Hai gaess! Maaf ya baru update sekarang... Maaf banget karena ceritanya harus tertunda lama. Hari ini aku mau update lagi semoga suka ya sama ceritanya...
Happy Reading...
***
Alea memakan roti coklat yang ia beli tadi di kantin sembari membaca buku yang ia pegang di tangan kirinya. Gadis itu menikmati udara siang hari ini selepas pulang sekolah di halaman sekolahnya. Ia memutuskan pulang nanti setelah rotinya habis. Alea merasa hari ini sedikit lelah, pasalnya semua orang terus membicarakan dirinya membuatnya ingin menyendiri sebentar. Azizah yang baru saja keluar dari ruang OSIS melihat Alea yang sedang duduk di tangga halaman sekolah. Ia pun menghampirinya lalu memanggil Alea.
"Alea! Lo belum pulang?", tanya Azizah.
"Belum. Gue habisin rotinya dulu habis itu pulang."
Azizah mengangguk. "Gak usah di dengerin kata-kata mereka. Anggap aja lo jadi artis seharian ini."
"Sedikit terganggu sih. Tapi bodo amat.", ucap Alea lalu tersenyum.
"Lo itu jadi cewek terlalu cuek sih Al. Karena sikap cuek lo ini nih. Jadi gampang di manfaatin Alex.", ucap Azizah kesal.
"Gue gak ngerasa di manfaatin. Gue cuman nolongin aja. Setelah ini juga gue gak akan ada hubungan apa-apa sama dia.", ucap Alea lalu memakan rotinya kembali.
"Terlalu baik lo!"
"Gue gak baik. Sekarang gini, emang sih Alex salah udah bikin taruhan. Apalagi bawa-bawa nama gue... Mau gak mau gue harus terlibat."
"Kalau kakak Lo tahu gimana?"
Alea terdiam, "Gue belum mikirin itu sih. Tapi ya udahlah cuman 3 hari ini."
"Astaga Alea!"
"Azizah. Yang tahu masalah ini cuman lo. Jadi please jangan bocorin ke siapapun oke? Cuman 3 hari aja kok...", ucap Alea memohon. Alea terdiam lalu teringat kejadian kemarin sore.
Flashback on
Sore hari ini jadwal Alea ke supermarket, ia membeli beberapa makanan ringan untuk ia makan nanti malam saat menonton Drakor. Ia berjalan kaki menuju jalan raya untuk mencari taksi. Langkah Alea terhenti melihat Alex yang keluar dari kantor polisi yang jarangnya memang tak jauh dari supermarket. Ternyata Alex juga melihatnya. Alea terdiam, matanya masih melihat ke arah Alex. Laki-laki itu tertunduk lesu, ia berjalan menghampiri gadis itu. Ia mencoba mengukir senyum tipis menyapa Alea.
"Alea. Lo kok di sini?"
"Gu...gue habis beli sesuatu di supermarket. Ini mau cari taksi.", ucapnya sedikit canggung.
Alex mengangguk. Ia menatap Alea lekat.
"Gue baru aja nengokin bokap gue.", ucap Alex lalu tersenyum getir. Ia seolah mencoba menjawab apa yang ada di pikiran Alea, padahal gadis itu tidak bertanya apa pun.
Alea merasa tidak enak hati. Ia melihat Alex yang mencoba tetap tersenyum kepadanya. "Iya gue paham. Lo yang sabar ya..."
"Iya. Thanks."
"Soal tadi siang gue gak ada maksud. Jadi jangan di ambil hati ya. Gue nolak lo gak ada sangkut pautnya sama... Masalah lo ini.", ucap Alea memperjelas sikapnya yang sedikit buruk tadi siang kepada Alex.
"Iya. Gue paham. Gue juga paham kok gadis pintar kayak lo gak mungkin suka sama gue.", ucap Alex.
"Gak usah merendah. Gue tahu lo murid populer di SMP lo kan?", ucap Alea tidak terima.
Alex tersenyum getir, " itu dulu... Sekarang gue udah beda."
"Lo semangat ya! Gak usah dengerin kata orang lain. Fokus sama diri lo dulu aja.", ucap Alea lalu tersenyum.
"Oke. Makasih sarannya."
