part 7

12 9 1
                                        

Ost Hijrah Cinta-Rossa

Ayah tersenyum lembut, merasa bangga dan tersentuh oleh kata-kata Putri. "Kamu sudah besar, sayang. Aku tahu kamu kuat. Kamu akan jadi orang yang luar biasa."

Putri: "Terima kasih, Ayah. Aku akan terus berusaha jadi yang terbaik untuk Ayah."

Ayah memegang tangan Putri dengan erat. "Aku percaya padamu, sayang. Jangan pernah ragu. Aku bangga punya anak seperti kamu."

Putri: "Aku juga bangga jadi anak Ayah."

Ayah mengelus kepala Putri dan berbicara dengan lembut: "Aku sayang kamu, sayang. Jangan lupa itu."

Putri: "Aku juga sayang Ayah, selalu."

Dengan senyuman di wajah mereka, Ayah kembali berbaring dan menutup matanya. Putri tetap di sampingnya, menunggu dengan penuh cinta. Meskipun tantangan besar masih di hadapan mereka, ikatan mereka semakin kuat, dan harapan terus tumbuh di tengah-tengah perjuangan.

Putri: "Aku akan selalu ada untuk Ayah."

Ayah: "Aku tahu, sayang. Terima kasih sudah selalu ada untuk Ayah."

Dengan suasana tenang dan penuh kasih, mereka berdua beristirahat bersama, siap menghadapi hari esok dengan kekuatan cinta yang tak tergoyahkan. 

Putri: "Ayah, aku gak mau kamu merasa kesepian."

Ayah tersenyum dan memegang tangan Putri dengan lembut. "Kamu gak akan pernah membuatku merasa kesepian, sayang. Selama kamu ada di sini, aku sudah cukup bahagia."

Putri: "Aku selalu ada untuk Ayah. Aku gak akan pergi."

Ayah menatap Putri dengan penuh kasih, lalu memejamkan matanya, merasa tenang dan nyaman dengan keberadaan putrinya di sisinya. "Terima kasih, sayang. Aku akan berjuang untukmu. Aku gak akan pernah pergi."

Putri: "Aku tahu, Ayah. Aku akan jaga Ayah. Aku akan tetap di sini sampai Ayah sehat lagi."

Ayah: "Kamu anak yang kuat. Aku bangga punya anak sepertimu."

Putri: "Ayah juga anak yang kuat. Kita bisa bertahan bersama."

Ayah mengangguk lemah, merasa tenang di tengah rasa sakit yang dia alami. "Kamu benar, kita bisa bertahan bersama. Aku gak akan menyerah."

Putri melihat ke arah Ayah dengan penuh kasih sayang. Meskipun mereka sedang menghadapi ujian yang berat, ia tahu bahwa cinta mereka akan selalu memberi kekuatan untuk melewati segalanya.

Putri: "Kamu gak sendiri, Ayah. Aku selalu di sini. Dan adik juga, kan?"

Ayah mengangguk, sedikit tersenyum. "Iya, adikmu juga. Kalian berdua akan selalu menjaga aku. Aku gak khawatir soal itu."

Putri: "Aku gak akan biarin Ayah sendiri, Ayah. Aku akan selalu ada."

Ayah memegang tangan Putri dengan erat. "Aku merasa tenang saat kamu ada di sini. Kamu memberi aku kekuatan."

Putri: "Kita saling kuatkan, Ayah."

Ayah menatap Putri, matanya penuh rasa haru. "Aku berterima kasih punya kamu sebagai anakku. Kamu adalah yang terbaik."

Putri: "Aku gak akan berhenti sayang sama Ayah, Ayah. Aku akan terus berjuang untuk Ayah."

Ayah tersenyum dengan lemah, menepuk-nepuk tangan Putri. "Terima kasih, sayang. Aku gak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku tahu aku gak sendiri."

Putri: "Kita gak akan pernah sendiri, Ayah. Kita punya satu sama lain."

Dengan kata-kata itu, keduanya terdiam dalam keheningan penuh kedamaian. Ayah kembali tertidur, dan Putri duduk di sampingnya, menjaga Ayah dengan penuh kasih sayang, siap menghadapi setiap hari dengan keberanian dan cinta yang tak tergoyahkan.

...

Putri duduk di samping Ayah dengan hati penuh harapan, meski kesedihan masih menyelubungi. Dia menggenggam tangan Ayah dengan lembut, merasakan kehangatan yang masih ada meskipun tubuh Ayah terasa lemah.

Putri: "Ayah, aku janji akan terus ada di sini, menjaga Ayah, sampai Ayah merasa lebih baik."

Ayah membuka matanya sedikit, memandang Putri dengan tatapan penuh kasih. "Aku tahu kamu akan tetap di sini, sayang. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa kamu."

Putri: "Ayah gak sendirian. Kita akan bersama-sama melalui ini, satu hari lagi, satu hari lagi."

Ayah tersenyum tipis, meskipun napasnya mulai terdengar lebih berat. "Terima kasih, sayang. Aku sangat beruntung memiliki kamu sebagai anak."

Putri: "Ayah lebih beruntung karena Ayah bisa jadi ayah aku."

Ayah sedikit tertawa pelan, lalu menarik napas dalam. "Aku tahu, kamu bisa jadi anak yang hebat. Aku bangga padamu."

Putri: "Aku masih ingin banyak belajar dari Ayah. Aku ingin Ayah selalu ada untukku."

Ayah mengangkat tangannya dengan susah payah dan menyentuh pipi Putri. "Aku akan selalu ada, walaupun mungkin tidak secara fisik. Tapi hatiku selalu di sini, untuk kamu."

Putri merasa ada berat di dadanya, tapi ia berusaha menahan air mata. "Aku akan selalu mengingat Ayah, meskipun Ayah tidak di sini lagi."

Ayah menggenggam tangan Putri dengan erat, berusaha memberi kekuatan. "Jangan menangis, sayang. Kamu harus tetap kuat. Aku akan selalu menjaga kamu, meskipun aku tidak ada di sini lagi."

Putri: "Aku akan tetap kuat, Ayah. Aku janji."

Ayah mengangguk dengan lemah, merasa tenang dengan kata-kata Putri. "Aku tahu kamu bisa."

Putri mencium kening Ayah dengan lembut. "Aku akan selalu merindukanmu, Ayah."

Ayah tersenyum, meskipun sedikit lelah. "Aku juga akan merindukanmu, sayang."

Di saat itu, Ayah tertidur kembali, dan Putri tetap duduk di sampingnya, menunggu dengan penuh kasih. Meski ada ketakutan dalam hatinya, ia tahu bahwa cinta mereka akan selalu ada, bahkan setelah semuanya berakhir.


























































Hampir tamat guys jangan lupa tinggalkan jejak 🥰

The Last Hug(End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang