Bab12

519 42 4
                                        

Selamat membaca

Ara saat ini sedang memakai seragam sekolah karena ia sudah diperbolehkan sekolah oleh kekasihnya

"Sayang udah siap hmm" ucap chika

"Bentar icaaa"ucap ara

"aku panasin mobil dulu,kamu jangan lama lama"ucap chika

"Iya icaa"ucap ara

Skip

" belajar yang pinter bocil"ucap chika tersenyum sambil mengusap kepala ara

"Ihh ica jangan panggil ara bocil ara udah besar tau" ucap ara cemberut

"Tapi dimata aku kamu tetep bocil" ucap chika tersenyum

"Udah sana pergi ica ara lagi marah sama ica" ucap ara dengan muka sok marahnya dan langsung masuk kekelas

Chika yang mendengarnya hanya tersenyum gemas dengan kelakuan gadisnya itu ia langsung menuju kelasnya membiarkan bocilnya itu marah

"Ish Ica jahat orang lagi marah harusnya dibujuk"dumel ara menghampiri sahabatnya

" kenapa lo cil masih pagi udah marah marah aja? "Ucap adel

"coba del masa ica manggil ara bocil padahal ara udah besar loh" ucap ara

"Lah emang lo bocil" ucap adel

"Ara bukan bocil yaa! "Ucap ara kasal

" bocil "

"Bukan! "

"Bocil

"Bukan!"

"Boc-"

"Stopp woyyy" ucap olla yang pusing mendengar perdebatan yang tidak ada habisnya

"Kalian ini masih pagi udah ribut aja" ucap zee

"Adelnya nyebelin zee" ucap ara cemberut

"Dih nyalahin gw lo cil, dibilang bocil ga mau kan emang kenyataan lo bocill hahaha" ucap adel tertawa

"Tuh kan zee liat adel monyet ngetawain ara"ucap ara kesal

Zee dan olla yang mendengarnya sangat shock siapa yang ajarin bocil satu ini berkata kasar begitu pun adel yang tadinya tertawa langsung terdiam

"Siapa yang ajarin ara ngomong kasar hmm" ucap zee menatap datar ara

"Kasar? ara ga ngomong kasar kok" ucap ara bingung

"Adel monyet apa?" Ucap zee

"Oh itu olla yang ngajarin ara katanya kalo ada orang yang nyebelin nyebut monyet aja " ucap ara dengan
polosnya

Zee langsung menatap tajam olla bisa bisanya bocah satu ini bikin otak ara kotor aja

Olla yang ditatap tajam pun panik ia bingung harus menjawab apa ia lupa kalo ia pernah mengajari ara berbicara seperti itu

"Aaa itu g- "ucap olla terpotong

" pagi anak anak "teriak guru

Olla menghela napas lega ia bersyukur guru itu datang tepat waktu kalo tidak ia pasti akan dimarahin habis habisan oleh zee

"istirahat lo harus jelasin sama gw!" Tekan zee

"Iya zee" ucap olla pasrah

Bell istirahat pun berbunyi ara saat ini sedang menunggu kekasihnya itu menjemputnya dan sahabatnya sudah pergi duluan ke kantin.

"Hai" ucap chika tersenyum

"Ara masih marah ya ica pokoknya nanti pas pulang ica harus beliin ara gulali sama ice cream ara ga Terima penolakan! " ucap ara cemberut sambil menyilangkan tangannya didada

"Iya sayang tapi jangan banyak banyak satu aja ya? " ucap chika

"Iss dua aja titik" ucap ara

"Hufft okey " ucap chika pasrah kalo ia menolak pasti gadisnya itu semakin marah kepadanya

"Yeyyy makasih ica" ucap ara tersenyum bahagia

"Ayo nanti keburu Bell sayang" ucap chika sambil menggenggam tangan ara dan melangkah menuju kantin

Sesampainya dikantin chika mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong untuk mereka duduk dan akhirnya ia ketemu dimana tempat kosong itu berada di tengah tengah

"Mau makan apa hmm"

"Ara mau mie ayam boleh?"

"Cuman Kali ini aja aku kasih kamu makan mie ayam"

"Yesss makasih ica"

"Bentar ya aku pesen dulu"

"Iya ica"

Disisi lain fiony sedang mencari ara karena ia sudah di beritahu sepupunya kalo ara sudah masuk sekolah sesampainya dikantin ia melihat ara yang duduk sendirian ia langsung menghampirinya

"Hai ara saya boleh duduk disini?"
Ucap fiony

"Eh ce pio boleh ce" ucap ara tersenyum

"Kamu ga makan hmm" ucap fiony

"Makan itu lagi dipesenin" ucap ara

"Oh" ucap fiony sambil memandang wajah ara

Chika yang sudah memesan dan membawa makanan mereka segera kembali kemejanya tetapi saat didekat mejanya ia menatap datar orang yang disebelah ara ia tidak terkejut karena ia sudah tau siapa orang yang duduk disebelah gadisnya itu

"Sini duduk di sebelah aku terus makan nih mie ayamnya"ucap chika datar menghiraukan orang di sebelah ara

Ara yang diperintah hanya menurut aja tapi saat ia beranjak dari duduknya tangannya langsung dicekal oleh fiony

"siapa anda main nyuruh nyuruh orang aja"ucap fiony menatap tajam orang yang menggangunya berduaan dengan pujaan hatinya itu

Chika menatap tajam fiony saat tangan gadisnya itu dipegang oleh fiony karena ia tidak akan terima kalo gadisnya itu disentuh oleh orang lain kecuali keluarga dan sahabat ara

"Lepasin tangan lo" ucap chika datar

"Kenapa saya harus lepasin? " ucap fiony tajam

Chika yang sudah tidak sabar langsung menarik ara kesampingnya dan menatap tajam fiony

"Apa apaan anda main tarik tarik ara aja" ucap fiony kesal

" jangan pernah lo sentuh milik gw" ucap chika datar

"Jadi anda pacarnya" ucap fiony tersenyum miring

"Iss ini kenapa ribut sih ara laper tau" ucap ara kesal

"Ica ayo makan" ucap ara

"Makan diruangan aku aja nanti aku pesan lagi" ucap chika

"Iss yaudah deh" ucap ara

"Dadah ce pio ara duluan ya" ucap ara tersenyum

"Iya" ucap fiony tersenyum

Chika langsung membawa ara keruangannya

TBC

Segini dulu maaf ya baru up
sorry kalo ceritanya ga nyambung

My little girl   Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang