Wang Yibo menyelesaikan garapan tanahnya lebih lama setelah jam dari Xiao Zhan. Untungnya, dia menggantungkan tabung bambu di pinggangnya sehingga dia tidak kehausan.
Sambil membawa cangkulnya di bahu, Wang Yibo berjalan ke tempat Wang Erbo dan Xiao Zhan yang telah menunggunya menyelesaikan pekerjaannya.
"Duduk di sini dulu sebentar." Xiao Zhan menepuk tanah di sebelahnya saat melihat kedatangan Wang Yibo.
Wang Yibo meletakkan cangkulnya di tanah, lalu duduk di tempat Xiao Zhan tunjukkan. Dia meluruskan kedua kakinya.
Wang Erbo mengubah posisi duduknya menjadi duduk di sebelah Wang Yibo saat melihat Gege-nya duduk di sebelah Xiao Zhan. Dengan menggunakan kedua tangannya yang kecil, dia mengipasi Gege-nya.
Melihat tindakan yang dilakukan oleh Wang Erbo, Wang Yibo dan Xiao Zhan sama-sama menatap dengan senyuman di mata mereka.
Meski Wang Yibo tidak merasakan angin yang dihasilkan dari kipasan kedua tangan kecil Wang Erbo, dia tetap senang menerima perhatian adiknya.
"Erbo kita sangat berbakti pada Gege-nya. Dia tahu bahwa Gege-nya sangat kelelahan dan kepanasan setelah bekerja keras," kata Xiao Zhan memuji Wang Erbo hingga anak kecil itu tersipu malu.
Wang Yibo mengusap rambut Wang Erbo dengan kasih sayang dan menyetujui perkataan Xiao Zhan. "Zhan Ge-mu benar. Erbo kita sangat berbakti hingga Gege-mu sangat bangga padamu."
Wang Erbo semakin tersipu karena dipuji oleh Gege-nya. Dia menatap Gege-nya dengan malu-malu, hingga kipasan kedua tangannya semakin pelan.
Mereka bertiga menghabiskan waktu setengah jam untuk beristirahat di bawah pohon sebelum akhirnya kembali ke rumah mereka.
Mereka bertiga berjalan berdampingan; Wang Yibo membawa dua cangkul di bahunya sambil memegang tangan kiri Wang Erbo, Xiao Zhan membawa tiga tabung bambu di tangan kanannya dan tangan kirinya memegang tangan Wang Erbo, dan Wang Erbo yang di antara mereka berdua memiliki senyuman di bibir kecilnya.
Melewati beberapa rumah penduduk desa, beberapa anak kecil berlarian di jalan dan hampir menabrak Xiao Zhan. Untungnya, Xiao Zhan memiliki respon yang cepat sehingga dia dengan mudah menghindari tabrakan itu.
Anak kecil yang akan menabrak Xiao Zhan seketika berhenti dan anak kecil lainnya yang ikut berlarian di belakangnya pun ikut berhenti. Mereka bersama melihat ke arah Xiao Zhan—saudara yang belum pernah dilihat sebelumnya. Kemudian, perhatian mereka teralihkan kepada Wang Erbo yang berada di antara kedua Gege-nya.
Anak kecil yang gemuk berseru, "Bukankah dia Erbo?!"
Karena seruan anak kecil gemuk itu, anak kecil lainnya menjadi sangat terkejut dan penasaran.
"Tapi Erbo sedang sakit parah. Dia tidak pernah keluar dari rumah dan bermain lagi." Anak kecil yang lebih kurus dan mengenakan pakaian linen biru berkata dengan wajah yang sedikit cemberut.
Anak kecil gemuk itu terdiam sejenak seolah memikirkan dengan serius perkataan temannya. Namun, dia sangat yakin anak laki-laki di antara kedua Gege itu adalah Wang Erbo. Meski sudah sangat lama tidak bertemu dan bermain dengan Wang Erbo, dia masih mengenalnya dengan sangat baik. Apalagi dia juga mengetahui salah satu dari kedua Gege itu adalah Wang Yibo—Gege kandung dari Wang Erbo.
"Itu benar-benar Erbo! Lihatlah Gege di sebelah kirinya, bukankah itu Wang Ge? Dan Wang Ge memegang tangan Erbo," kata anak kecil yang mengenakan pakaian linen biru di sebelah anak kecil gemuk itu.
Anak kecil gemuk itu menjadi lebih semangat. Dia berlari ingin mengejar Wang Erbo yang sudah berjalan melewatinya.
"Erbo! Tunggu!" Anak kecil gemuk itu berteriak sambil berlari yang membuat ketiga orang di depannya berhenti dan menoleh.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Want To Be Rich [Ongoing]
FanfictionSetelah meninggal akibat penyakit kanker perutnya, Xiao Zhan menemukan bahwa dia telah menjadi seorang pengemis yang sangat kelaparan di Kabupaten Yong'an. *** Menjadi seorang pengemis yang sangat kelaparan membuat Xiao Zhan-mantan pewaris keluarga...