Ekstra Chapter - Four

160 13 2
                                        

Sudah 2 bulan lebih semenjak yerim dinyatakan hamil dan sudah 2 bulan juga yerim mengurung diri di mansion.

Entah sudah berapa kali panggilan dari nomor tidak diketahui ditolak oleh yerim bahkan mingyu sering menelponnya karena jaehyun yang terus menerus mengganggu mingyu

"Yak kalian sungguh tak ada hubungan?" Tanya tzuyu dari balik telpon

"Iya tzuyu sudah kubilang berapa kali sih" ucap yerim

"Yak kau tau minggu kemarin dia kembali dari L.A dan menemui mingyu oppa dalam kondisi mabuk dia terus berbicara melantur mengenai kalian di L.A. kau serius kim yerim?" Tanya tzuyu

"Iya aku serius kami tak ada hubungan sama sekali, itu hanya hubungan one night stand aja" ucap yerim memegang perutnya

"Hah bagaimana bisa kau tidur dengannya astaga" ucap tzuyu

"Sudah ya aku mau ke bandara mengantar harabeoji dan eomma appa" ucap yerim

"Dan kau tak kembali ke korea sungguh membuatku kesal kim yerim" ucap tzuyu

"Mianhae, aku akan kesana ketika kau melahirkan aku janji" ucap yerim

"Baiklah, kutunggu" ucap tzuyu

"Eum sudah ya bye tzuyu"

"Eum bye yerim"

Yerim mematikan sambungan telponnya.

Yerim keluar dari kamar, dilihatnya ayah dan ibunya nampak sibuk mengecek barang yang mereka bawa ke korea

"Apa sudah siap?" Tanya yerim

"Iya kamu sudah siap?"

"Nde appa" ucap yerim

"Biar appa yang bawa mobilnya, karena kamu nanti capek kembali sendirian"

Yerim mengangguk dan duduk di kursi penumpang bersama tuan kim

Sesampainya di bandara, yerim membawa tuan kim menuju pintu keberangkatan dan kedua orang tuanya yang membawa troli berisikan barang bawaan mereka

"Eomma dan appa akan merindukanmu yerim" ucap mereka memeluk yerim

Yerim mengangguk tersenyum, "aku akan merindukan eomma dan appa" ucap yerim

"Kau harus kembali yerim-ah"

"Nde eomma"

"Yer" panggil tuan kim

Yerim menundukkan badannya menatap tuan kim yang duduk di kursi roda

"Hati hati kalo mau kemana mana ya, dijaga kesehatannya, ingat yerim kamu bagian the Kims jadi jika butuh apa apa katakan saja eum" ucap tuan kim

"Nde harabeoji" ucap yerim

"Dan harabeoji sudah menyiapkan makanan coklat yang banyak dirumah, jika dilihat lihat akhir akhir ini kamu sering makan apalagi cokelat. Jadi harabeoji sudah meminta bibi untuk menyiapkannya untukmu"

Yerim tersenyum senang memeluk tuan kim, "terima kasih harabeoji" ucap yerim

"Kalo begitu kita masuk dulu ya"

"Eum bye bye appa eomma harabeoji. Hubungi aku jika sudah sampai" ucap yerim

"Eum bye yerimiii"

Yerim melambaikan tangannya sampai akhirnya keluarganya menghilang dari pintu keberangkatan.

Yerim pergi menuju mobilnya. Namun tiba tiba yerim merasa perutnya sedikit kram.

Yerim pun memilih duduk di coffeshop yang ada di bandara.

Please [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang