Pagi ini Clara tidak akan berteriak atau pun berniat mengamuk. Menyadari terbangun dalam keadaan telanjang nampaknya sudah membuat Clara yakin jika tadi malam ia baru saja —kembali melakukan seks dengan yah, siapa lagi kalau bukan putra tertua keluarga Quinzel?
Untuk kali ini Clara tidak ingin menyalahkan Kelvin saja, yah walau dalam konteks pria itu tetap salah, sih, karena memanfaatkan keadaanya yang sedang mabuk. Tetapi, yang menjadi penyesalan Clara ialah dirinya sendiri. Dia tidak pernah kapok akan efek alkohol yang membawanya sampai seperti ini dan lagi, akan berakhir tidur tanpa mengenakan piyama.
Entah bagaimana Clara harus mencegah dirinya agar berhenti minum alkohol dan terbebas dari hal-hal seperti ini.
Maka, Clara hanya bisa mendesah dalam keadaan pasrah sebelum turun dari ranjang dan memunguti pakaian yang berserakan di lantai kamar. Dalam hati ia sudah yakin jika Kelvin sengaja membiarkannya tidur dalam keadaan telanjang, mungkin sebagai bukti yang pernah pria itu lakukan padanya kemarin. Entah, apakah hari ini pria itu akan menunjukan video mereka lagi, Clara tidak peduli, huh.
Sementara itu, Kelvin sudah berada di meja makan bersama keluarganya. Pria dengan setelan kemeja kerjanya itu nampak segar dengan penampilan yang seperti biasa, akan selalu tampan dan maybe, bisa dibilang pagi ini dalam keadaan mood yang baik.
"Lalu di mana istrimu?" tanya Freya sadar jika Kelvin datang sendiri tanpa Clara, lagi.
"Masih di kamar," jawab Kelvin. "Dia agak terlambat bangun hari ini."
Membuat beberapa orang di sana saling melempar lirikan yang berartikan sesuatu yang mengarah 'hubungan itu'. Daryl langsung memberikan tepukan bangga untuk sepupunya itu.
"Aku bangga padamu, Bung!" soraknya.
"Well, sepertinya menjadi buka puasa untukmu setelah sekian lama single, ya?" timpal Selima.
Kelvin hanya membalas dengan anggukan santai, tidak pula menimpali dengan perkataan yang ia tahu akan semakin digoreng oleh saudara kembar itu. Maka dari itu, usai menghabiskan makanannya, Kelvin segera beranjak dari kursi dan tidak lupa pamit untuk berangkat menuju kantor.
***
Acara minum teh adalah acara yang sering keluarga Quinzel lakukan usai sarapan pagi. Clara yang notabene adalah orang baru di keluarga ini agak takjub dengan kebiasaan para oldmoney yang akan menghabiskan waktu cantik mereka dengan kegiatan seperti ini. Yah, pantas saja mereka disebut dupe royal family.
Clara masih dalam rangka takjub melihat hidangan berupa teh yang tidak pernah ia nikmati sebelumnya. Bahkan rempah-rempah orang kaya akan terasa berbeda.
"Teh ini produksi dari pabrik keluarga kami," kata Selima saat Clara bertanya mengenai teh yang ia minum, tentu sangat nikmat.
"Nenek penggemar teh dan dia akan selalu menguji produk teh yang akan dikeluarkan di pasaran, jika terasa asam dan pahit, sudah pasti ia akan marah dan menyuruh untuk mengganti produknya," jelas Selima lagi. "Dan aku yang bertugas dalam menjalankan usaha teh ini, dan juga sebagian usaha mengenai pertanian dan Daryl mengurus agroindustri-nya."
"Wah, sepertinya keluarga kalian memang diberkahi oleh ilmu bisnis yang sangat baik," puji Clara.
"Tapi dari keluarga kami, Kak Kelvin lah yang paling pintar dalam berbisnis. Mungkin bisa dibilang dia juga memiliki banyak keberuntungan, karena banyak usaha kami yang semakin maju saat dipegang olehnya. Makanya, dahulu mendiang kakek dan ayahnya mempercayakan perusahaab padanya." Walau Clara tahu Selima tidak sedang meninggikan sepupunya itu, tetap saja dalam hati Clara tidak begitu excited, yah, bagaimana pun Clara masih melihat pria itu sebagai orang yang sangat menyebalkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Desire
Romance[MATURE] Clara Quinn adalah wanita yang pada awalnya hanya bergantung dengan uang. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengumpulkan uang demi memenuhi segala kebutuhannya. Namun, seketika hidupnya berubah ketika bertemu seorang pria bernama Aldrian...
