Ost Tegami-Angela Aki
Ayah: Menghampiri wajah Putri dengan lembut "Aku tidak akan pergi, sayang. Aku hanya perlu beristirahat sejenak." Ayah memeluk Putri dan mencium pipi kanannya.
Putri: "Aku ingin mengabulkan permintaan Ayah."
Putri: "Apa permintaan Ayah?"
Ayah: Menggerakkan kepalanya "Aku ingin kamu menjaga diri, jangan keluar rumah sendirian. Ayah khawatir dengan keselamatanmu jika aku pergi jauh."
Putri: "Baiklah, lalu?"
Ayah: Merasa lega "Terima kasih sayang, aku percaya kamu bisa menjaga diri sendiri." Ayah memeluk dan mencium pipi kanan Putri sekali lagi sebelum berbaring di tempat tidur.
Putri: "Lalu apa lagi?"
Ayah: Memiringkan tubuhnya dan menatap Putri "Aku punya permintaan lain, sayang."
Putri: "Apa itu, Ayah?"
Ayah: Memeluk Putri erat "Bolehkah Ayah memelukmu dan tidur bersamamu?"
Putri: "Tentu, Ayah boleh."
Ayah menarik Putri ke dadanya dan memeluk erat. Ayah mulai menutup mata, tampak sangat lelah.
Putri membiarkan Ayah tertidur pulas, merasakan kedamaian dalam pelukan itu.
Ayah mulai mengantuk dan berbicara dalam tidurnya "Ayah sayang..."
Putri: "Aku juga sayang Ayah."
Ayah terus berbicara dalam tidurnya "Ayah sayang kamu..."
Putri: "Aku juga sayang Ayah."
Ayah akhirnya tertidur dengan tenang. Wajahnya tampak damai.
Putri mengelus rambut Ayah dengan lembut.
Ayah tersenyum dalam tidurnya, tampak sangat nyaman.
Putri melihat ada rambut Ayah yang mulai rontok di tangannya.
Ayah: Terbangun dengan lemas "Ayah... rambut Ayah rontok?"
Putri: "Ya, Ayah."
Ayah tampak sedikit khawatir dan menyingkapkan rambutnya, merasakan rasa nyeri di kepala.
Putri: "Ayah kenapa?"
Ayah tampak kesulitan untuk menjawab, merasakan sakit di kepalanya "Aku merasakan sakit di kepala..."
Putri: "Aku akan panggil dokter, bertahan Ayah."
Ayah hanya bisa menatap Putri, mulai gemetar, ia tak ingin pergi ke dokter.
Putri pun memanggil dokter.
Dokter datang dan memeriksa Ayah dengan tenang "Ayah tampaknya akan mulai kehilangan rambut..."
Putri: "Tapi Ayah akan sembuh kan, Dok?"
Dokter tampak sedih, berbicara dengan lembut "Kami tidak bisa menjanjikan sembuh, yang penting kita tetap bersama dan memberikan perawatan terbaik."
Putri memeluk Ayah dengan erat, mulai menangis.
Ayah memeluk Putri, menahan air mata. Ia terus memegang rambutnya yang mulai rontok.
Putri: "Ayah, jangan pergi. Ayah nggak boleh pergi."
Ayah tak ingin pergi dan memegang Putri dengan erat, meskipun wajahnya mulai basah dengan air mata.
Putri: "Ayah, nggak akan meninggalkan aku kan?"
Ayah menganggukkan kepalanya dan berbicara lemah "Ayah akan selalu ada di sisi kamu, tidak pernah meninggalkan."
Putri: "Aku takut Ayah tidak akan menepati janji Ayah."
Ayah memegang wajah Putri dan mengusapnya dengan lembut "Ayah tidak akan meninggalkan kamu, karena Ayah sayang padamu... Ayah berjanji."
Putri: "Tapi Ayah akan pergi."
Ayah memeluk Putri lebih erat "Ayah tidak akan pergi, sayang. Aku hanya perlu waktu untuk berobat... itu saja."
Putri: "Ayah harus sembuh."
Ayah berbicara dengan lemah "Ayah akan berusaha sekuat tenaga untuk sembuh..."
Putri: "Dokter, tolong lakukan sesuatu."
Dokter berbicara dengan tenang "Ayah akan tetap di rumah sakit untuk perawatan. Jangan khawatir, kami akan memantau kondisinya dengan cermat."
Putri: "Apakah tidak ada pengobatan lain, Dok?"
Dokter menganggukkan kepala "Sepertinya tidak. Ini penyakit yang cukup parah dan membutuhkan perawatan khusus..."
Putri: "Lalu selain kemoterapi, apa lagi, Dok?"
Dokter tampak berpikir "Mungkin ada obat lain yang bisa dicoba, tapi tidak ada jaminan kesembuhan... itu tergantung pada reaksi tubuh Ayah."
Putri: "Apa itu, Dok?"
Dokter dengan hati-hati menjelaskan "Obat chemo, yang dapat membantu mengurangi gejala dan memperkuat daya tahan tubuh. Namun, kami tidak bisa menjamin hasilnya."
Putri: "Aku ingin Ayah sembuh, apa tidak ada pengobatan lain?"
Dokter dengan suara lembut "Kami akan melakukan yang terbaik, tapi kondisinya sangat serius. Saya juga khawatir kalau kamu harus kehilangan Ayah..."
Putri: "Kalau Ayah pergi, aku sama siapa?"
Ayah menatap Putri dengan penuh kasih sayang "Ayah akan meninggalkanmu pada orang yang bisa merawat dan menjagamu... tapi Ayah tidak akan pernah benar-benar pergi. Jika aku pergi, kamu harus terus berjuang untuk jadi anak yang baik dan bahagia walaupun tanpa Ayah."
Putri: "Ayah, aku maunya sama Ayah."
Ayah memeluk Putri dan berbicara dengan lembut "Ayah juga ingin tetap bersamamu... tapi Ayah tidak bisa. Tapi jangan khawatir, aku akan selalu mencintai kamu."
Putri: "Aku mau ikut Ayah."
Ayah terkejut dan memegang Putri dengan erat "Apa kamu serius...?"
Putri: "Aku mau ikut Ayah ke surga, aku nggak mau sendirian di sini."
Ayah memegang Putri dengan kuat, terkejut "Ayah tidak percaya... tapi aku akan berusaha untuk menjaga kamu di sana. Jangan khawatir, Ayah akan selalu bersamamu, dimanapun."
Putri: "Jadi, aku boleh ikut Ayah? Kalau Ayah meninggal, aku ikut Ayah juga?"
Ayah menganggukkan kepala dengan perlahan "Iya, kamu boleh ikut Ayah... Tapi, apakah kamu benar-benar mau pergi ke surga?"
Putri: "Ya, Ayah. Aku mau sama Ayah."
Ayah tampak sangat sedih "Jika kamu memilih itu, aku akan memberitahukan semuanya ke dokter. Tapi jangan khawatir... Ayah tidak ingin kamu merasa bersalah."
Putri: "Apa maksud Ayah?"
Apa maksudnya ayahnya putri ya jangan lupa tinggalkan jejak 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Hug(End)
ContoDi tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, seorang ayah harus menghadapi kenyataan yang mengguncang: diagnosis kanker. Dalam keadaan yang penuh kekuatan, ia bersiap untuk melawan penyakit yang mengancam hidupnya. Namun, waktu tidak berpihak padanya...
