4 : Time Stamp

858 241 209
                                    

⚠️ TYPOS ⚠️••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️ TYPOS ⚠️

Terlepas dari banyaknya pujian yang terlontar untuk Richard karena—lagi-lagi—memenangkan lelang, namun nampaknya pria itu masih belum merasa puas.

Semua orang yang mengenalnya tahu, bahwa Richard kerap mengincar barang-barang lelang yang langka dan unik, terutama jila hal itu berhubungan dengan phoenix.

Jika barang lelang itu mempunyai corak atau gambar phoenix, berbentuk phoenix maupun mempunyai filosopi yang berkaitan dengan phoenix, maka Richard akan menawar barang itu dengan harga tertinggi hingga tidak ada satu pun yang mampu bersaing dengannya di dalam ruang pelelangan.

Richard tidak menghitung berapa banyak uang yang diakeluarkan untuk segudang koleksi barang-barang phoenix, namun satu hal yang pasti, dia menganggap semua itu sampah.

Yah, sudah dapat dipastikan bahwa barang lelang yang dia menangkan baru-baru ini pun akan berakhir di dalam gudang yang sama. Karena, lagi-lagi, itu bukanlah phoenix yang dia cari sejak lama.

Kegagalan yang lagi-lagi terpampang di depan mata itu praktis mengingatkan Richard pada pertemuannya dengan seorang misterius, saat pertama kali menginjakkan kakinya di sebuah tempat berjarak tiga ratus tahun dari tempat asalnya. Yang kini—masih—dia tinggali. Masa depan. Richard tidak pernah berpikir dia akan terlempar ke masa depan setelah tertelan cahaya rembulan, di malam di mana dia mengejar Bianca Rosever.

Sosok misterius yang menghampiri Richard dengan cahaya berpendar itu memberitahu bahwa Richard akan menjalani perjalanan yang menyenangkan, karena disebut menyenangkan, itu artinya dia tidak sendirian, bahwa kebencian Richard pada satu nama akan membawanya turut serta ke masa depan, meskipun tidak di waktu yang bersamaan.

Richard datang lebih awal, sementara Bianca—ya, sosok misterius itu mengatakan bahwa Bianca lah yang akan ikut terlempar ke masa depan, tiga ratus tahun kemudian—melalui cahaya rembulan yang sama.

Awalnya, Richard menganggap semua itu hanya mimpi, atau jika terlanjur sadar bahwa dia tidak sedang tertidur, maka semua itu hanya omong kosong.

Namun, kenyataan lebih banyak menyimpan pahit dan getir ketika Richard berdiri di depan foto mendiang ayahnya yang ternyata gagal merebut takhta, dicap pengkhianat nomor satu dalam sejarah kerajaan dan dia dieksekusi mati.

Richard tidak menemukan jawaban yang pasti, sosok misterius itu mengatakan banyak hal yang rancu dan tidak masuk akal. Termasuk mengatakan bahwa kehancuran phoenix akan menuntunnya kembali pulang ke masa lalu.

Richard akan kembali pada keluarganya, bisa mencegah kematian ayahnya yang mengenaskan, kembali pada Fiona, hanya jika dia berhasil menghancurkan phoenix.

La Défaite RoseverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang