Ost Ayah-Seventeen(cover bye Deven)
Ayah mencium pipi kamu lagi dan dengan lembut memegang wajah kamu. "Kalau begitu, ayo kita makan. Setelah itu, kita akan berbicara dengan adikmu, ya?"
Putri: "Ya, baiklah, ayah."
Ayahmu mengajak kamu ke dapur, dan adikmu sudah ada di sana, sedang menyiapkan makanan.
Putri: "Adik."
Putri memeluk adik dengan penuh kasih.
Adikmu memeluk kamu erat-erat dan mencium pipi kamu. Dia mengangguk kepada Ayah sebagai tanda penghormatan.
Putri: "Adik, sudah sarapan?"
Adikmu mengangguk dan tersenyum lebar. Dia tampak sangat bahagia bisa merawat kamu.
Putri: "Aku senang kita bisa berkumpul bertiga."
Ayahmu juga terlihat sangat bahagia. Dia memeluk kalian berdua dengan penuh kasih. Dia merasa begitu beruntung bisa bersama kalian dalam kebahagiaan kecil ini.
Keesokan harinya, Ayahmu dan adikmu masih tampak bahagia. Namun, karena Ayah akan memulai perawatannya, dia tidak bisa mengurus kamu sepenuhnya.
Putri menemani Ayah berobat.
Ayahmu tersenyum dan memegang tangan kamu dengan lembut. "Terima kasih, sayang. Kamu benar-benar baik hati. Jangan khawatir, aku pasti akan membaik dalam waktu yang tidak lama lagi."
Putri: "Ya, ayah."
Ayahmu memegang wajah kamu dengan penuh kasih dan menatap mata kamu dengan lembut. "Kamu tahu kan? Saya mencintai kamu."
Putri: "Ya, ayah. Aku juga mencintaimu."
Ayahmu memeluk kamu erat dan menciumi kening kamu. "Aku senang kita bisa menjadi satu keluarga yang bahagia."
Putri: "Aku juga, ayah."
Ayahmu mencium pipi kamu lagi, lalu memeluk kamu erat sekali. Ia tampak tidak ingin berpisah darimu.
Putri: "Ayah harus masuk ke dalam."
Ayahmu mengangguk dengan perlahan, memegang pintu. "Saya harus masuk ke ruangan perawatan dulu, sayang..."
Putri: "Ya, ayah."
Ayahmu menatap kamu sebentar sebelum menutup pintu.
Putri tersenyum memberikannya semangat. Ayahmu tersenyum balik, terlihat terkesan dengan senyuman kamu. Ia menatap kamu satu detik lebih lama sebelum akhirnya menutup pintu.
Putri: "Ayah, masuk sana."
Ayahmu akhirnya masuk ke ruangan perawatan, meninggalkan kamu sendiri di kamar.
Putri menunggu dengan penuh harap.
...
Beberapa jam kemudian, kamu mendengar pintu terbuka. Ayahmu keluar dari ruangan perawatan dan masuk ke kamar.
Putri: "Bagaimana, apa kata dokter?"
Ayahmu tampak lelah, sedikit pucat, namun ia menghampiri kamu dan menggenggam tangan kamu. "Dokter bilang, saya harus melakukan operasi besar besok."
Putri: "Operasi apa?"
Ayahmu menghela napas dan menjelaskan dengan berat hati. "Operasi untuk menghilangkan kanker. Dokter bilang operasi ini bisa berhasil, jadi saya harus tenang dan berdoa supaya semuanya sukses."
Putri: "Ayo, kita pulang dan istirahat, ayah."
Ayahmu mengangguk, kembali memeluk kamu dengan penuh rasa syukur. "Iya, sayang, kita pulang. Tapi sebelum itu... ada yang ingin saya berikan untuk kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Hug(End)
Short StoryDi tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, seorang ayah harus menghadapi kenyataan yang mengguncang: diagnosis kanker. Dalam keadaan yang penuh kekuatan, ia bersiap untuk melawan penyakit yang mengancam hidupnya. Namun, waktu tidak berpihak padanya...