Alea mengangguk. "Gue pulang duluan ya!"
"Mau gue anterin? Gue bawa motor di sana.", tanya Alex.
"Gak usah gue naik taksi aja."
"Oke. Gue bantuin cari taksi."
"Boleh."
Alea dan Alex berjalan menuju jalan raya. Tak butuh waktu lama, Alex melihat taksi yang lewat dan menyuruhnya berhenti. Alex membukakan pintu taksi membuat Alea tersenyum.
"Thanks. Gue duluan!", ucap Alea lalu masuk ke dalam taksi.
"Hati-hati.", Alex pun menutup pintu taksi itu.
Flashback off
Shaka berjalan menyusuri lorong sekolahnya. Jam pulang sekolah telah berbunyi 5 menit yang lalu, langkahnya terhenti melihat Alea yang sedang duduk bersama Azizah. Shaka menghampiri mereka.
"Kita bisa ngobrol sebentar Alea?", ucap Shaka yang telah berdiri di samping Alea.
"Boleh.", ucap Alea lalu tersenyum. Azizah tersenyum tipis, iya sedikit peka dengan situasi saat ini yang menyuruhnya untuk pergi dari sini.
"Gue pulang duluan ya! Lo jangan lupa habis rotinya habis dan kalian selesai ngobrol langsung pulang!", ucal Azizah lali pergi meninggalkan mereka berdua.
Alea melihat Shaka yang masih berdiri di sampingnya. "Ga mau duduk di samping gue kak?"
Shaka tersenyum lalu duduk di samping Alea. Alea yang tengah asik memakan rotinya yang tinggal setengah.
"Kenapa? Mau tanya soal kejadian hari ini?", ucap Alea lalu tersenyum.
"Anak kecil udah berani pacaran!", ucap Shaka lembut.
"Kita cuman beda satu tahun ya!", ucal Alea tidak terima.
"Sama aja! Umur lo belum legal buat pacaran. Sama-sama bocah lagi.", ucap Shaka lali melihat sekilas ke arah Alea yang mengerutkan keningnya.
"Terus kenapa kalau sama-sama masih bocah? Terus gue harus cari yang spek om om tajir gitu?", ucap Alea mulai kesal dengan ucapan Shaka.
Shaka menyubit hidung Alea geram. Gadis ini memang keras kepala.
"Sakit loh!", teriak Alea menepis tangan Shaka.
"Lo itu bisa gak gue kasih tahu diem dulu!", ucap Shaka sedikit kesal.
"Alphino udah tahu belum?", tanya Shaka lagi.
Alea menggelengkan kepalanya pelan. Shaka menghela nafas panjang. Iya menatap Alea yang masih memakan roti.
"Ini bocah di kasih tahu malah makan mulu!", ucap Shaka lirih.
"Apa?", tanya Alea tidak terlalu mendengar ucapan Shaka.
"Gak ada. Intinya sekarang pulang dan bilang apa yang sebenarnya terjadi sama kakak Lo!", ucap Shaka.
"Kenapa harus gitu?"
"Sebelum dia ngelabrak cowok Lo itu!"
"Mana berani dia ngelabrak sendirian!", ucap Alea sambil terkekeh.
"Dia gak sendirian!"
"Terus sama siapa? Kak Amam? Sama lo juga kak Shaka? Gak mungkinlah! Nanti reputasi lo sebagai siswa berprestasi di sekolah ini bisa tercoreng. Ya kan?"
"Sama gue!", ucap Shaka dengan ekspresi datar.
Mendengar jawaban Shaka membuat Alea terdiam. Iya belum pernah melihat ekspresi Shaka seserius ini. Iya mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu menyantap rotinya yang tinggal sedikit sampai habis. Ia pun menepati janjinya kepada Azizah untuk pulang saat rotinya telah habis.
"Gue pulang dulu kak!"
***
Di tunggu Chapter selanjutnya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bright Yellow
Novela JuvenilNatasha Alea Arditama bertemu dengan Airshaka Naufal, seorang pria tengil yang mampu memberikan warna dalam hidupnya. Sedangkan menurut Airshaka, Alea itu ibarat warna kuning, warna paling terang yang ia lihat dari beribu warna yang ada di dunia in...
