4. Ikut Pulang

3.1K 376 7
                                    

Walaupun Xiao Zhan memiliki ide untuk memeluk paha Wang Yibo, tapi dia masih ragu-ragu untuk bertanya secara langsung pada pemuda itu. Apalagi dia dan Wang Yibo hanya orang asing yang baru saja bertemu kurang dari satu hari.

"Ada apa?" tanya Wang Yibo ketika melihat keraguan pada diri Xiao Zhan.

Mendengar pertanyaan Wang Yibo, Xiao Zhan segera menggelengkan kepalanya, lalu mengalihkan perhatiannya ke depan. Entah kenapa dia menjadi pengecut ketika ingin meminta Wang Yibo untuk menikah dengannya.

Ya, Xiao Zhan memutuskan untuk memilih syarat nomor kedua karena dua syarat lainnya tidak dapat dia penuhi. Selain itu, menurutnya syarat nomor kedua tidak begitu sulit untuk dilakukan. Lagipula dia memiliki wajah yang tampan dan otak yang cerdas. Siapapun pasti akan tertarik padanya.

Suara langkah kaki yang semakin mendekat, membuat Xiao Zhan mengalihkan perhatiannya kepada sekelompok kecil orang yang masing-masing membawa keranjang bambu berisi barang belanjanya berjalan menuju ke tempatnya atau lebih tepatnya ke gerobak sapi yang beberapa meter dari tempatnya duduk.

Xiao Zhan melihat seorang pria paruh baya yang memiliki sedikit barang belanjanya melirik ke arahnya, lalu ke arah Wang Yibo yang sedang bersiap untuk menggendong keranjang bambu di punggungnya.

"Apa kamu sudah menunggu lama?" tanya pria paruh baya itu kepada Wang Yibo dan segera mendapatkan anggukan kecil dari Wang Yibo.

Setelah mendapatkan respon Wang Yibo, pria paruh baya itu meletakkan barang belanjanya ke gerobak sapi.

Pria paruh baya tadi bernama Wang Niu dan Wang Yibo selalu memanggilnya Paman Niu. Paman Niu sendiri adalah pemilik gerobak sapi di Desa Qinshan yang menjadi alat transportasi satu-satunya dari desa tersebut.

Penduduk desa hanya perlu membayar lima wen untuk sekali perjalanan bolak-balik antara Desa Qinshan dengan pusat Kabupaten Yong'an.

Beberapa orang yang merupakan penduduk Desa Qinshan berjalan di belakang pria paruh baya itu ikut melihat ke arah Wang Yibo dan Xiao Zhan. Tatapan mata mereka tajam dan menghina yang tidak dapat disembunyikan dari pandangan orang lain. Termasuk Wang Yibo dan Xiao Zhan itu sendiri.

Bagi Wang Yibo tatapan seperti itu sudah sangat biasa dia dapatkan dari penduduk desa yang sama dengannya. Tapi lain hal nya bagi Xiao Zhan. Kecuali kejadian tadi di pasar, dia belum pernah mendapatkan tatapan seperti itu dari orang lain. Hal ini membuatnya kembali cemberut.

"Aiya, aku tidak menyangka Yi Bo akan bergaul dengan seorang pengemis." Suara yang tajam dengan nada ejekan telah menarik perhatian semua orang yang berada di dekat gerobak sapi.

Mendengar perkataan itu, Xiao Zhan melihat ke arah orang yang berbicara itu dengan tajam. Dia melihat seorang wanita paruh baya bertubuh sedikit gemuk dengan mengenakan pakaian linen kasar. Wanita paruh baya itu memiliki riasan tebal dan mencolok di wajahnya yang saat ini sedang memasang ekspresi menghina saat melihat ke arahnya.

Penampilannya ini membuat Xiao Zhan diam-diam mencibirnya.

Tidak lama Xiao Zhan kembali mendengar wanita paruh baya lainnya menimpali perkataan wanita paruh baya tadi. "Kamu benar. Jarang ada orang pergi ke Kabupaten untuk bergaul dengan pengemis, biasanya orang lain bergaul dengan orang kaya."

Setelah itu, kedua wanita paruh baya itu tertawa. Penduduk desa yang sudah akrab dengan sifat kedua wanita paruh baya itu hanya bisa diam sambil menggelengkan kepalanya. Mereka memilih untuk mengabaikannya dan segera naik ke gerobak sapi daripada ikut campur urusan kedua wanita paruh baya itu.

Wang Yibo masih memiliki ekspresi tenang di wajahnya. Dia tidak terlihat marah saat Bibi Liu dan Bibi Zhang melontarkan penghinaannya. Setelah berhasil menggendong keranjang bambu di punggungnya, dia berniat untuk segera naik ke gerobak sapi Paman Niu.

I Want To Be Rich [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang