chapter 二

313 40 15
                                        

HAPPY READING

02






"Um— , saya tahu saya sudah menghindari Anda, Dokter Felix. Em—, saya hanya tidak tahu harus berkata apa."

Yeji mengaku saat dia duduk di kursi di seberang Felix. "Jadi, sekarang kamu sudah tidak melakukannya, bukan?" Felix bertanya.

"Ya maafkan saya, bagaimana kabar Anda? Para pasien itu, saya melihat apa yang telah mereka lakukan dan apa saja yang dapat mereka lakukan."

Felix menghela napas, "Sulit sekali menghadapi pasien-pasien ini. Saya tidak pernah mengalami begitu banyak trauma dengan orang-orang ini, tapi ada hal baik."

"Apa itu?" Yeji bertanya.

"Ada Seungmin." Kata Felix, senyum lembut memenuhi wajahnya.

Yeji bergumam panjang, "Yang suka api itu bukan, Dokter?"

"Ya, dia sangat manis dan dia mulai memberitahu banyak hal. Saya merasa seperti kami membuat hubungan yang nyata, seperti sebuah ikatan, begitu." Felix berbicara cukup panjang untuk menerangkan perangai baik dari Seungmin.

Yeji menebar senyuman. "Itu membuat saya sangat senang mendengar bahwa Anda memiliki setidaknya pasien baik."

"Saya harap akan ada lebih banyak." Kata Felix, suaranya menjadi tenang menjelang akhir.

"Akan ada, jangan menyerah. Jika Anda mau, saya bisa mengatur ulang janji temu Anda dan membuat Anda bisa bertemu dengan Seungmin sekarang."

Felix menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, saya harus menghadapi yang lainnya terlebih dulu."

Yeji lalu mengangguk, "Kalau begitu Anda akan bertemu pasien Hyunjin sepuluh menit lagi." Yeji memberitahukan lalu bangun, sebelum dia berbalik untuk berkata, "Anda bisa dan akan melalui ini dan apapun yang terjadi saya akan berada di sini untuk mendengarkan apapun keluh kesah Anda, Dokter Felix."

Felix mengirimkan senyuman lembut, "Terima kasih."

Yeji menutup pintu di belakangnya dan senyum Felix lenyap. Dia mengusap lehernya, memar itu baru saja mulai menguning dan terasa sakit.

Sebuah helaan napas keluar dari bibir Felix ketika dia bangkit dan meraih jas putihnya. Dia mengenakannya dan keluar dari ruangannya, Felix berjalan menyusuri lorong dan menaiki tangga. Felix pergi ke kamar tempat Hyunjin berada, Felix memperhatikan bahwa hanya ada satu penjaga hari ini dan yang menggodanya kemarin sudah pergi.

"Apa yang terjadi dengan penjaga yang satunya?" Felix bertanya pada penjaga yang menjangkau dan mengambil keycard-nya dari dalam sakunya.

"Terbunuh, pembunuhan." Kata penjaga itu, tanpa emosi saat dia menggesek keycard dan membuka pintu.

Felix masuk, kabar dari penjaga tadi masih mengalir di otaknya. Penjaga itu sudah mati. Kabar itu mengirim hawa dingin yang tidak nyaman menjalar ke tulang punggungnya.

Hyunjin sedang duduk di meja, mengayunkan kaki dan bersenandung riang, yang membuat Felix bingung melihat laki-laki itu bertingkah seperti ini.

"Selamat datang kembali mainanku, aku telah menunggu selama seminggu penuh nih. Tanganku sudah tidak sabar mendarat di lehermu yang seksi itu, tapi sayangnya Bang Chan melarangku untuk menyakitimu," kata Hyunjin, membuat muka cemberut palsu yang menutupi wajahnya, saat dia menyilangkan lengannya dan bertingkah laku kekanak-kanakan, "Ah, shit penisku sudah tegang banget." Kelakar Hyunjin mengakhiri ucapannya, dia lalu bangkit dan meraih Felix, mengarahkannya tepat menyentuh badannya.

Strangers from HellWhere stories live. Discover now