Dianggap sebagai ancaman bagi seluruh klan dan kerajaan karena mempunyai ilmu sihir, Bianca Rosever dihadapkan pada eksekusi mematikan.
Dalam pelariannya, sang puteri yang dicap angkuh seantero negeri itu membawa tangis, amarah dan dendam, terutama...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⚠️ TYPOS ⚠️ • • •
Awalnya, untuk memastikan bahwa Bianca benar-benar datang ke masa depan, Richard memberi titah pada anak buahnya untuk mencaritahu segala hal tentang Bianca Rooser, dan dalam waktu singkat, Richard pun mengantongi berbagai informasi yang sesuai dengan fakta yang terjadi.
Sebenarnya, dia tidak meminta anak buahnya bekerja serajin itu, mereka tidak perlu memberitahu detail kecil seperti Bianca hari ini mengajak bicara scooter listrik yang bergerak sendiri atau Bianca berjalan-jalan di sekitar villa lalu lomba lari dengan robot penyedot debu.
Richard tidak perlu tahu kegiatan konyol Bianca apa lagi setelah ini, untuk itu dia membebas tugaskan anak buahnya dan meminta mereka kembali ke kota. Dia datang ke Aeloria untuk beristirahat dan menghabiskan waktu dengan tenang, bahkan bertemu Bianca yang tinggal di villa seberang tidak termasuk ke dalam agendanya.
Belum terdengar teriakan Elias dari seberang sana, itu berarti Bianca belum berulah. Untuk sesaat telinga Richard terasa begitu damai, dia kemudian memutuskan untuk melangkah keluar villa dan berniat untuk berjalan-jalan.
Angin pedesaan tengah begitu sejuk-sejuknya kala dia melintasi padang rumput di sekitar area terbuka Aeloria.
Tempat itu mempunyai makna, Aeloria dulunya adalah adalah padang bunga musim semi. Di beberapa titik selalu tumbuh dan bermekaran bunga-bunga cantik. Karan terdiri dari perbukitan yang menanjak, Richard dan Fiona kerap menghabiskan waktu di sana sambil menyaksikan matahari terbenam. Maka dari itu, setiap kali rindu atau bahkan perlu mengistirahatkan pikirannya dari rasa jengah karena terlalu lama hidup di dunia, Richard selalu pergi ke Aeloria.
Karena rumah singgah miliknya sedang dalam proses renovasi, Richard akhirnya menginap di villa milik Duke, dia benar-benar tidak memasukkan Bianca Rosever dalam agendanya, mereka secara tidak sengaja bertemu karena, demi apapun, dari beberapa hunian singgah Aeloria, mengapa villa milik presdir agensi Bianca itu harua berdiri tepat di seberang villa milik Will?
Dengus, Richard mendengus kecil. Dia baru akan mendaratkan bokongnya di atas hamparan rumput namun suara lengkingan kuda membuatnya terperanjat.
"Awas!"
Richard punya refleks yang bagus, dia menghindae secepat kilat saat kuda mengamuk itu nyaris menabrak dan mencelakainya.
Yang terakhir dia dengar ialah pekikan nyaring sebelum bunyi jatuh terdengar keras.
Richard, panik—tidak pernah sepanik itu—karena melihat dengan mata telanjang saat wanita bertubuh kecil kurus itu terpental kuat dari atas tubuh kuda yang mengamuk.