Anak?

162 14 3
                                        

      Beberapa hari telah berlalu semenjak Sagara & Wynona pulang dari honeymoonnya. Di satu waktu saat Sagara di kantor, ada seorang perempuan yang datang ke penthousenya, dan Wynona menyambutnya.

      "Saya nyari Sagara, kenapa kamu yang keluar?" ucap wanita itu.

      "Ka Sagara kebetulan lagi di kantor, kalo ga masalah bisa ngobrol sama aku aja nanti aku bantu sampaikan."

      "Ga, saya nunggu aja sampai Sagara pulang."

      "Kalo gitu mau aku bantu chat?"

      "Boleh deh."

      "Kamu istrinya Sagara?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu istrinya Sagara?"

"Iya saya Wynona istrinya Sagara, mbak siapanya Sagara?"

"Saya Bella, temen kecilnya Sagara. Padahal dia dulunya janji mau nikah sama Saya, eh malah nikah sama orang cacat kayak kamu."

"Oh gitu ya, mbak. Iya ini saya lagi keseleo kakinya."

"Kamu ga masalah kan kalo saya nanya beberapa pertanyaan ke kamu?"

"Iya, mbak, gapapa. Saya ga masalah."

"Udah berapa lama kamu kenal dan bareng bareng sama Sagara?"

"Kurang lebih udah 5 bulan, mbak."

      "Belum lama, ya. Maaf ya aku ga dateng ke pernikahan kalian. Lagian tiba tiba banget nikahnya, kontrak ya waktu itu?" 'apalah dia apalah' batin Wynona.

      "Hehe iya, mbak, gapapa."

      "Mau punya anak berapa? Kasih Sagara anak laki-laki, ya wyn. Biar ada temennya, saya tau banget Sagara pengen punya anak laki-laki." Mendengar pertanyaan sekaligus pernyataan itu, Wynona terdiam. Mengingat dirinya tak bisa memiliki anak, perasaan kesal terhadap dirinya sendiri kembali.

        Tak lama kemudian Raya sang kepala pelayan datang, dengan lembutnya ia berkata.

      "Maaf mengganggu, tapi nona, mau ikut saya sebentar? Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan." ucap Raya, Wynona yang sudah tak kuasa menahan tangisnya, memilih untuk mengikuti Raya.

      "Sebentar ya mbak, sebentar lagi juga Sagara sampai kok." ucap Wynona lalu pergi meninggalkan Bella sendirian.

      Di dapur, mereka berhenti.

      "Nona, nangis aja kalo mau nangis. Saya gaakan bilang siapapun."

      "Raya.." tes tes tes. Air matanya menetes ke pipi Wynona, Wynona terduduk di lantai dan Raya sigap memeluk dan menenangkannya.

      Di sisi lain, Sagara sampai di penthouse. Bella langsung menghampirinya dan memeluknya.

"Kangen aku ga? Kamu ya berbulan bulan lost contact sama aku, chat dari aku ga di bales, surat yang aku kirim ga di tanggepin, jadinya aku harus nyamperin ke sini."

Unwanted | JangkkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang