanya jaehyun
Yerim mengangguk, "mianhae" ucap yerim
"Kau tak seharusnya meninggalkanku saat itu, aku tak akan segila ini" ucap jaehyun dan mencium bibir yerim
'tok tok'
Yerim melepas ciuman mereka dan menatap ke arah bibi yang masuk ke dalam kamar sembari membawa kotak p3k
"Nona saya siapkan makanan ya dan minuman hangat" ucap bibi
Yerim mengangguk tersenyum, "gomawo bi" ucap yerim
Yerim pun mulai mengobati luka di wajah jaehyun
"Sssh"
Yerim tersenyum melihat jaehyun menahan sakit
"Bagaimana dengan johny yang kau pukul? Kau terlalu kasar oppa" ucap yerim
"Aku tak suka dia terlalu mengganggu" ucap jaehyun
Yerim menghela napasnya, "tapi jangan seperti itu dia tak bersalah dan dia banyak membantuku" ucap yerim
"Kau hamil?" Tanya jaehyun
Yerim mengalihkan tatapannya, "sudah selesai, oppa bisa pulang sekarang" ucap yerim mengalihkan pembicaraan
"Kim yerim" ucap jaehyun dingin berhasil membuat yerim terdiam
"Eoh" ucap yerim
"Baiklah, kau akan tinggal denganku" ucap jaehyun
"Oppa!"
"Wae? Kau mau mengatakan anak itu bukan anakku?"
Yerim menatap jaehyun yang sangat yakin
"Kau tau aku menunggu di depan mansion saat awal awal kau tiba tiba pergi begitu saja, dan aku melihat keluargamu memanggil dokter dan aku..."
"Oppa meminta informasi dari dokter itu kan"
Jaehyun mengangguk, "aku tau kau hamil anakku kim yerim, walaupun kau mencoba menjauh" ucap jaehyun
"Kita tak bisa bersama oppa" ucap yerim
"Wae? Apalagi yang tak bisa? Aku tak membuat kesalahan lagi kim yerim. Kenapa lagi?"
"Karena keluarga kita oppa, tak boleh ada pernikahan yang terjadi. Itu sudah turun temurun oppa" ucap yerim
"Mwo?"
"Kau tak tau sama sekali? Keluargamu tak memberi tahumu mengenai itu? Tak boleh ada ikatan pernikahan di keluarga kita oppa" ucap yerim
"Jadi kau meninggalkanku karena janji sialan itu?" Tanya jaehyun tak percaya
KAMU SEDANG MEMBACA
Please [END]
FanfictionJaehyun yang ikut taruhan dengan teman temannya untuk mendapatkan seorang wanita di sekolah mereka, Kim yerim. kira kira bagaimanakah kisah mereka berdua?
![Please [END]](https://img.wattpad.com/cover/356925045-64-k538536.jpg)