Ada rasa ketertarikan sendiri bagi Clara untuk mendekati Nenek yang sampai saat ini masih bersikap cuek padanya. Entah, walau sudah ditolak berkali-kali tetap saja Clara tidak putus asa untuk mengambil hati wanita itu.
Sebenarnya apa, sih alasan Clara seperti ini? Jika dipikir, harusnya ia tidak usah terlalu peduli dengan sikap Nenek, mengingat Clara pun tidak ingin berada di keluarga ini. Bahkan, Clara tidak sedang ingin mencari perhatian Nenek agar merestui hubungannya dengan Kelvin, bukan? Lalu, apa tujuanmu melakukan hal ini, C?
Jawabannya, Clara tidak tahu. Dia berpikir, Nenek tidak seharusnya memberikan reaksi dingin padanya, dan atau reaksi yang sama dengan keluarganya. Well. walau Clara lebih lama hidup mandiri, dulu ia sempat merasakan keluarga yang harmonis kok, maka dari itu melihat sisi keluarga Quinzel yang jauh dari kata hangat, membuat Clara ingin membenarkannya.
Memangnya dia siapa sampai ingin melakukan ini?
Oh tentu, Clara akan merasa terhormat jika berhasil membuat keluarga ini menjadi hangat dan lebih baik dari cerita-cerita Selima tentang keluarga mereka.
"Kau yakin ingin kesana?" tanya Selima tidak yakin dengan rencana Clara yang hendak menemani Nenek di Villa Garden yang sudah menjadi rutinitas wanita itu setiap minggu untuk mengurusi tanamannya.
"Huum, tidak pernah seyakin ini." Jawaban Clara yang malah membuat Selima semakin tidak yakin, namun berakhir pasrah karena tahu Clara tidak bisa dicegah dalam hal ini.
"Baik, kalau begitu aku hanya saran jangan sampai kau membuat onar di sana," ucap Selima sebagai pesan pengingat untuk Clara.
"Contohnya?"
"Menginjak tanaman, menjatuhkan pot, atau sebagainya yang membuat Nenek murka. Kau harus menjaga sikapmu di sana dan jangan sampai membuat Nenek menyirammu dengan pupuk kotoran kambing," jelas Selima lagi, berharap kejadian yang pernah menimpannya tidak terjadi pada Clara.
"Noted. Aku tidak akan mengacau, tenang saja." Clara yakin ia akan bersikap tenang dan tidak akan berbuat onar seperti tempo hari.
Maka, keduanya berpisah dengan Selima kembali pada kegiatannya meminum teh bersama teman-temannya, sementara Clara bergegas menuju villa garden untuk menemui Nenek di sana.
"Mau kemana Kak Clara?" tanya Daryl yang sejak tadi memperhatikan kedua wanita yang selesai berbincang.
"Menemui Nenek," jawab Selima sehingga membuat Daryl agak terkejut.
"Serius?"
Selima mengangkat kedua bahunya dengan helaan napas panjang. "Doakan saja dia keluar dengan selamat."
"Well, kau tahu jika mood nenek akhir-akhir ini sedang tidak bagus. Berani sekali dia pergi ke sana," ujar Daryl menambahkan ketidakyakinan Selima.
"Yah, sebelas dua belas dengan Kak Kelvin. Sama-sama ingin mencari mati. Ngomong-ngomong di mana dia? Tidak ikut meminum teh bersama?" tanya Selima beralih topik karena sejak tadi tidak melihat sang kakak tertua di area rumah ini.
Daryl memeriksa jam tangannya sebentar, "tadi subuh ia sudah berangkat bersama Shenzi untuk mengurus pabrik, mungkin sebentar lagi akan sampai rumah." Kemudian, dibalas dengan respon cuek Selima sebelum kembali melanjutkan rutinitas paginya.
***
Clara menarik napas panjang saat sampai di Villa garden, tempat nenek sedang berkegiatan. Walau kata Selima ia sedang mencari mati, namun namanya Clara tidak akan goyah untuk mencari perhatian wanita itu.
"Hai Nek," sapa Clara dengan senyuman manis ia berikan pada nenek.
Tidak ada respon yang begitu Clara harapkan, karena nenek hanya berdeham tanpa melihat kearahnya, tetap fokus menyirami tanamannya di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Desire
Romantik[MATURE] Clara Quinn adalah wanita yang pada awalnya hanya bergantung dengan uang. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengumpulkan uang demi memenuhi segala kebutuhannya. Namun, seketika hidupnya berubah ketika bertemu seorang pria bernama Aldrian...
