part 1

50 21 1
                                        

Ost Yang Terbaik Bagimu-Ada Band

Putri: "Ayah, ayo makan."

Ayah: "Oke, kamu mau makan apa, Sayang?"

Putri: "Ini, aku sudah belikan."

Ayah: "Oh, kamu yang membeli? Terima kasih, Sayang."

Putri: "Sama-sama, Ayah. Mau aku suapin?"

Ayah: tersenyum lembut "Boleh, Sayang." Ayah duduk di atas kasur, menunggu Putri menyuapinya.

Putri mulai menyuapi Ayah dengan sabar.

Putri: "Ayah bakal sembuh, kan?"

Ayah: mengusap kepala Putri dengan lembut "Iya, Sayang, Ayah pasti sembuh." Ayah mencium kening Putri.

Putri: "Tapi kata dokter..."

Ayah: menatap Putri dengan senyum tipis "Dokter hanya bisa memperkirakan. Tapi Ayah percaya, selama kamu ada di sini, Ayah akan baik-baik saja."

Putri: "Ayah sakit kanker apa?"

Ayah: "Kanker otak, Sayang."

Putri: "Stadium berapa?"

Ayah: terdiam sesaat, lalu menjawab dengan berat hati "Stadium 4."

Putri terdiam, air mata mulai menggenang di matanya.

Putri: "Lalu... kata dokter, Ayah bertahan berapa lama lagi?"

Ayah: menarik napas panjang, menahan tangis "Dokter bilang... mungkin dua bulan."

Putri: memeluk Ayah erat "Ayah, jangan pergi. Aku nggak mau kehilangan Ayah."

Ayah: membalas pelukan Putri dengan erat, suaranya bergetar "Sayang, Ayah akan selalu ada di hatimu, walaupun suatu saat Ayah nggak di sini lagi."

Putri: "Aku maunya Ayah tetap di sini."

Ayah: "Ayah juga mau, Sayang... Tapi kalau Ayah harus pergi, Ayah ingin kamu janji satu hal."

Putri: "Janji apa?"

Ayah: "Janji kamu nggak akan marah atau kecewa sama Ayah. Janji kamu akan tetap kuat."

Putri: menatap Ayah dengan mata berkaca-kaca "Aku nggak akan marah sama Ayah, tapi aku pasti rindu."

Ayah: memeluk Putri lebih erat "Jangan terlalu rindu, ya, Sayang... Karena Ayah akan selalu ada di hatimu."

Putri menangis di pelukan Ayah.

Putri: "Ayah, jangan pingsan... Ayah!"

Ayah mulai terlihat lemah, tubuhnya goyah.

Ayah: dengan suara lemah "Jangan khawatir, Sayang... Ayah masih di sini."

Namun, Ayah kehilangan kesadarannya dan jatuh ke pelukan Putri.

Putri: "Dokter! Tolong dokter!"

Tim medis segera datang dan membawa Ayah ke ruang gawat darurat. Putri berdiri terpaku, air matanya mengalir deras, tapi dia tetap berdoa.

...

Beberapa jam kemudian, di depan ruang operasi.

The Last Hug(End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang