Kelvin memandang wanita berbalut gaun broken white dengan riasan ala pengantin itu dengan tatapan puas. Pada akhirnya, ialah yang memenangkan semua ini. Rencananya berhasil untuk membuat Clara menikah dengannya, yah walau dengan cara tidak biasa. Tapi tidak peduli itu, yang jelas Kelvin telah selesai menyelesaikan misi nya untuk menikah tahun ini.
"Istriku cantik sekali hari ini. Loh, warna rambutnya sudah kembali seperti semula ya? Wah, tidak perlu diragukan kali hair stylist keluargaku, dalam waktu dua jam sudah bisa membuat istriku terlihat lebih waras dengan rambut aslinya," ucap Kelvin menahan tawa melihat reaksi wajah Clara yang merengut sejak datang untuk merayakan pernikahan mereka.
"Diam kau, sialan. Aku benci padamu. Sangat benci!" Tidak bisa diungkapkan bagaimana perasaan benci yang Clara tunjukan pada Kelvin saat ini. Rasanya ingin melarikan diri saja, tetapi Clara tahu mustahil baginya untuk berhasil. See? Bahkan detik-detik terakhir ia akan pergi meninggalkan negara, pria itu tetap menemukannya.
"Aku tahu kau masih belum bisa menerimaku, kok." Kelvin membalas santai, "tapi setidaknya atur wajahmu agar para tamuku tidak mencelaku karena memiliki istri yang jelek."
"Mulutmu memang tidak ada yang bisa dipercaya." Bahkan setelah memujinya cantik, kini si sialan Kelvin dengan mudahnya mencelanya jelek.
"Sebenarnya apa alasanmu menikahiku, huh? Demi menjaga nama baik keluargamu? Atau tidak ingin cap sebagai pria tidak laku? Lalu kau menikahi wanita sembarangan? Hah?" cecar Clara tidak tahan lagi meluapkan emosinya yang sudah tertahan sejak tadi, bahkan kali ini ia berhasil mengeluarkan air mata.
"Hei, kau menangis Quinn? Yang benar saja!" Kelvin menepuk dahinya. Tidak disangka ia malah mendapatkan wanita itu menangis. Kini semakin keras, karena Clara benar-benar menangis secara terisak sambil berjongkok di sana.
"Sialan kau! Hiks!" Sambil menangis dan mengumpat tentu saja.
Kelvin masih melihat Clara menangis, dan bersamaan dengan waktu yang terus berjalan hingga membuat pria itu memutuskan untuk ikut berjongkok, menyamakan posisinya dengan Clara,
"Kau benar-benar ingin membuatku malu," desahnya kemudian membawa jari-jarinya untuk mengusap air mata yang membasahi wajah Clara.
Well, untuk apa Kelvin melakukan itu? Hal itu malah membuat tangisan Clara berhenti dan membuat wanita itu auto bingung akan perlakuan Kelvin.
"Sudahlah, aku bukannya ingin membuat hidupmu susah, Quinn. Kau harus percaya jika hidup bersamaku tidak akan membuatmu mati kelaparan dan aku yakin keluargaku akan menerimamu, kok." Kelvin berkata lembut masih mengusap halus air mata yang tersisa di wajah Clara.
Clara masih diam guna memperhatikan Kelvin. Apa pria itu sedang kerasukan jin? Kenapa perlakuannya cepat sekali berubah.
"Aku bisa memberikanmu banyak barang mahal, dan kupastikan hidupmu terjamin hingga tua," lanjutnya lagi, dan kini telah menarik tangannya karena merasa wajah Clara telah bersih dari air mata. Lagipula, wanita itu sudah tidak menangis lagi sekarang.
Kelvin mengulum senyum menatap Clara. "Kau itu cantik, Quinn. Sangat cantik." Dan tiba-tiba memuji Clara dengan akh! Bisakah Clara mengatakan jika pria itu tidak menawan? Tetapi ia tidak bisa bohong, karena pria itu memang sangat tampan walau memiliki kelakuan brengsek.
Perlahan wajah Kelvin mendekat ke arah Clara, hingga Clara bisa merasakan deru nafas pria itu dan hampir mengira jika kali ini akan terjadi adegan ciuman, tetapi ternyata sasaran utama Kelvin bukan lah bibir Clara, melainkan indera pendengarannya.
"Maka, jangan permalukan aku di depan para tamu ku ya, cantik. Jangan tunjukan wajah sembabmu, karena aku akan mengurungmu di menara seperti rapunzel jika kau mengacau acaraku malam ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Desire
Romansa[MATURE] Clara Quinn adalah wanita yang pada awalnya hanya bergantung dengan uang. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengumpulkan uang demi memenuhi segala kebutuhannya. Namun, seketika hidupnya berubah ketika bertemu seorang pria bernama Aldrian...
