DUA minggu telah berlalu. Minggu-minggu yang Binar rasakan sangat melelahkan baginya, bagaimana tidak selama dua minggu ini ia sudah mengajari Jeffrian dan sikap pria itu tidak pernah berubah setiap harinya. Makin hari malah semakin menyebalkan. Mari kita lihat apa yang sudah dialami oleh Binar di minggu-minggu sebelumnya.
"Baik Tuan Jeffrian ini adalah semua dokumen mengenai perusahaan ini anda bisa membacanya terlebih dahulu." perintah Binar sambil meletakan tumpukan dokumen file yang terlihat cukup tebal.
"Apa kau yakin aku harus membaca semua ini? satu dokumen ini saja sangat tebal sekali. Apa kau serius Sekretaris Kalandra?" keluh Jef.
"Tentu saja apa saya tidak terlihat serius Tuan Jef. Ayo cepat waktu sudah berlalu, jika ada yang anda tidak mengerti anda bisa bertanya pada saya." ucap Binar
Jef memakai kacamata bacanya dan mulai mengambil dokumen yang ada didepannya dan mulai membaca dokumen tersebut.
"Apa kau tidak membuat rangkumannya agar aku tidak membaca ini semua?"
"Ini bahkan baru beberapa menit apa anda bisa berhenti untuk protes. Kalau anda terus berbicara semua dokumen itu tidak akan terbaca Tuan." tuntut Binar
Setelah mendengar jawaban Binar Jef mulai melanjutkan aktivitas membacanya.
Setelah beberapa lama Binar melihat kearah Jef yang terlihat serius ketika membaca dokumen-dokumen tersebut. Memang sih tidak salah banyak karyawan yang membicarakan tentang ketampanan Jef. Saat ini Jef dengan kacamata baca nya yang bertengger diatas hidung mancungnya itu entah kenapa terlihat tampan dan terlihat polos seolah menghilangkan sikap menyebalkannya.
"Aku tahu aku tampan Sekretaris Kalandra kau tidak usah terpana seperti itu kurasa sebentar lagi air liur mu akan menetes ketika melihatku." ujar Jef ketika melihat Binar yang sedari tadi melihat kearahnya.
"Aku tidak melihat kearahmu Tuan Jeffrian, aku melihat kearah jam dinding yang ada dibelakangmu." dalih Binar sambil menunjuk tembok yang ada dibelakang Jef
"Oh kau melihat kearah jam karena kau tidak ingin waktu berduaan denganku ini cepat berakhir ya."canda Jef
"Berhenti bercanda Tuan Jef. Apa ada materi yang belum anda pahami?"
"Aku sudah memahami ini semua, tenang saja kau tidak perlu khawatir aku cepat untuk memahami sesuatu kau tahu aku ini cukup cerdas." ungkap Jef .
Lihatlah sikap percaya dirinya muncul lagi menyebalkan sekali.
-----
Selain sikap percaya dirinya yang terlalu berlebihan itu Jeffrian juga suka sekali memberi perintah padanya.
Binar sedang duduk dikursinya terdengar telepon didepannya berbunyi. telepon itu tersambung dengan ruangan CEO. Biasanya Binar akan senang ketika telepon itu berbunyi karena ia akan mendengar suara halus Mars yang berbicara tapi sekarang ia malas sekali untuk mengangkat telepon didepannya.
Binar menghembuskan nafasnya sebelum menggerakan tangannya untuk mengangkat telepon didepannya "Apa ada yang bisa saya bantu Tuan Jeffrian?"
"Apa kau bisa membuatkanku kopi. jangan terlalu manis. Terimakasih Sekretaris Kalandra ." ujar suara dibalik telepon yaitu Jef.
"Baik Tuan."
Binar melangkahkan kakinya menuju dapur perusahaan untuk membuatkan kopi. Setelah selesai ia kembali keruangan Jef untuk mengantarkan kopi yang ia buat
"Ini Tuan Kopinya."
"Baik, Terimakasih. Kau bisa keluar dari ruanganku."
Baru saja Binar membalikan badannya suara Jef kembali terdengar
"Aku tahu aku menyuruhmu agar membuat kopinya tidak terlalu manis, tapi ini sangat pahit Sekretaris Kalandra apa anda tidak menambahkan gula pada kopinya?" seru Jef
Binar menahan amarahnya "Baiklah saya akan menambahkan gula pada kopi anda."
"Kurasa kau perlu membuatkan kopi yang baru saja itu tidak akan aku minum Kalandra."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Scenario [JESBIBLE]
Random'A story about Binar and Jeffrian' Binar Kalandra seorang sekretaris di sebuah perusahaan ternama diberi tugas untuk mengajarkan Jeffrian Abraham yang akan menggantikan Kakaknya untuk memimpin perusahaan. JesBible Fanfiction.
![Sweet Scenario [JESBIBLE]](https://img.wattpad.com/cover/375644474-64-k863008.jpg)