1. Begin.

1K 62 0
                                        

SINAR matahari yang menandakan tibanya waktu pagi menembus melalui jendela kamar, terlihat seorang pria yang masih tertidur dengan damai.
Ketukan pintu mulai terdengar dari luar terlihat pria lain membangunkan pria yang masih tertidur itu.

"Binar dek bangun hei sudah pagi. Ayo bangun kamu kerja kan hari ini." ucap pria itu sambil menepuk pelan pipinya.
"Iya Kak ini juga aku sudah bangun kok" ia menjawab sambil mengucek pelan kedua matanya.
"Oke kalo sudah bangun segera mandi lalu turun ke bawah Kakak sudah membuatkannu sarapan."
"Iya kak Nat."  lalu iapun berjalan menuju kamar mandi.

Binar Kalandra, nama yang sangat indah sama seperti orangnya. Binar bertubuh kecil mempunyai tinggi badan 175 cm, mata sipit yang cantik, paras wajah yang manis dan senyumnya yang selalu disukai semua orang. Pria yang biasa dipanggil Binar itu adalah seorang anak yatim piatu. Orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Kini ia tinggal bersama  Kakak sepupunya yaitu Natthala Arween yang sudah ia anggap sebagai Kakak kandungnya sendiri.

Binar menuruni tangga dan langsung menuju ke meja makan untuk melakukan sarapan.
"Cafe Kak Nat buka hari ini? Aku akan mampir ke Cafe Kakak ketika pulang kerja nanti." Binar bertanya setelah ia menelan makanannya.

"Iya mampirlah Kakak akan membuatkanmu cake nanti."  Natta  membalas sambil tersenyum dia sudah tau bahwa adikinya ini sangat menyukai makanan yang manis
Natthala memang memiliki sebuah Cafe, biasa nya Binar akan mengunjungi nya ketika ia pulang bekerja.

" Oh Kakak sangat tau kesukaanku jangan lupa Thai Tea nya oke."
"Thai tea dan Chesee cake, tentu kakak tidak pernah lupa kesukaanmu."
"Aku  sudah selesai sarapannya Kak, aku pergi dulu ya takut ketinggalan bus."
"Baiklah hati-hati Bin!"
"Iya Kak aku pergi dulu bye-bye, sampai jumpa di Cafe nanti ya". Binar menjawab dan langsung beranjak keluar menuju halte bus untuk pergi bekerja.

-----

Setelah melewati kemacetan lalu lintas yang cukup padat Binar pun sampai ditempat ia bekerja. Terlihat sebuah bangunan yang cukup besar dan bertingkat, disertai logo huruf A diatasnya yang  lanjutkan dengan kata Company  dibawahnya. Perusahaan tersebut bernama 'A Company. Perusahaan dibidang teknologi ini adalah perusahaan no 1 di Indonesia.

Banyak orang-orang yang berusaha untuk bekerja ditempat ini dan biasanya yang masuk hanyalah orang-orang beruntung. Binar adalah salah satunya, ia bahkan sempat mengira keberuntungan nya sudah habis hanya karena ia bekerja disini.

Binar berjalan sambil tersenyum dengan ramah sesekali karyawan ada yang menyapa ketika berpapasan dengannya.

"Selamat Pagi Sekretaris Binar". ucap salah seorang karyawan wanita
"Selamat pagi juga." Binar membalas sapaannya dengan tersenyum dan mulai berjalan menuju ruang kerjanya meninggalkan 2 karyawan yang sedang mengobrol satu sama lain
"Sekretaris Binar tidak pernah melewatkan senyumnya ya. Setiap hari kulihat ia selalu tersenyum kurasa hidupnya selalu bahagia." ucap karyawan yang menyapanya tadi kepada temannya
" Iya dia selalu dalam mood yang bagus mungkin akan aneh ketika melihatnya datang ke kantor tanpa senyuman." jawab temannya.

-
Ruangan Binar berada diluar terpisah dengan ruangan atasannya. Setelah menaruh tas yang ia bawa ia mulai merapihkan kemeja yang di kenakannya dan melihat lihat laporan yang berada diatas meja kerja nya.
"Seperti biasa anda selalu datang lebih pagi daripada saya Sekretaris Bin." ujar seseorang yang cukup mengagetkannya karena sedari tadi ia sedang fokus melihat laporan.
Setelah melihat siapa yang berkata tadi ia langsung berdiri dari duduknya
"Selamat pagi Tuan Mars maaf saya terlalu fokus tadi, dan juga memang kewajiban saya sebagai Sekretaris untuk datang lebih pagi."
jawab Binar sambil tersenyum cerah
"Baiklah aku masuk kedalam dulu dan tolong buatkan aku kopi seperti biasa ya."
"Baik Tuan."

Sweet Scenario [JESBIBLE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang