Menjadi peraturan penting di keluarga Quinzel untuk memastikan apakah keturunannya telah melakukan malam pertama yang benar usai melangsungkan pernikahan. Kelvin adalah cucu pertama keluarga Quinzel, orang yang ditunggu-tunggu melepaskan status lajangnya, semua orang pasti tidak sabar untuk mengetahui apakah pria itu berhasil melangsungkan malam pertamanya dengan err, ya begitu lah pasti kalian tahu sendiri.
Maka, tugas Freya, sebagai ibu kandung Kelvin akan menengok sang putra dan wanita yang sudah menjadi bagian dari keluarga Quinzel itu. Freya berharap penerus keturunan Quinzel itu tidak membuatnya malu atau sekedar berlakon seperti perjaka polos. Well, hanya Freya dan Shenzi yang tahu mengenai itu.
Tapi, tentu saja sang ratu tidak pernah tahu apa yang sudah terjadi antara Kelvin dan Clara sebelumnya.
Dan kembali dengan Kelvin yang baru saja membuka matanya usai tertidur cukup pulas. Ranjang luasnya masih sama seperti sebelumnya, di mana hanya Kelvin yang menempati. Tidak ada jejak milik Clara, karena wanita itu tidak sudi untuk tidur bersama Kelvin dan memilih sofa sebagai landasan mimpinya. Kelvin hanya mendengus melihat wanita itu yang masih tertidur telentang dengan selimut menutupi hampir sebagian tubuhnya.
Kelvin tidak berniat untuk mengusik Clara sebenarnya. Dia tahu wanita itu lelah setelah acara kemarin yang cukup menguras energi. Mungkin tidak hanya fisik, lelah batin juga dirasakan wanita itu. Maka, Kelvin akan memberikan kebebasan untuk Clara agar bisa tidur sepuasnya, tidak perlu ikut sarapan bersama keluarga, toh Kelvin juga bisa beralasan jika wanita itu kelelahan setelah melakukan malam pertama--
SHIT!
Kelvin mengumpat. Melupakan tradisi konyol yang hanya ada di keluarganya. Yah, tidak salah lagi. Ibunya akan datang menengok mereka, dan memastikan jika mereka telah saling memuaskan satu sama lain di malam pertama. Kelvin tidak bisa mengelak, dia baru ingat sekarang dan tidak sempat mengatur strategi apalagi meminta bantuan Shenzi, karena si pembantunya itu sudah terbang menuju Maldives untuk liburan, sesuai janji Kelvin kemarin.
Maka, satu-satunya hal yang bisa Kelvin lakukan hanya bersandiwara. Well, walau sandiwara itu sangat tidak senonoh untuk dilakukan, dan berpotensi akan mendapatkan benjolan manis dari sang korban, mau tidak mau Kelvin harus melakukannya.
Tungkai panjang Kelvin menghampiri sofa yang masih ditempati oleh putri tidur itu. Sebentar ia memandang wajah Clara yang terlihat damai saat tertidur, sangat berbeda saat wanita itu bangun yang menujukan wajah cemberut dan emosi saat melihat Kelvin. Sial, kenapa Kelvin jadi mengangumi wajah wanita itu, padahal niatnya hanya sebentar memandang Clara, tetapi mengapa keterusan seperti ini.
Namun, acara memandang wajah Clara, terpaksa harus berhenti karena pendengaran Kelvin yang begitu tajam telah menangkap derap langkah dari heels sang ibu. Kelvin segera membuka kaos tipisnya, membuangnya asal sebelum menyibak selimut yang dipakai Clara, dan ikut bergabung di tempat wanita itu berada sejak tadi malam.
Merasa ada yang mengusik tidurnya, dan berat di atas tubuhnya membuat Clara bangun, dan langsung terkejut mendapati apa yang ada di depan matanya sekarang.
"KAU GILA?" pekik Clara yang mana langsung membuat Kelvin menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Akan kujelaskan nanti, yang jelas berpura-pura lah jika kita sedang bercinta--ah Tidak, tidur saja lebih baik!" ungkap Kelvin mengambil kembali selimut dan menariknya menutupi tubuh mereka, hanya menyiskan setengah punggung Kelvin agar terlihat lebih nyata.
Sedangkan Clara masih tidak percaya dengan kelakuan pria itu yang semakin di luar nalar. Bahkan pria itu menyuruh ia menutup matanya lagi, dan sialnya pria itu memeluknya dengan erat hingga membuat Clara bersumpah akan menendang pria itu karena mengambil kesempatan untuk merasakan dadanya. Sial, pria brengsek ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Desire
Romansa[MATURE] Clara Quinn adalah wanita yang pada awalnya hanya bergantung dengan uang. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengumpulkan uang demi memenuhi segala kebutuhannya. Namun, seketika hidupnya berubah ketika bertemu seorang pria bernama Aldrian...
