Posesif

1.3K 75 5
                                    

Malam hari tiba, kini Phu sedang fokus belajar dikarenakan ia tidak di izinan oleh Nara keluar asrama pada malam hari. "ughh... pusing juga!!" keluh Phu yang baru selesai mengerjakan tugas matematikanya.

"kira-kira Nara menang gak ya?"  tiba-tiba teringat dengan pasangannya.

melihat jam dinding yang baru menunjukan pukul sebelas malam, "arghh... gue jadi pengen liat nara di jalanan!!" ucapnya pada dirinya sendiri.

menimang-nimang niatnya, akhirnya pun Phu nekat keluar asrama ia sangat penasaran dengan balapan pacarnya itu. Menggunakan hoddie kebesaran dan masker hitam taklupa dengan kacamatanya supaya ia tidak bisa di kenali oleh siapapun. 

untungnya ia pintar, ia tak terlalu pusing mencari sirkuit balapan Nara karena handphonenya dengan milik Nara saling tersambung gps membuat ia semakin mudah mengetahui keberadaan pacarnya.

Ia memesan taksi online untuk pergi ke sirkuit tersebut, "Khun... Chiangmai thai 39!!" pinta Phu pada sang supir. "khap.." balasnya. Perjalanan dari asrama menuju sirkuit hanya membutuhkan waktu 25 menit. Ibaratkan jalan kaki pun tak masalah namun karna Phu malas paling anti berjalan ia pun memilih menaiki taksi online.

Tiba di sirkuit ia pun langsung masuk ke kursi penonton untuk melihat pacarnya balapan, "sudah lama memulai?" tanya Phu pada seorang lelaki di sampingnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiba di sirkuit ia pun langsung masuk ke kursi penonton untuk melihat pacarnya balapan, "sudah lama memulai?" tanya Phu pada seorang lelaki di sampingnya.

"satu jam berlalu, tim atlantis memimpin!!" balasnya.

Phu menyunggingkan senyuman, ia tahu jika pacarnya akan lolos dan pulang meraih kemenangan, rasa khawatirnya pun hilang. Namun matanya terperosok ke arah dimana tim atlantis sedang memantau, ia asing dengan cowok yang sedang asik mengobrol dengan Aydin dan Chai.

Membuka kaca mata hitamnya untuk memastikan jika itu orang benar-benar asing di matanya, nyatanya benar ia tidak tau siapa yang sedang asyik mengobrol dengan kedua temannya. Ketidak fokusan menonton membuat Phu semakin penasaran, sepertinya cowok itu sangat dikenal oleh semua anggota Atlantis.

baru saja ia akan turun dari tempat duduk penoton acara sudah selesai malam ini kemenangan agi team balap mobil atlantis, karena Phu tidak ingin diketahui oleh Nara ia pun langsung buru-buru minggat dari area sirkuit untuk kembali pulang ke asrama.

brughh...
Tubuhnya menabrak seseorang bertubuh kekar, "maaf saya tidak sengaja" ucap Phu yang langsung pergi begitu saja. Tanpa Phu ketahui jika yang baru saja ia tabrak adalah Great, ketua Atlantis yang baru saja dari toilet, "Phu kenapa dah?" tanya Great keheranan.

tak ambil pusing dirinya pun pergi menemui teamnya, "Kita menang bang" ucap Nara pada Great sang ketua. "Gak sia-sia kerja keras kalian Nara dan Thana!!" ucap Great.

Thanapon tersenyum, "jauh-jauh gue pulang dari singapura untuk mendapat kegagalan yakali Phi!!" ucapnya yang mendapatkan tepuk tangan dari semua anggota atlantis.

"oh iya Na, gue rasa lo harus balik!! gue barusan ditabrak Phu!! dia kelihatan ketakutan" ucap Great memberitahu kejadian barusan.

Nara terheran-heran pasalnya ia sudah melarang Phu keluar kamar namun nyatanya Phu membantah, "siapa Phu?" tanya seseorang dari balik tubuh Jira.

рrᥱmαn 𝖻f, ϲᥱntіI 𝖻f {Revisi}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang