Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu terus berjalan, hari ini saat Mereka memutuskan menghabiskan waktu liburan mereka di bandung. Awalnya Kalula berharap ini akan menjadi liburan menyenangkan, namun kenyataan jauh dari harapannya. Selama di Bandung, beberapa kejadian yang terjadi, membuat hati Kalula terluka, ada beberapa moment Arsen dan Melani terlihat sangat akrab, membuat Kalula merasa cemburu dan sakit hati. Mesti tak pernah di ungkapkan, semakin lama semua itu semakin menumpuk di pikirannya.
𝄞⨾𓍢ִ໋
Ketika mereka kembali ke Jakarta, Kalula berusaha melupakan semua hal yang terjadi di Bandung dan fokus untuk kenaikan kelas. Hari ini pembagian raport membawa kejutan yang tak terduga. Saat di sekolah, Kalula melihat Arsen datang bersama Nesa.
"Udah di dalam," jawab Kalula dan Melani bersamaan.
"Kalau gitu, Bunda masuk dulu ya," pamit Nesa, "bye sayang." Nesa berjalan meninggalkan Kalula dan Melani, dan masuk ke ruangan untuk menerima raport Arsen.
Saat setelah menerima raport, dua berita lagi yang harus Kalula terima, ia tidak sekelas dengan Arsen, namun sekelas bersama Jendral dan Langit, sedangkan Melani sekelas bersama Arsen, dan berita keduanya adalah, Rita dan Nesa adalah sahabat sejak SMP.
Kalula harus menghadapi realitas baru ini dengan perasaan yang campur aduk. Mesti terasa sulit, ia berusaha untuk tetap tergar dan fokus pada tahun terakhir mereka di SMA.
𝄞⨾𓍢ִ໋
Sore mulai menjelang malam, dan langit berwarna jingga kehitaman. Arsen merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai memperbaiki hubungannya dengan Kalula. Sejak pulang sekolah, Kalula tidak pernah mengirimkannya pesan, bahkan saat di sekolah, gadis itu hanya sedikit bicara, tidak seperti biasanya. Arsen mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Kalula.
Arsen: Sayang, kamu ada waktu nanti malam nggak? Jalan-jalan yuk malam ini