Nyatanya tak semua yang diharapkan akan berjalan sesuai rencana. Banyak hal yang tidak sejalan dengan keinginan dan pikiran, lalu bagaimana caranya agar semua itu berjalan lancar. Apakah harus berusaha tanpa kenal waktu, mengabaikan diri sendiri atau dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Faktanya Sebagian besar orang memilih opsi kedua untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tak peduli bagaimana celaan orang lain, tak peduli akan akibat yang akan mereka terima dikemudian hari karena yang terpenting adalah seluruh hal yang mereka inginkan terpenuhi.
Gengsi. Satu kata yang mewakili beribu-ribu makna. Satu kata yang akan merubah jati diri seseorang hingga tak bisa dikenali Kembali. Ketika kita dituntut untuk memenuhi gengsi, memenuhi ekspektasi, memenuhi keinginan diri maka hilang sudah harga diri.
Musik disko mengalun memekakkan telinga, banyak orang berjoget bersolek ria, banyak juga kaum adam hawa membawa kaca haram di tangan masing-masing. Tak peduli dengan siapa mereka berdesakan tak peduli berapa pun waktu yang mereka habiskan, baik dari deretan pengusaha kaya raya hingga rakyat biasa yang hidup tanpa bergelimang harta, muda-mudi, tua-muda semuanya sama ditempat maksiat itu.
“Hallo Queen, lama tak berjumpa!”
“Hallo juga Flo” jawab orang yang disapa Queen tersebut.
“Bagaimana hari ini? Sudah berapa banyak kartu yang kau dapatkan?” tanya Flo.
Yang ditanya menggeleng, “Harus berapa kali ku bilang jika aku adalah wanita pemilih” jawab Queen.
“Hahaha, benar juga. Hari ini club lumayan sepi dan sepertinya pria yang menjadi incaranmu juga tidak terlihat malam ini” Ucap Flo
Ya memang malam ini G-Light Club sedang sepi pengunjung, mungkin karena para pelanggan sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi jika tidak G-Light akan terlihat penuh oleh orang-orang yang mencari kesenangan.
Seperti seseorang pria bersetelan kemeja hitam senada dengan celananya yang juga berwarna hitam, lengan yang sudah disisingkan sebatas siku serta dua kancing kemejanya yang dibiarkan terbuka menambah kesan mempesona pria itu.
Tungkainya membawa pemuda itu kedepan meja bartender, mendudukan diri disana tepat di sebelah Wanita berbaju merah maroon. Wajah Lelah dengan kantung mata yang sedikit hitam tidak mengurangi kadar ketampanan pemuda itu.
Queen yang melihat itu tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas. Bisa Queen lihat bahwa pemuda itu berasal dari keluarga konglomerat karena barang-barang yang ia gunakan berharga fantastis dan juga limited edition.
“Hai Tuan, Kau terlihat memiliki masalah” sapa Queen.
“Apakah sangat terlihat jika aku punya masalah?” jawab pemuda itu.
“Ya anak umur lima tahun saja juga pasti tahu Tuan”
“Aahh begitu”
“Ya, apa kau butuh teman? Aku bisa menemanimu malam ini” tawar Queen.
“Ya boleh saja” jawab Pemuda itu.
“Rey tolong nanti antarkan saja pesananku dan Tuan ini keruangan biasa ya!” ujar Queen pada Pramisaji yang bernama Rey itu.
Reyzan pemuda berusia Sembilan belas tahun yang bekerja di sebuah club malam demi menghidupi diri sendiri dan kedua adiknya yang masih sekolah
“Siap kak” jawab Rey.
Keduanya melangkah menuju tempat yang Queen maksudkan. Pemuda itu hanya mengikutinya dari belakang tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Hingga tibalah keduanya di sebuah tempat yang lumayan jauh dari keramaian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot Jungkook X Lalisa
RandomJeon Jungkook >^< Lalisa Manoban Hanya berisi penggalan-penggalan cerita seputar Lizkook. Yang gak suka Skip aja! Happy Reading 💕