"Lo naik motor apa konser si, Zav? bisa-bisanya di jalan semulus itu lo guling - guling," komentar Umay sembari menatap miris sang wakil ketua yang tengah mengobati beberapa lukanya.
Zavran hanya melirik sinis kearah Umay. "Gue udah bilang njir! Gue itu berdiri buat nyaut mangga punya warga!"
"Itu namanya karma! Makanya kalau punya tingkah laku tuh dijaga!" ucap Umay. Cowok itu kini memberikan tausiah pada Zavran yang hanya dijawab dengan cebikan kesalnya.
Brak !
Kedua cowok itu menoleh, menatap Lucas yang datang dengan wajah tertekuk. Cowok berkelakuan random itu tampak mendumal sembari melepas jaketnya lalu melemparnya sembarang arah.
"Ngenes amat muka lo,Cas. Kayak nggak dikasih makan sama bapak lo aja," ucap Zavran.
"Asal you tau, gue tadi ketemu sama Geon.
Mana mukanya julid banget anjir,kayak si pengkhianat!" cerocos Lucas.
"Ya muka si Geon emang udah bawaan dari perut emaknya kayak gitu,njir!" ketus Zavran.
Sebenarnya capek Zavran punya sahabat modelan Lucas.
"Apaan ! Gue nanya baik-baik karena gue nanyain Resha,eh malah dia jawab kalau gue gak berhak nanya soal permatanya dia," ucap Lucas heboh.
Di sela-sela keributan Zavran dan Lucas, Umay tiba-tiba menyela. "Dari pengamatan gue, semua geng diluar sana ingin Resha bergabung dengan Zhero daripada Alvares. Lo tau kenapa?"
Zavran tersenyum miring. "Lo pikir mereka bakal jadi apa kalau sampai ada dua Gibran di Alvares?" sinis Zavran.
Umay mengangguk setuju begitupun dengan Lucas.
"Yang paling bodoh itu mereka sengaja nyakitin Resha cuma untuk ngehancurin Gibran, tanpa mereka sadari itu sama aja membangkitkan Gibran dalam diri Resha." lanjut Zavran.
"Udah 12 tahun gue kenal sama Gibran, dan gue benar-benar mengakui kalau Gibran memang se-mematikan itu," ucap Umay.
"Dan Gibran punya satu duplikatnya."
Mendengar pendapat Umay dan Zavran, kini Lucas melongo lalu mengangguk-anggukkan kepalanya. "Gue gak sabar njir lihat ada dua Gibran di Alvares, beuh ! Pasti menyala."
"Di otak lo tuh adanya cuman ribut terus, pikirin noh bokap lo yang lagi sakit!" Dengan cepat Umay langsung menendang kaki Lucas sedangkan yang ditendang hanya menampilkan cengiran menyebalkan khasnya.
Drrrtttt
Handphone milik Zavran bergetar dan menampilkan panggilan dari Resha dalam layar kacanya.
"Ada apa?"
"Bang kerumah sekarang! Abang pulang!"
"HAHH ?!!"
....
Pintu terbuka, tiga anggota inti Alvares itu berjalan cepat memasuki rumah. Ketiganya sama-sama tak sabar ingin bertemu dengan Gibran.
Begitu sampai di ruang tengah, rasa penasaran mereka terbayarkan. Gibran, seseorang yang selama 2 bulan berpisah dengan mereka, kini terlihat tengah duduk di sofa dengan Resha yang bergelayut manja di lengannya.
"Heh ! you udah boleh pulang?! Bukannya Om Hugo said sebulan lagi you baru boleh pulang?!" cerocos Lucas panjang lebar.
Gibran tampak tersenyum tipis sembari merangkul anggota inti Alvares satu persatu lalu mempersilahkan mereka untuk duduk.
Sedangkan Resha terlihat merengut tak suka ketika Gibran melepaskan tangannya yang semula bertengger di pundaknya.
Resha kan kangen berat sama Gibran.
KAMU SEDANG MEMBACA
WITH GIRESHA | GIRESHA 2
Teen Fiction"Penerus Alvares itu semakin agresif setelah melihat saudaranya diambang kematian, gue bahkan gak bisa membayangkan apakah ini awal kehancuran atau bersatunya mereka." Sifat Resha benar-benar jiplakan Gibran. Mereka sama-sama mematikan dan Resha mem...
