Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#8. Ada dan Ketiadaan

13 3 2
                                        

Halowww, apa kabarnya semua??

Semoga baik, senang bahagia tanpa ada sedih dan kecewa yaa ☺️

Bagaimana jga tentang hari ini?? Senin yang membahagiakan atau melelahkan??

Selamat membaca para readers setia, semoga bab kali ini menjadi alasanmu untuk bahagia 🤗

********

“Jika ketiadaan menjadi akhir? Apa pertanyaan itu juga tidak akan kakak jawab?”

-Kalana Queensha

********

“Kak Gavin, lagi apa?” tanya seorang perempuan yang sama indahnya dengan seseorang yang menceritakan kisah mereka.

“Sedang melihat salah satu ciptaan tuhan yang indah” jawab lirih laki-laki bernama Gavindra Abimanyu itu, lalu menoleh menatap perempuannya.

Mukanya memerah di kala Gavin melihatnya intens di barengi dengan senyum yang hanya seorang Kalana Queensha yang bisa melihatnya.

“Ishh kakk” ucap Queen memalingkan wajahnya karena malu.

“Udah yukk pulang, sudah mau gelap” pinta Gavin melihat Queen yang masih begitu menikmati senja indah di depan sana.

Queen menggeleng “Sebentar lagi ya kak, ingin menikmati indah itu lebih lama” ujar lirih Queen yang masih bisa di dengar oleh Gavin.

5, 10 hingga 15 menit berlalu, perempuan itu masih betah menikmati senja yang mulai berpamitan. Langit berwarna jingga itu perlahan berubah menjadi warna gelap, tanda malam mulai menunjukkan dirinya, bulan semakin bercahaya, matahari mulai hilang bak di telan laut.

“Queen, sudah ya” ucap lirih Gavin, melihat perempuannya yang memejamkan mata.

Queen mengangguk sebagai respon “Ayo kak, terima kasih sudah menunggu”

“Always” ucap lirih Gavin menjawab lalu memberikan tangan nya kepada Queen guna membantu untuk berdiri.

Memberikan jaket yang dikenakannya kepada Queen, lalu melajukan motor dengan kecepatan sedang.

“Kakk, bahagia terus ya” teriak Queen mengejutkan Gavin yang fokus pada jalanan.

“Hmm”

“Kak kalau di tanya ingin mengulang hal di dunia dengan versi berbeda apakah Kakak akan menerima?” tanya Queen, entah kenapa pertanyaan itu terlintas di benaknya.

“Cukup sekali di dunia, tidak untuk dua kali, tidak juga untuk di ulang dan di ubah” jawab Gavin dengan suara dinginnya.

“Alasannya?” tanya nya lagi, entah kenapa memberi pertanyaan pada seorang Gavindra Abimanyu itu menyenangkan.

“Alasan?” ulang Gavin, diam sebentar guna merangkai kata “Alasannya ada pada seseorang yang kini sedang banyak memberi pertanyaan ke seseorang yang sedang mengendarai motor” lanjutnya membuat Queen sedikit mengerutkan dahi.

“Aku?” tanya nya memastikan, sedangkan Gavin sendiri hanya mengangguk.

“Ingin bertanya alasannya?” tanya Gavin mendapat jawaban iya dari Queen.

Nothing Same Person (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang