27. Have Fun?

90 3 0
                                        

Kelvin tidak bodoh untuk menyadari jika Clara menghilang usai makan pagi. Kecurigaannya saat ini ialah jika wanita itu kabur dari rumah dan pergi ke luar negeri.

Bisa jadi seperti itu bukan? Sesuai dengan rencana awal Clara dulu.

Tapi, bisa jadi juga jika wanita itu memiliki pergi untuk menemui pria satunya ralat, tetangga yang menjadi jantung hati Clara selama ini.

Oh, itu pun bisa terjadi karena Kelvin mengetahui bagaimana perasaan Clara yang belum bisa lepas dari pria itu.

Kelvin berniat untuk mencari Clara, dengan koneksi yang ia miliki pasti mudah untuk menemukannya. Tetapi, hal lain tak terduga muncul saat Kelvin hendak memanggil Shenzi untuk ikut dalam rencanannya.

Sangat jelas saat ini Kelvin melihat Clara tengah berjalan memasuki rumahnya. Wanita itu entah dari mana asalnya, tiba-tiba muncul di hadapan Kelvin dan sedang menaiki tangga depan dengan wajah yang terlihat masam dan menjengkelkan, mungkin?

"Hei, Quinn!" Kelvin mencegat wanita itu saat hendak melewatinya begitu saja bahkan nampak tidak peduli dengan keberadaan Kelvin.

Clara dengan wajah malas hanya melirik sekilas Kelvin di sana. "Apa?!"

"Kau dari mana?"

"Bukan urusanmu." Ketus dan sangat menyebalkan jika Kelvin membaca perilaku Clara saat ini.

"Aku bertanya baik-baik, dan kau menjawabku seperti mengajak ribut?"

"Dan kau semakin membuatku ingin mengamuk, tahu!" geram Clara semakin tidak suka akan kehadiran Kelvin yang semakin membuat suasana hatinya kacau. "Yang jelas aku sudah ada di sini dan tidak lari, jadi kau tidak perlu bertanya lagi."

Benar-benar wanita pemarah. Bahkan Kelvin hanya bisa syok sesaat saat Clara berteriak di depan wajahnya dan hanya bisa menggelengkan kepala saat wanita itu melenggos pergi.

"Sepertinya dia memang titisan siluman," guman Kelvin. Tapi, yah tidak penting juga untuk memikirkan hal lain karena perasaan Kelvin setidaknya sudah lega karena Clara tidak kabur atau tidak melakukan sesuatu yang buruk. Jadi, ia tak perlu merepotkan diri lagi untuk mencari wanita  itu.

"Bos!"

Kedatangan Shenzi yang tiba-tiba sontak membuat Kelvin agak terkejut, apalagi pria itu muncul di belakangnya tanpa wajah penuh dosa.

"Sial," decak Kelvin merasa jantungnya hampir copot.

"Ini jadwal pertemuanmu hari ini. Kita bisa langsung datang ke sana sekarang," kata Shenzi tidak peduli dengan kekesalan bosnya dan memberikan iPad yang berisi jadwal pertemuan Kelvin yang harus pria itu hadiri.

"Ya ya ya, kita ke sana sekarang," jawab Kelvin dengan nada malas, kemudian segera menuruni anak tunggu untuk menuju parkir mobilnya berada, diikuti oleh Shenzi di belakangnya.

***

Jangan tanyakan keadaan Clara saat ini. Tentu saja dalam keadaan yang jauh dari kata baik. Clara tahu ia lemah jika menyangkut Aldrian, oleh karena itu tidak ada yang bisa Clara lakukan selain menangis meratapi nasib penuh dengan penyesalan.

Sebenarnya Clara sudah menahan tangisnya sejak perjalanan menuju rumah, dan sialnya ia harus terhenti karena berpapasan dengan si pria gila yang semakin membuat suasana hatinya kacau, lalu sampai di kamar baru lah Clara menangis keras layaknya orang putus cinta.

Miris. Bahkan seorang Aldrian yang tidak memiliki harta melimpah berhasil membuat Clara seperti ini.

"Semua karena pria itu!" Dia mulai menyalahkan Kelvin. "Tapi sebenarnya itu salahku kenapa aku harus mengambil arlojinya dan ARGH! kenapa aku harus bercinta dengannya!"

DesireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang