03. Pria bertato

41K 1.3K 26
                                        

Assalamu'alaikum

| HAPPY READING|

******

"Pagiku cerahku matahari bersinar."

"Ku gendong tas merahku dipundak."

Ayla bernyanyi kecil di koridor sekolah, mood hari ini sangat bagus.

"AYLAAA." Teriak gadis dari belakang, membuat Ayla menoleh. Ia menatap gadis yang memanggil nya tadi.

"Berisik Zahra, ini masih pagi." kesal Ayla. Sedangkan gadis didepannya – Zahra tersenyum menampilkan deretan giginya.

"Sumpah deh! gue kangen sama Lo, pasti Lo kangen sama gue kan? iya kan?" Zahra memasang wajah sedihnya, ayla memutar bola matanya malas.

"Zahra plis deh, ini masih pagi, Lo kalau mau buat drama nanti aja." Setelah mengatakan itu Ayla pergi meninggalkan Zahra sendirian.

Zahra menatap kepergian Ayla dengan wajah melasnya. "Seorang Zahra yang cantik dan baik hati ini ditinggalin sendirian?" Zahra memegang dadanya drama. "Hati adek sakit bang."

****

"ARIA BAYAR GA LO."

"GUE GABAWA DUIT, TADI BENSIN GUE ABIS."

"HALAH ALASAN."

Baru sampai di depan kelas, Ayla sudah mendengar teriakan sang bendahara – ana, ana sedang menagih uang kas, terutama kepada anak cowok yang susah dimintanya, jangan lupakan seribu alasan yang dibuat-buat.

Duk

"Woi lu berdua berisik jir, masih pagi, stop teriak-teriak." Kenzo melempar botol minum yang ada didepannya, botol itu untung saja meleset.

"HEH LU JUGA, BAYAR KAS SINI." Ana menatap Aria dan Kenzo tajam, membuat mereka meneguk salivanya susah payah.

Kenapa gue kena juga sih. batin Kenzo.

Ayla menghiraukan temannya yang sedang marah-marah, ia lebih memilih duduk di bangkunya, menaruh tas lalu duduk.

"Ayla!" Zahra menetralkan nafasnya yang terengah-engah.

"Sumpah Lo jahat banget! gue ditinggal sendirian."

"Gini ya, suruh siapa masih pagi udah bikin orang kesel." Celetuk Ayla membuat Zahra tersenyum menampilkan deretan giginya.

"WOI LU SEMUANYA, DENGERIN GUE MAU KASIH INFO PENTING." Teriak sang ketua kelas.

"SEMUANYA DUDUK." Jevan memukul botol plastik, membuat kelas itu berisik.

"HEH JEVAN, LU NYA AJA GAK DUDUK, LIAT AJA ITU BERDIRI DI BANGKU." Balas ana.

"Hellow, gue berdiri gini biar lo lo semua dengerin info ini." Ucap Kenzo sembari menunjuk mereka semuanya.

"JADI GINI." Jevan menggantung ucapannya beberapa detik, membuat mereka semuanya menatap jevan tajam.

"JEVAN LO NIAT KASIH INFO GAK SIH?!" Komentar salah satu siswi.

ATHARLA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang