Tepat ketika ketiga orang itu menyelesaikan makannya, suara ketukkan pintu membuat tubuh ketiga orang itu membeku. Mereka saling melirik satu sama lainnya.
"Siapa?!" Wang Yibo sedikit menaikan nada suaranya yang tajam.
"Aku Zhang Da, Saudara Wang." Balasan orang lain datang dengan cepat.
Kerutan di dahi Wang Yibo menghilang. Dia tahu siapa Zhang Da. Orang itu adalah anak pertama Kepala Desa yang memiliki hubungan baik dengannya.
Wang Yibo meletakkan sumpitnya, lalu berdiri dan pergi ke depan pintu untuk membukanya.
Di saat bersamaan, Wang Erbo juga meletakkan sumpitnya, lalu pergi ke kamar untuk bersembunyi dari orang lain. Xiao Zhan yang bingung juga mengikuti jejak Wang Erbo.
"Kenapa kamu ke sini?" tanya Wang Erbo bingung ketika melihat Xiao Zhan mengikutinya.
"Aku melihatmu pergi ke kamar. Jadi, aku mengikutimu." Xiao Zhan menjawab dengan tenang.
Wajah pucat Wang Erbo mengkerut, "Kamu tidak perlu mengikutiku ke kamar," lalu berhenti dan menatap Xiao Zhan. "Lupakan saja. Sekarang kamu ada di sini."
Di depan pintu rumah, Wang Yibo bertanya pada Zhang Da, "Saudara Da, ada apa datang ke rumahku?"
Zhang Da menjawab, "Saudara Wang, ayahku memanggilmu untuk datang ke rumahnya."
Mendengar hal ini, tanpa sadar Wang Yibo mengerutkan keningnya, "Kalau boleh tahu untuk apa Kepala Desa memanggilku?"
Zhang Da menatap Wang Yibo ragu-ragu, "Saudara Wang, ada gosip yang menyebar di desa bahwa kau membawa seorang pengemis untuk tinggal di rumahmu dan dikatakan bahwa pengemis itu gila. Jadi, ayahku ingin mengetahui kebenarannya."
Wang Yibo mengusap dahinya setelah mendengar perkataan Zhang Da. Apanya yang gila?
"Baiklah, aku akan pergi ke sana." Wang Yibo akhirnya memutuskan untuk pergi.
Zhang Da tersenyum kecil dan mengangguk, "Mari kita pergi bersama. Aku menunggu di sini."
Wang Yibo menganggukkan kepalanya dan berbalik pergi ke dalam rumah. Dia melihat tidak ada seorang pun di meja makan. Dia menoleh ke kamar dan melihat dua orang bersembunyi di balik pintu kamar.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Wang Yibo bingung dengan tingkah laku dua orang itu.
Xiao Zhan berdiri kaku dengan rasa malu yang melonjak di dalam dirinya. Sedangkan Wang Erbo menatap polos pada saudaranya.
"Aku sedang bersembunyi dari orang lain yang datang," kata Wang Erbo polos, lalu menujuk Xiao Zhan yang berdiri di sampingnya, "Dan dia mengikutiku untuk bersembunyi."
Mendengar perkataan polos Wang Erbo entah kenapa membuat Xiao Zhan semakin malu. Sejujurnya, dia mengikuti Wang Erbo karena dia murni bingung dengan apa yang harus dilakukannya ketika ada orang lain yang datang ke rumah ini.
Wang Yibo menatap adiknya, lalu pada Xiao Zhan yang berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Aku akan pergi ke rumah Kepala Desa. Tunggu di rumah," kata Wang Yibo pada dua orang itu.
Wang Erbo seketika menjadi panik. Dia berjalan cepat meraih kaki saudaranya. "Ge, kenapa Kepala Desa memanggilmu? Apa ada masalah?"
Wang Erbo sangat takut saudaranya mendapatkan masalah. Terakhir kali saudaranya dipanggil oleh Kepala Desa karena ada orang lain yang menuduhnya mencuri hewan dari perangkapnya. Walaupun pada akhirnya saudaranya tidak terbukti melakukan hal itu, tapi dia masih sangat marah pada orang itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Want To Be Rich [Ongoing]
أدب الهواةSetelah meninggal akibat penyakit kanker perutnya, Xiao Zhan menemukan bahwa dia telah menjadi seorang pengemis yang sangat kelaparan di Kabupaten Yong'an. *** Menjadi seorang pengemis yang sangat kelaparan membuat Xiao Zhan-mantan pewaris keluarga...