| HAPPY READING|
"Ayla duduk sini, nak." Bunda Hana menepuk tempat disebelahnya, Ayla yang dipanggil ia pun menghampirinya bundanya.
"Ada apa, bun?" tanya Ayla setelah duduk disebelahnya sang bunda.
Bunda Hana mengusap tangan Ayla lembut. "Kamu lulus kapan?" Ayla berfikir sebentar. "Emm... kayanya bulan mei bun." Bunda Hana tersenyum menanggapinya.
Bunda Hana menatap suaminya yang ada didepannya. "Ayah mau ngomong sesuatu." Ayah Haidar berdehem sebentar.
"Kamu mau menuruti keinginan ayah dan bunda kan, nak?" Ayla menatap ayahnya serius.
"Kalau ayah masukin kamu ke pesantren kamu mau?" mendengar itu Ayla melototkan matanya, yang benar saja.
"Ayah masukin kamu ke pesantren pasti ada alasannya, nak. Gak mungkin ayah masukin kamu tanpa ada alasannya, dan kamu tau pilihan ayah selalu bagus buat kamu? ayah sudah survei pesantrennya, dan ayah rasa pesantren itu bagus." Jelas ayah Haidar, Ayla masih diam.
Ayla benar-benar bingung, ia ingin menolak tapi disisi lain ia tidak ingin membuat kedua orangtuanya kecewa. Apa yang harus ia lakukan? sudah banyak wislisht yang ia buat sejak lama, tidak mungkinkan lenyap begitu saja?
"Boleh kasih tau alasan ayah masukin aku ke pesantren?" tanya Ayla penasaran.
Kedua orangtuanya saling bertatapan, lalu ayah Haidar menatap Ayla kembali. "Kamu akan tau alasannya kalau sudah masuk ke pesantren." Jawaban ayahnya membuat Ayla mendesah kecewa.
Sebenarnya, apa alasannya ayahnya memasukkan dirinya ke pesantren?
Ayla menatap kedua orangtuanya bergantian. "Ayah dan bunda tau kan, kalau aku punya mimpi yang tinggi, aku mau seperti kedua orangtuaku yang berpendidikan dan berkarir, aku juga udah bikin wislisht sejak SMP." Ayla menjeda ucapannya.
"Dan sekarang kalian tiba-tiba mau masukin aku ke pesantren, itu bikin harapan aku seketika lenyap. Terus, kalau aku masuk pesantren, apa bisa menggapai cita-cita itu?" kekhawatirannya sudah Ayla utarakan, ia takut kalau masuk pesantren semua impiannya jadi tertunda atau yang lebih parahnya lagi tidak tercapai.
Bunda Hana tersenyum menanggapinya. "Masuk ke pesantren tidak membuat impian kamu lenyap, nak. Kamu bisa menggapai cita-cita itu, selagi kamu terus berusaha insyaAllah tercapai. Mau kamu masuk pesantren atau sekolah umum kalau kamu tidak ada usaha sedikitpun, semua impian kamu tidak akan tercapai nak. Kalau impian kamu tinggi, maka kamu harus berusaha lebih giat lagi. Intinya, selagi kamu mau berusaha pasti tercapai, baik itu sekolah umum ataupun pesantren." Terang bunda Hana lembut.
"Yang dikatakan bunda kamu benar adanya, Selagi mau berusaha pasti akan tercapai. Ingat, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Ayah udah liat semangat kamu dari kelas 9 SMP, dari situ ayah yakin kamu bisa. Masuk pesantren bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Kita jangan terlalu mengejar dunia, nak, mengejar akhirat juga harus! seimbang antara dunia dan akhirat itu lebih bagus." Ayla terdiam mendengar penjelasan kedua orangtuanya, cita-cita setinggi langit tapi tidak ada usahakan sedikitpun, bagaimana angin yang lewat begitu saja.
"Berapa lama dipesantren?"
"Sampai kamu lulus, setelah itu kamu bebas. Mau kuliah silahkan mau lanjut mondok silahkan." Jawab ayah Haidar.
"Tapi aku bisa kuliah di univ yang aku mau, kan?" tanya Ayla kepada kedua orangtuanya.
"Selagi kamu berusaha, insyaAllah bisa. Pesantren yang ayah pilih itu pesantren modern dan sudah banyak lulusannya yang kuliah di top PTN." Mendengar itu wajah Ayla seketika berbinar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARLA [REVISI]
RomanceKehidupan anak kelas 12 SMA sangatlah padat, Ayla harus belajar untuk masuk ke universitas impiannya. Ia begitu berambisi untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan. Disela kesibukannya ini, bagaimana jika ia bertemu dengan seorang pria yang datar...
![ATHARLA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/371497121-64-k249296.jpg)