Vote Komennya jangan lupa biar aku makin semangat up nya^^
Resha merasa hari ini ia cukup sial. Bagaimana tidak, semua dimulai ketika ia menyadari bahwa tugasnya tertinggal di rumah sehingga mau tak mau ia dihukum lalu siang ini ketika ia memutuskan untuk nebeng dengan Haje, malah motornya mendadak bocor.
"Ini masih jauh nggak sih,Je bengkelnya? Dari tadi lo bilang bentar lagi nyampe tapi apaan? Lo bohongin gue terus."
Dalam perjalanan menuju bengkel sambil mendorong motor, Resha terus mendumal dan menyumpah serapahi nasibnya siang ini. Berbeda dengan Haje yang mendorong motor dengan santai sambil bernyanyi riang.
"Si Jean kapan selesai ya acara osisnya?" tanya Haje dan dijawab dengan gelengan singkat dari Resha.
"Nggak seru kalau nggak ada Jean," sambung Haje.
"Gue biasa aja tuh, Jean kan anjing. Suka ngerjain gue," jawab Resha.
Haje hanya melirik tanpa berniat menjawab ucapan Resha. Lagi pula, Resha ini tidak sadar apa gimana kalau keributannya dengan Jean juga selalu Resha yang mengawali.
Ketika keduanya tengah asyik saling beradu argumen, tiba-tiba langkah mereka terhenti. Satu rombongan geng motor menghadang mereka.
Resha dan Haje saling melirik satu sama lain. Sehebat apapun mereka ketika one by one, mereka pasti akan kalah jika lawannya keroyokan seperti ini.
"Hai, Resha."
Resha yang semula berniat melarikan diri, kini mengurungkan niatnya ketika melihat siapa orang yang baru saja mengajaknya berbicara.
Kedua tangannya mengepal seiring dengan tatapan matanya yang menajam.
"Lo semangat banget kayaknya setelah ketemu sama gue,hm?" Alan berjalan mendekat. Cowok itu kini berhadapan dengan Resha.
Resha tidak menjawab membuat Alan terkekeh geli. "Santai aja Resha, lagian abang lo itu nggak mati kok setelah gue tusuk."
Remaja berusia 14 tahun itu tetap diam hingga membuat Alan kesal sendiri.
"Gue punya penawaran buat lo."
"Nggak tertarik."
"Gabung sama Scorpio dan gue gak akan ganggu geng abang lo."
Bugh !
Satu bogeman mentah Resha layangkan hingga Alan hampir saja terjatuh. Melihat Resha yang sekarang sudah dikuasai emosi membuat Alan tersenyum puas. Alan sepertinya menginginkan sebuah pertarungan.
"Woy !njing ! Cemen Lo! Lo ngakuin kalau geng lo lemah ya?makanya Lo ngemis-ngemis bantuan sama Resha?!" itu Haje yang berteriak.
Haje mengetahui siapa mereka semua,jadi ia dengan percaya diri mengatakan hal itu.
Alan tidak memedulikan apa yang baru saja Haje bicarakan. Kini cowok itu berjalan mendekati Resha.
"Heh,Resha." Kedua tangannya kini bertumpu di pundak milik remaja itu. "Lo nggak pengen punya kekuasaan kayak Gibran? Dengan lo gabung sama Scorpio, gue bakal ngasih kesempatan buat lo ngehancurin Gibran."
Penawaran sampah macam apa ini?! Tentu saja Resha tidak akan mau menerima tawaran itu.
Dengan gerakan cepat, Resha mendorong tubuh Alan hingga cowok itu mundur beberapa langkah. "Gue bukan pengkhianat kayak lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
WITH GIRESHA | GIRESHA 2
Action"Penerus Alvares itu semakin agresif setelah melihat saudaranya diambang kematian, gue bahkan gak bisa membayangkan apakah ini awal kehancuran atau bersatunya mereka." Sifat Resha benar-benar jiplakan Gibran. Mereka sama-sama mematikan dan Resha mem...
