CIELAHH BALIK LAGI NIHH, SEMOGA NGGAK BOSAN-BOSAN YA DENGAN CERITAKU, AKU UP TIAP HARI, JADI PANTENGIN TIAP HARI YAA!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arsen mengendarai mobilnya menuju ke salah satu tempat yang seringkali ia datangi sendirian saat pikirannya penuh dengan banyak masalah.
Kawasan yang didatangi Arsen cukup jauh dari perkotaan, disana terdapat danau. Membutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai kesana, hanya ada sedikit pembicaraan di mobil selama perjalanan. Sesampainya di sana Arsen menoleh ke bangku penumpang disampingnya, di sana ada gadis yang sudah tertidur pulas, Arsen melihat pemandangan tersebut entah kenapa jantungnya berdetak kencang.
"Mel," panggil Arsen pelan.
"Mel." Arsen menepuk pelan pipi Melani.
"Hm."
"Bangun, kita udah sampai nih." Arsen masih setia menepuk pipi gadis itu.
"Hm, iya," jawab Melani, dengan mata yang masih tertutup.
"Ayo, can ..., Mel," ucap Arsen, hampir saja ia memanggil Melani dengan sebutan Cantik.
"Iya, ini udah bangun." Melani menatap Arsen, dengan mata yang di pelototi.
"Santai dong," ucap Arsen, dengan tawa ringan.
Melani turun dari mobil dan menatap kagum kearah danau yang luas dengan pantulan cahaya bulan yang berada di langit, itu terlihat mengagumkan seperti cermin yang memantulkan bayangan langit.
"Kamu tau tempat ini dari mana?" tanya Melani, pandangannya tidak ia alihkan dari danau di depannya.
"Langit, dia pertama kali bawa kita kesini," jawab Arsen, menatap Melani dari samping.
"Kok bisa, dia menemukan danah sebagus ini," ucap Melani.
"Ayo, duduk." Arsen berjalan ke tepi danau yang tenang, kemudian mendudukkan dirinya disana.
Melani berjalan mendekati Arsen dan duduk tepat pada tempat yang Arsen suruh jarak keduanya hanya 5-6 cm.
"Bagus banget ya, tempat ini," ucap Melani.
"Iya, aku juga bingung, kenapa Langit bisa tau tempat ini." Arsen kembali menatap Melani dari samping.
Melani hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon, kemudian membaringkan tubuhnya di atas rumput dan menatap keatas langit. Banyak bintang di malam ini.
Arsen menolehkan kepalanya kearah Melani dan tersenyum kemudian ikut membaringkan tubuhnya tepat di samping Melani.
Tingg...
Suara ponsel mengalihkan pandangan Melani dari langit, ia mengambil ponsel tersebut dan membaca pesan yang ternyata dari Kalula.
Kalula: Nini, nanti masuk aja ya, pintu nggak di kunci, gue ngantuk soalnya