Ngga tau mau bilang apa, kecuali jangan lupa
Vote ya
•
•
•
HAPPY READING"GARANJING, BALIKIN BUKU GUE!!. "
"NGGA MAU, KASIH CONTEKAN DULU KE GUE, BARU GUE BALIKIN!!. "
"HEH, BUNGKUS NASI PADANG. BUKUNYA AJA SAMA LO BEGE. MINTA CONTEK YANG MANA LAGI LO!!. "
Suasana kelas 12 Ips 2 kini sangat rusuh, hanya karena perselisihan kecil Risa dengan Shagara yang di jadikan perdebatan besar.
Pagi yang indah nan cerah ini, di sambut dengan pekikan hangat kedua insan yang sedang beradu cekcok. Risa yang mudah terpancing emosi di tambah Shagara, orang yang sangat senang memancing emosi.
"MAKANYA KASIH GUE CONTEKAN DONG, BIAR GA LARI-LARI GINI!!. " pekikan nyaring Shagara benar-benar mampu memancing emosi teman sekelas-Nya. Juga Nara tentunya.
"ih, Shagara Elvano. Lo bisa diem ga sih, ga usah lari-larian di belakang gue gini elah, " Seorang gadis yang tengah siibuk-sibuknya mencatat pengeluaran kelas selama seminggu ini pun perdecak sebal hanya karna seorang Shagara.
"Bantuin gue Vi dari amukan mak lampir yang satu ini!.. " pinta Shagara dengan suara dan mimik wajah memelas.
"Bacot ah, bayar dulu kas lo yang udah numpuk parah itu. Baru gue bantu. " mendengar nama 'kas' di sebut, Shagara dengan ajaib langsung diam di tempat seraya menatap--olivia--bendahara kelas yang terkenal sangat galak.
"Minggu depan deh Vi, gue janji deh" celetuk Shagara seraya mengajukan kedua jari berbentuk V
Olivia mendelik Shagara dengan tatapan sinis nan tajam, "Halah, lo mah bisa-Nya cuman janji-janji aja mulu. udah bosen gue denger janji palsu lo itu!!."
"Noh dengerin Gar. Lo udah punya masalah sama gue, cari masalah lagi sama Livi, kan apes." ujar Risa dengan kekehan ringan khas-Nya.
Melihat tidak ada pembelaan yang teman-teman-Nya lakukan. Shagara mencibir kesal, lelaki itu bahkan menghentak-kan kedua kaki ke atas lantai dengan keras, di iringi dengan nada kesal-Nya.
"Lo semua penistaan, gue ngga terima!!. "
"BODO AMAT!!. " sentak kedua gadis itu secara bersamaan membuat Shagara skakmat, dan diam tak bergeming.
Sedangkan di tempat-Nya Nara sudah tertawa geli melihat penistaan Risa dan Olivia terhadap Shagara.
"MARA BANTUIN GUE!!. " pekikan manja Shagara membuat Nara kembali tertawa geli sekaligus geram. Gadis itu dengan cepat menjawab.
"Ngga deh Gar, utang gue sama Livi masihh banyak. Entar kalau gue bantuin lo, gue di palak sama Li-"
BRAKK
Kalimat Nara terpangkas karena seseorang yang tiba-tiba saja mendobrak pintu kelas, hingga membuat semua penghuni di dalam-Nya menjerit karena terkejut.
"HEH ANAKNYA YANTO, LO BISA SANTAI GA SIH BUKA PINTU?.. " Kali ini sentakan itu berasal dari seorang gadis yang tadi tengah tertidur dengan kepala di telungkup-kan di atas meja.
"Tau nih orang, kadang _cool_ kadang petakilan"
Mendengar teman-teman yang sibuk menghujami dirinya dengan sindiran pedas. Ravel hanya bisa menampilkan cengiran lebar-Nya, seraya berjalan santai menuju bangku-Nya berada.
Ravel duduk di bangku dengan tangan yang ia lipat di depan meja, juga jangan lupakan senyum yang masih terpatri di wajah-Nya seusai malam minggu kemarin.
"HEH BOCAH TUYUL, NGAPA LO NGGA IKUT MALMING KEMARIN HAH? " baiklah, mungkin kali ini Risa akan memberi amukan dasyat kepada seorang Ravello Biranata.
oOo
Bel masuk SMA CU (Citra Unggul) telah berbunyi sekitar lima menit yang lalu. Seluruh siswa-siswi juga sudah mulai memasuki ruang kelas masing-masing. Begitupun juga dengan ruang kelas 12 Ips 2, yang telah di huni oleh seluruh siswa-siswi yang menempati kelas itu.
Tidak terlalu banyak memakan waktu. Bu Nadia, wali kelas 12 Ips 2 tentunya, telah memasuki kelas. Membuat kelas yang semula berisik itu mendadak senyap. Apalagi ketika melihat Bu Nadia datang dengan di ikuti seorang gadis yang berjalan menunduk di belakangnya.
"Selamat pagi semuanya. " sapa guru wanita itu dengan senyuman manis khas nya. Juga di balas dengan salam ramah oleh seluruh siswa-siswi.
Kelas yang awalnya sudah senyap itu menadadak menjadi berisik oleh bisik-bisikan singkat.
"Hari ini kita kedatangan siswi baru. Silahkan kamu perkenalkan diri dulu. "
Siswi itu mengangguk, kemudian menegakkan badan menghadap semua murid di kelas ini yang mungkin akan menjadi teman-Nya. "Hai semuanya, perkenalkan nama aku Felecia Rania Safira, pindahan dari SMA Lentera. Kalian bisa panggil aku Safira atau Fira. Senang bertemu dengan kalian, semoga kita bisa berteman dengan baik ya ... Makasih."
Perkenalan singkat dari Safira membuat para siswa dan siswi yang berada di kelas itu berdecak kagum mendengar suara lembut juga keramah-tamahan gadis itu. Jangan lupakan dengan parasnya yang rupawan bak dewi Athena.
Sedangkan di tempat-Nya, Ravel yang semula menelungkupkan kepala di balik lipatan tangan itu sontak mendongkak. Menatap seorang siswi baru itu dengan netra yang di dalam-Nya terpancar rasa bahagia.
"Baiklah, ada yang mau di tanyakan kepada Safira? " celetuk Bu Nadia tatkala melihat Safira yang telah selesai memperkenalkan diri.
Tidak ada yang bertanya, membuat Bu Nadia segera mempersilahkan Safira untuk menempati salah satu bangku kosong di kelas-Nya.
Proses belajar mengajar pun berjalan dengan lancar sampai jam istirahat tiba. Bu Nadia, guru yang terkenal galak di sekolah itu sebenarnya tidak terlalu galak-galak amat. Hanya saja guru itu terlihat lebih tegas di banding guru lain-Nya.
Sebab itu para siswa maupun siswi merasa segan jika sudah berhadapan dengan Bu Nadia.
oOo
Hayoloh yang udah baca jangan lupa di Vote
Bantu aku nambahin mood dengan vote dari kalian yaa...

KAMU SEDANG MEMBACA
Akhir Juni
Fiksi Remaja⚠️Follow akun ini sebelum membaca⚠️ saya berjanji akan membaca sampai selesai, vote dan juga comment✌. Hayoloh udah janji, jangan di ingkari ya ;) •••••••••••••••••••• Bagaimana rasanya menjalin hubungan persahabatan dengan seorang lelaki selama ku...