Bab 5. Bertemu Kembali

7 1 0
                                    

Bab 5. Bertemu Kembali

Alice menginjakan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Kini, dia sudah menjadi sosok wanita pebisnis ulung. Uang modal yang dia terima dari Dokter Giovanni berhasil dia kembangkan. Selama dua tahun ini, Alice sukses di bidang perhotelan dan restoran. Dia membeli hotel dan restoran yang sudah bangkrut dengan harga murah. Lalu, dia renovasi, dikelola dengan manajemen yang sudah handal dan melakukan promosi besar-besaran. Memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya agar mereka merasa puas. 

Setelah berhasil di negara bagian Arizona, sekarang dia mengembangkan usahanya merambah ke bidang produksi barang rumah tangga. Dia mengincar perusahaan PT. Graham yang memproduksi barang-barang furniture. Selain membuat produk, dia juga membeli sedikit sahamnya.

Alice mengajukan ingin bekerja sama terlebih dahulu kepada perusahaan itu, untuk mendesain barang khusus untuk hotel dan restoran miliknya. Hari ini rencananya dia akan bertemu dengan CEO dari perusahaan itu. Dia adalah Alejandro Grey, adik dari Enzo Grey, mantan suaminya.

Seorang laki-laki yang memiliki tubuh atletis sedang berjalan ke arah Alice. Wajahnya datar seperti biasa, tidak ada senyum manis yang terukir di wajah tampan itu.

"Selamat siang, Tuan Grey," safa Alice dengan ramah.

"Selamat siang, Nona White," balas Alejandro masih dengan ekspresi datar.

Setelah basa-basi sedikit, keduanya pun membicarakan masalah kerja sama. Alice ingin di setiap produk yang mereka buat harus ada logo miliknya, yaitu kaktus. Tumbuhan berduri yang bisa tahan hidup lama meski di iklim yang ekstrim.

"Baiklah, kita sudah tanda tangani dokumen ini. Semoga kerja sama kita ini bisa berjalan dengan baik," ucap Alice dengan senyum cantiknya dan itu membuat Alejandro terpesona.

"Ya. Senang bisa bekerja sama dengan Anda," ujar Alejandro sambil mengulurkan tangannya. Dia merasakan desiran lembut dalam aliran darahnya, saat tangan kekarnya menyentuh kulit halus milik wanita cantik di depannya ini.

"Apa Anda tahu tempat yang asik buat menghabiskan malam yang senggang ini? Aku baru pertama kali datang ke sini. Jadi, tidak tahu tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu," tanya Alice dengan suaranya yang lembut dan merdu.

"Ya, aku tahu. Tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu yang senggang malam ini," jawab Alejandro.

Keduanya pun bertukar nomor handphone. Mereka sudah membuat janji untuk acara nanti malam.

***

Malam harinya, Alejandro menjemput Alice di apartemennya. Betapa terkejutnya dia saat melihat penampilan Alice. Begitu cantik menggoda dengan gaun yang indah, menampilkan bahu dan lengan yang mulus.

"Apa aku jelek? Atau tidak pantas memakai baju yang seperti ini?" tanya Alice sambil memperhatikan dirinya.

"Anda sangat cantik sekali, Nona," jawab Alejandro dengan gugup.

"Benarkah?" Senyum cantik diperlihatkan Alice pada laki-laki di depannya.

"Aku tidak berbohong. Anda itu salah satu wanita cantik yang pernah aku temui," balas Alejandro dengan sungguh-sungguh.

"Terima kasih. Apa sebaiknya kita langsung berangkat sekarang?" tanya Alice kembali masih dengan senyuman yang menawan bagi hati laki-laki berpenampilan perlente.

"Ya, bisa," jawab Alejandro tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Alice.

Alice terkejut karena dia pikir Alejandro itu adalah laki-laki yang dingin, kaku, dan galak. Tidak pernah terbayangkan kalau dia akan bisa bersifat seperti gentleman. Bahkan Alice juga bisa melihat senyuman ramah dari laki-laki itu saat dia menerima uluran tangannya.

Pembalasan Untuk Keluarga Mantan SuamiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang