| HAPPY READING |
Pagi yang cerah, matahari terbit menyinari dunia yang indah. Udara yang sejuk, membuat siapapun menikmati setiap hembusan angin.
"Seger banget udaranya." Ayla menghirup udara segar di lingkungan pesantren.
Ayla sedang berolahraga pagi, teman-temannya sedang mencuci baju. Kenapa Ayla tidak ikut mencuci baju? karena baru kemarin Ayla mondok, jadi menurut Ayla ia akan mencuci baju setiap 2 hari 1x.
Banyak santri lalu lalang yang jalan pagi, Ayla tidak sengaja melihat Gus azhar dan ia pun menghampiri nya
"Assalamualaikum, Gus." Salam ayla.
Gus azhar seperti tidak asing dengan suara itu, suara itu sudah familiar di telinganya dan benar saja pemilik suara itu adalah Ayla, kakak iparnya.
"Waalaikumsalam, kak." Jawab Gus Azhar.
"Ngapain Lo disini? bukannya beres-beres." Ucap Gus azhar.
"Besok aja lah Gus, lagian baju kotor gue baru 1."
"Ohh berarti harus nunggu banyak dulu baru dicuci?" tanya Gus Azhar.
Ayla melototkan matanya. "Gak juga lah, udah lah gue mau pergi. Babay." Ayla meninggalkan Gus Azhar sendirian.
Nemu dimana Abang bisa dapat istri kaya gitu. batin Gus Azhar.
****
"AYLA CEPET AMBIL KITAB KAMU, KITA HAMPIR TELAT." Teriak Farah heboh. Farah ternyata tidak se-alim dan se-anggun itu pikir Ayla. Ternyata Farah bisa teriak juga ya.
"Gue gaada kitabnya, far." Farah dan Zahra menepuk jidatnya.
"Udah itu urusan belakangan, sekarang kita ke kelas dulu, ayo." Ajak Farah.
Ayla hanya membawa buku tulis, dan pulpen. Ia sudah seperti anak bawang.
Sesampainya dikelas Ayla duduk dengan Zahra dibangku belakang. Mereka berdua memang cocok duduk dibangku belakang karena tidak bisa diam, dari awal duduk Ayla dan Zahra sudah mengobrol sampai saat ini.
"Assalamualaikum." Salam seorang pria. Pria itu yang akan mengajar dikelas Ayla.
Sontak seluruh santriwati, duduk dengan rapih, tidak ada yang berbicara. "Waalaikumsalam." Jawab seluruh santri.
"Katanya ada santri baru ya disini? kalau gitu perkenalkan nama saya Muhammad Rayyan." Ucap ustadz Rayyan memperkenalkan diri.
Ayla hanya mengangguk kepalanya, ternyata itu ustadz Rayyan yang kata Zahra tegas nan galak. "Dipersilahkan santri baru maju kedepan untuk perkenalan diri." Instruksi ustadz Rayyan membuat jantung Ayla deg-degan. Dirinya jadi Dejavu pada saat pertama kalau masuk SMA.
"Maju ay." Zahra menyenggol lengan Ayla.
"Harus banget?"
"Iya, Ayla. Udah sana." Ayla berdiri dari duduknya, lalu dengan rasa gugupnya ia berjalan kedepan.
"P-perkenalkan nama saya Ayla shefani Azalea, panggil aja Ayla. Salam kenal semuanya semoga kita bisa berteman baik, ya." Sesudah perkenalan Ayla menampilkan senyumannya. Hal itu membuat semua santri kagum dengan kecantikan Ayla. Namun, tak ayal ada beberapa santri yang tidak suka dengan Ayla.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARLA [REVISI]
Teen FictionKehidupan anak kelas 12 SMA sangatlah padat, Ayla harus belajar untuk masuk ke universitas impiannya. Ia begitu berambisi untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan. Disela kesibukannya ini, bagaimana jika ia bertemu dengan seorang pria yang datar...
![ATHARLA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/371497121-64-k249296.jpg)